Diduga Oplosan, 106 Jerigen Tuak Diamankan

TUAKHUMBAHAS – Sebanyak 106 jerigen yang berisi minuman tuak diamankan saat Polres Humbahas menggelar razia di Jalinsum Lintong Nihuta-Siborongborong, Selasa (14/6). Tuak yang diduga oplosan tersebut dibawa menggunakan mobil jenis bak terbuka sebanyak delapan unit.

Kapolres Humbahas AKBP Idodo Simangunsong yang dikonfirmasi melalui Kasubbag Humas Ipda R Sianipar, Rabu (15/6) mengatakan, tuak yang diamankan itu diduga oplosan yang berasal dari empat kabupaten tetangga.

“Penyitaan dilakukan ketika sedang melakukan razia kendaraan di persimpangan Jalinsum Lintong Nihuta-Siborongborong. Saat razia, sebanyak 8 unit mobil jenis bak terbuka diberhentikan dan diperiksa. Ditemukan sebanyak 106 jerigen minuman tuak,” ujarnya.

Menurutnya, tuak berikut dengan mobilnya disita untuk dilakukan pemeriksaan. Selain itu, delapan orang supirnya juga turut diamankan. Menurut mereka, minuman tradisional itu dibawa ke Humbahas.

“Saat ini, delapan orang supir dan barang bukti sudah kita amankan. Hal itu guna pemeriksaan lebih lanjut, apakah tuak itu jenis oplosan. Sampelnya sudah dibawa ke Balai Pemeriksaan Obat dan Minuman (BPOM) untuk dicek di laboratorium,” kata Sianipar.

Dia mengatakan, tuak itu berasal dari empat daerah tetangga, yaitu Tobasa, Taput, Simalungun dan Siantar. Tuak itu memang akan dibawa ke Humbahas.

“Jadi kita tunggu saja hasil laboratorium dari BPOM. Kalau terbukti oplosan, maka penyilidikan berlanjut. Delapan orang yang membawa minuman itu masih di Polres dan diperiksa. Untuk pulang belum, mereka harus menunggu hasilnya,” jelasnya.

Delapan orang yang diperiksa tersebut; Andolin Sihombiong, Marlin Hutauruk, Rudiman Damanik, Soni Sirait, Lamhot Simanjutak, Roi J Sinaga, Haposan Purba dan Sihar Pakpahan.
Supir: Kami Siap Dipenjara Kalau Itu Oplosan

Sementara itu, salah satu supir yang berhasil disambangi di depan Kantor Bagian Satuan Reserse Kriminal mengaku jika tuak yang mereka bawa itu asli. Bila tuak itu oplosan, dia bersama temannya siap dipenjara. ”Kami siap dipenjara kalau tuak itu selain hasil sulingan tuak,” ucap Rudiman Damanik.

Menurut warga Pondok Bulu, Kabupaten Simalungun itu, tuak yang mereka bawa adalah asli tanpa ada campuran bahan kimia. Begitupun, ia pasrah kepada pihak kepolisian bila benar tuak yang mau dijualnya ke Humbahas itu adalah oplosan. Dia siap dipenjara.

Namun, melihat penangkapan ataupun penyitaan barang yang mau dijualnya kepada warga Humbahas cukup mengherankan. Pasalnya, aktivitas menjual tuak ke Humbahas sudah bertahun-tahun ia lakoni. Jadi terus terang kita heran melihat ini. Kenapa baru ini penangkapan,” ungkapnya.

Selain itu, pria bertubuh kurus ini juga heran melihat pemeriksaan pihak kepolisian setempat. Pasalnya sejak penangkapan, Selasa (14/6) hingga Rabu (15/6), sudah empat kali mereka diminta keterangan.

Anehnya, keterangan yang diminta polisi hanya seputaran pembuatan minuman tuak yang dijualnya ke warga Humbahas. ”Hanya itu saja yang ditanya. Tidak ada yang lain seputar pembuatan. Iya kami jelaskan,” katanya sembari diamini supir lainnya.

“Enggak tahu nanti, apakah kami dimintai lagi keterangan,” ujarnya.(cr-01)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s