HKBP, GKPI dan Katolik, Dukung Percepatan Badan Otorita Danau Toba

Pdt Hotman Nababan STh
Pdt Hotman Nababan STh

HUMBAHAS- Tiga pimpinan gereja, yakni HKBP, GKPI dan Katolik di Kabupaten Humbahas, mendukung perbentukan Badan Otorita Pariwisata Danau Toba sebagai bentuk percepatan pengembangan pariwisata di kawasan Danau Toba.

Dukungan yang mereka sampaikan itu atas ajakan Menteri Pariwisata RI Arief Yahya, baru-baru ini pada acara seminar di Jakarta. Ia mengajak peran serta jemaat gereja, khususnya di Sumut.

Ketiga pimpinan, Pelaksana Korwil GKPI wilayah VII (Tobasa, Samosir, Humbahas), Pdt Maurids Simamora Mth, Praeses HKBP Distrik III Humbang Pdt Hotman Nababan STh dan Vikaris Episkopal Santo Filipus Rasul Doloksanggul sekaligus Administrator Paroki Pastor Gregory Harapan SVd.

Mereka yang disambangi secara terpisah mengaku senang bila Badan Otorita Pariwisata Danau Toba itu sebagai bentuk percepatan pengembangan pariwisata, khususnya di kawasan Danau Toba. Namun, mereka berharap agar program tersebut bukanlah menjadi kebutuhan sepihak, tetapi menjadi kepentingan bersama.

Praeses HKBP Distrik III Humbang Pdt Hotman Nababan STh mengatakan, wacana pemerintah yang mengembangkan Danau Toba, otomatis mereka mendukung. Dimana, pelaku pengembangan di daerah lingkungan Danau Toba merupakan masyarakat itu sendiri. Itu juga merupakan kebahagiaan bagi masyarakat selaku pelaku pengembang, dimana menjadi peningkatan pendapatan dan pengetahuan masyarakat.
“Pemerintah, budaya dan agama harus disinergikan untuk destinasi pariwisata Danau Toba. Salah satunya, kita sebagai pelaku agama di hadapan para jemaat tetap mendukung dan mengimplementasikan efek positif maupun negatif pengembangan Danau Toba ke depan. Kita tidak mau nantinya situs-situs sejarah yang begitu banyak dimiliki suku Batak khususnya, tergusur oleh kepentingan dan perkembangan Danau Toba saat ini,” sebut Pdt Hotman.

Begitupun, untuk pengembangan destinasi pariwisata Danau Toba, perlu langkah awal duduk bersama. Agar tidak ada penghalang pengembangan destinasi pariwsata tersebut. Karena ia memastikan akan ada nantinya muncul akses yang sulit ditebak.

“Ada baiknya semua duduk bersama membicarakan pengembangan areal Danau Toba. Kalau memang itu disinergikan, saya rasa tidak ada lagi penghalangnya,” kata Hotman mengakhiri pembicaraan.

Senada disampaikan, Pelaksana Korwil GKPI Wilayah III (Tobasa, Samosir dan Humbahas) Pdt Maurids Simamora MTh. Ia mendukung, asalkan nilai letak persoalannya terdapat pada jenis kebutuhan.

Sebab, sejak dari dulu visi misi setiap gereja tentang lingkungan hidup sudah ada sebelum dari visi misi segala organisasi. “Artinya, pemerintah jangan hanya perlu saja gereja baru dipakai, gereja juga harus dipikirkan bagaimana melakukannya,” kata dia.

Ia mengharapkan dalam percepatan destinasi pariwisata Danau Toba harus dilihat kebutuhan bersama. Karena Danau Toba adalah aset paling berharga, khususnya bagi bangsa Batak.

“Meski vertikal ajakan itu yang saya tahu dari media media. Dukungan tetap ada tetapi kita belum dapat menerima dengan segampang mungkin. Tapi kita berharap, semua komponen duduk bersama membahas pengembangan tersebut,” imbaunya.

Selain itu, Pdt Maurids didampingi Ketua 1 Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) Humbahas Erikson Simbolon juga mengimbau agar pemerintah bila ingin pengembangan destinasi Danau Toba cepat harus benar-benar serius. “Dengan sudah melibatkan gereja dalam pengembangan potensi wisata Danau Toba ini. Hargailah struktur maupun mekanisme gereja,” harap Maurids.
Demikian juga dukungan itu disampaikan, Vikaris Episkopal Santo Filipus Rasul Doloksanggul sekaligus Administrator Paroki Pastor Gregory Harapan SVd. Dia menilai, percepatan destinasi Danau Toba itu sangatlah baik. Agar Danau Toba semakin dikenal dan dicintai oleh seluruh bangsa.

Selain penyampaian dukungan, ia berharap dalam pelaksaan percepatan destinasi Danau Toba, ia meminta ke pemerintah agar membangkitkan semangat kaum muda untuk lebih kreatif untuk mencintai budaya, termasuk penghijauan.

Sebab, kaum muda untuk pengembangan budaya penghijauan masih kurang. Ia beralasan, hal itu dikarenakan pemerintah pusat maupun daerah kurang memberikan dukungan pengembangan soal tersebut kepada kaum muda. “Pemerintah pusat maupun setempat kita harap memfasilitasi kegiatan yang mendukung pengembangan dan membuka peluang bagi lainnya agar lebih berpartisipasi menjadikan Danau Toba sebagai kebutuhan bersama,” ujar Pastor Gregory. (cr-01)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s