Bertekunlah dalam Doa

Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu, sehingga nama Yesus, Tuhan kita, dimuliakan di dalam kamu dan kamu di dalam Dia, menurut kasih karunia Allah kita dan Tuhan Yesus Kristus. 2 Tesalonika 1 : 11 – 12.

Sewaktu masih anak-anak, kita seringkali merasa kesal ketika disuruh berdoa oleh orangtua. Terkadang kita menghindar dan berpura-pura dengan berbagai alasan agar tidak disuruh berdoa. Sampai hari ini, ternyata masih ada juga orangtua yang keberatan kalau disuruh berdoa. Biasanya, mereka akan datang terlambat atau sengaja duduk paling belakang agar tidak disuruh berdoa.

Mengapa harus takut berdoa ? Setelah memasuki usia sekolah dan kita benar-benar mengerti apa fungsi doa dalam kehidupan kita sehari-hari pastilah kita akan rajin untuk berdoa. Roma 12 : 12 menuliskan “Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!”

Bertekunlah dalam doa, karena doa membuat kita lebih kuat dan lebih siap dalam menghadapi berbagai persoalan. Tidak ada manusia yang sanggup bertahan menghadapi berbagai macam pencobaan dan tantangan. Di luar sana juga banyak tawaran yang menggiurkan. Bahkan manusia akan dibawa oleh iblis untuk menghalalkan segala cara untuk mendapatkan sesuatu yang sesungguhnya kita sadar bahwa itu bukan hak kita.

Dengan tekun berdoa, kita bisa menangkis segala macam tawaran yang menggiurkan. “Berjaga-jagalah dan berdoalah, supaya kamu jangan jatuh ke dalam pencobaan: roh memang penurut, tetapi daging lemah.” (Matius 26:41)

Ketika kita berdoa, Roh Kudus akan memberikan kekuatan secara supranatural (tidak kelihatan), sehingga kita dapat menolak semua tawaran-tawaran yang menggiurkan, yang menggiring kita ke dalam dosa. Kita akan diberikan kemenangan atas setiap pencobaan-pencobaan yang kita alami.

“Supaya waktu yang sisa jangan kamu pergunakan menurut keinginan manusia, tetapi menurut kehendak Allah. Sebab telah cukup banyak waktu kamu pergunakan untuk melakukan kehendak orang-orang yang tidak mengenal Allah. Kamu telah hidup dalam rupa-rupa hawa nafsu, keinginan, kemabukan, pesta pora, perjamuan minum dan penyembahan berhala yang terlarang.“ (1 Petrus 4 : 2 – 3)

“Tetaplah berdoa” jelas merupakan kalimat perintah dari Paulus, agar jemaat tidak lupa dan lalai berdoa. Hal yang sama juga Yesus perintahkan kepada para murid agar mereka setia berdoa (Matius 7 : 7 – 9 ; 26 : 41).

Kekuatan doa bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus akan merasakannya dengan hadirnya Roh Kudus dalam kehidupan kita. Doa dapat memberikan kekuatan untuk menghadapi pencobaan. Paulus selalu berdoa dan mengucap syukur kepada Tuhan setelah menyaksikan iman, kasih dan kesetiaan jemaat di Tesalonika dalam mengikuti Tuhan.

Ketika pikiran kita beralih kepada kekuatiran, ketakutan, kekecewaan dan kemarahan, kita secara sadar dan dengan cepat mengalihkan setiap pikiran kepada doa dan setiap doa kepada ucapan syukur. Dalam suratnya kepada orang-orang Filipi, Paulus perintahkan kita jangan kuatir “tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur” (Filipi 4 : 6).

Berdoa dengan sungguh-sungguh akan menguatkan kita, karena doa adalah senjata peperangan rohani. Saat kita melewati hari ini, doa harus menjadi respon pertama pada setiap situasi yang menakutkan, setiap pkiran yang mencemaskan, dan setiap pekerjaan yang tidak kita sukai yang diperintahkan Allah. Kurang berdoa mengakibatkan kita bergantung pada diri sendiri dan bukannya bergantung pada anugrah Allah.

Tetap berdoa pada dasarnya adalah terus menerus bersandar dan bersekutu dengan Bapa. Doa akan membuat kerohanian kita selalu terjaga untuk menyongsong kedatang Kristus untuk kedua kali. Setelah mengajarkan tentang kedatang Kristus kedua kali, Paulus lanjutkan dengan menasihati jemaat supaya tetaplah berdoa.

Karena doa dapat membuat kehidupan rohani tetap terjaga untuk menyambut kedatangan Kristus ke dua kali. Paulus juga mengajar orang-orang percaya di Kolose untuk “Bertekunlah dalam doa dan dalam pada itu berjaga-jagalah sambil mengucap syukur” (Kolose 4 : 2).

Doa menjadi bagian yang penting bagi orang percaya, tetapi kesetiaan dan ketekunan dalam berdoa terkadang menjadi hal yang tidak mudah. Ada banyak faktor penyebab orang tidak tekun berdoa. Alasan utama orang tidak tekun berdoa, karena merasa doanya tidak dijawab Tuhan juga atau terlalau lama jawaban doa dari Tuhan, atau mungkin karena faktor penyebab lainnya.

Bagi Tuhan, ketika seseorang benar-benar telah menjadi anak-Nya, menjadi milik Tuhan, Dia mengenal mereka satu persatu dan mendengarkan doa mere­ka. Yesus berkata, “Akulah gembala yang baik dan Aku mengenal domba-domba-Ku dan domba-domba-Ku mengenal Aku.

Ketika berdoa kepada Tuhan, apakah kita sudah yakin bahwa kita mengenal-Nya dan Dia mengenal kita? Apakah kita telah memiliki hubugan yang sangat baik dengan-Nya yang menjamin bahwa Tuhan akan menjawab doa-doa kita ?

Kalau kita melihat kondisi bangsa kita saat ini, ada begitu banyak hal yang terjadi dan membuat kita miris. Narkoba, seks bebas, pembunuhan, perampokan dan segala bentuk kejahatan lainnya semakin subur di negeri ini. Dengan makin banyaknya kejadian-kejadian yang membuat kita semakin ketakitan seharusnya membuat kita semakin kuat di dalam Tuhan.

Sebab semua yang terjadi saat ini menunjukan kepada kita bahwa apa yang firman Tuhan katakan, semuanya itu sedang digenapi, dan itu artinya pengha­rapan kita kepada Allah di dalam Tuhan Yesus Kristus tidak akan pernah menjadi sia-sia, dimana Ia akan segera datang dan menyelamatkan kita. Oleh karena itu, bertekunlah dalam doa. Amin.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s