RSUD Pandan Siap Hadapi Proses Hukum Kasus Angeline

TAPTENG – Manajemen RSUD Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, menyatakan siap menghadapi proses hukum terkait pelaporan dugaan malapraktik dalam kasus kematian Enjelin Johanna Simanjuntak (sebelumnya ditulis dengan nama Angeline Simanjuntak), pasca operasi usus buntu. Dan pelayanan di rumahsakit milik Pemkab Tapanuli Tengah itu tetap berjalan normal pasca bergulirnya kasus ini.

“Kami sudah diinformasikan oleh Polres Tapanuli Tengah bahwa keluarga almarhum mengadu. Kami siap memberikan keterangan terkait proses dan SOP yang dilakukan tim medis,” ujar Direktur RSUD Pandan, dr Sempakata Kaban didampingi Sekretarisnya Jongga Hutapea, kepada wartawan, kemarin.

Manajemen pun, sambung dr Sempakata, sudah mempersiapkan hal apa saja yang dibutuhkan tim dokter RS Brimob Medan yang mengotopsi jenazah Enjelin, untuk kelancaran pemeriksaan.

Terkait besarnya atensi publik terhadap kasus ini, pihak RSUD Pandan meminta agar masyarakat jangan keburu langsung berpikiran negatif apalagi menyudutkan pihaknya. “Sekarang sudah ke ranah hukum. Biarlah hukum yang memutuskan, jangan langsung menghakimi dan menyudutkan kami. Apa yang menjadi keputusan tim otopsi nanti, itulah yang hendaknya kita pedomani,” ujarnya.

Sebelumnya, ibunda Enjelin, Junsaris Neri Br Sitinjak (46) warga Hutabuntul, Kecamatan Pinangsori, resmi melaporkan kasus kematian putri bungsunya itu ke Polres Tapanuli Tengah pada Kamis (9/6/2016). Dalam Surat Tanda Terima Laporan Nomor: STTL/96/VI/2016/SU/RES TAPTENG itu, pihak keluarga melaporkan RSUD Pandan atas pelanggaran undang-undang praktik kedokteran, atau lebih tepatnya Undang-Undang RI Nomor 29 Tahun 2004 tentang Praktik Kedokteran. Latar belakangnya, keluarga keberatan dan menganggap ada yang janggal dan tidak wajar dengan penanganan operasi Enjelin, apalagi melihat bekas sayatan pada permukaan perutnya.

Sementara itu, Kapolres Tapanuli Tengah AKBP Hari Setyo Budi menyatakan pihaknya masih menunggu hasil otopsi jenazah Enjelin, pasca diotopsi pada Jumat (10/6).

“Tentang kasus itu kami masih menunggu (hasil,red) pelaksanaan otopsi di Medan. Informasi yang kami peroleh, 1 minggu (hasil otopsi disampaikan kepada penyidik). Untuk sementara kami kumpulkan informasi-informasi yang kami butuhkan sebagai bahan untuk melakukan penyelidikan,” ujar AKBP Hari, kemarin. (Suara Tapanuli)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s