Angin Kencang Landa Sibolga-Tapteng, Pohon Tumbang, Rumah Rusak

anginTAPTENG – Cuaca buruk yang melanda Sibolga-Tapanuli Tengah (Tapteng) belum juga berakhir. Pada Minggu (29/5) hingga Senin (30/5), angin kencang telah menyebabkan pohon tumbang, merusak rumah di sejumlah titik, juga merusak fasilitas umum.

Seperti yang terjadi di Dusun V Golkar, Desa Mela I, Kecamatan Tapian Nauli, tapteng, dimana angin kencang telah mengakibatkan pohon durian tumbang dan menimpa rumah Kepala Lingkungan V Parlin Tarihoran. Tidak ada korban jiwa pada kejadian ini, namun dapur rumah Parlin rusak total.

Istri Parlin yang saat kejadian berada di halaman rumah terlihat ketakutan saat diwawancarai wartawan. “Kejadiannya (Minggu) sekitar pukul 14.10 WIB. Saya baru pulang dari gereja. Sampai di rumah setelah ganti pakaian, saya hendak ambil air ke kamar mandi. Namun entah kenapa di dalam pikiran saya, ke warunglah dulu untuk beli minyak tanah. Dan pas keluar rumah, angin kencang datang. Saya sampai takut,” jelas wanita yang mengaku Boru Situmeang (56) ini.

Dikatakan, baru dua langkah keluar rumah, terdengar suara yang keras. Dia pun ketakutan, menjerit dan nyaris pingsan. Sementara saat itu tidak ada orang di sekitar lokasi kejadian.

“Setelah itu saya beranikan diri melihat ke belakang rumah. Ternyata dapur rumah saya sudah hancur. Ranting-ranting berserakan di atap rumah. Kalau sempat saya terlebih dahulu ambil air di kamar mandi baru beli minyak tanah, mungkin saya sudah kena,” ujarnya.

Setelah membeli minyak dan memberitahukannya kepada pemilik warung tentang kejadian itu, istri kepling V langsung pergi menyusul suaminya yang sedang berada di dolok untuk menjemputnya dan memberitahukan kejadian itu. Di tengah jalan, dia bertemu suaminya dan menceritakan kejadian itu.

“Saya tidak kuat lagi berjalan. Akhirnya suami saya memapah dan menggendong saya pulang ke rumah. Setelah itu barulah tetangga dan suami saya membersihkan puing-puing sekitar rumah. Namun belakang rumah yang tertimpa batang pohon durian itu masih teronggok,” jelasnya.
Pasca kejadian, Kepala Desa Mela I Riswan Silaban mendatangi lokasi kejadian untuk selanjutnya membuat laporan tentang kejadian tersebut.
Di tempat yang lain, yakni di atas laut di Jalan Sibolga-Barus, Dusun I, Desa Tapian Nauli I, Kecamatan Tapian Nauli, Tapteng, satu unit rumah juga ambruk dihantam angin puting beliung, Minggu (29/5). Tak ada korban jiwa dalam insiden tersebut, namun seluruh harta benda milik pasangan Jhon Hendra Sitohang (31) dan Dosma Silaban (43) habis terendam air laut.
Jhon yang dikonfirmasi di sela-sela pembongkaran rumah yang terbuat dari kayu bekas bencana tersebut mengatakan bahwa kejadian terjadi saat mereka hendak makan siang, sepulang ibadah Minggu, tepatnya sekira pukul 14.30 WIB. Belum sempat makan, tiba-tiba saja terdengar suara gemuruh yang sangat keras. Mereka baru sadar ada angin puting beliung sedang mengguncang rumahnya dan seng rumah sudah beterbangan.
“Pas mau makan, sudah ada suara gemuruh dari luar. Kulihat seng sudah beterbangan,” kata Jhon, Senin (30/5).

Akibat kerasnya angin, rumah mereka yang berada di belakang warung, yang dihubungkan sebuah jembatan kayu, juga ambruk dan terbenam ke laut. “Sampai ambruk, patah jembatannya. Terbenamlah semua rumah ke air,” ungkapnya.

Tak hanya barang-barang yang ada di rumah, istri dan anggota keluarganya yang lain juga ikut terbenam ke laut. Untung saat itu anaknya yang masih balita sedang berada di warung, tidak ikut bersama dengan mereka saat kejadian. “Habis semua barang terendam air. TV, kulkas dan tempat tidur basah semua, masuk ke laut. Kami pun ikut tercebur ke laut, yang dalamnya setinggi orang dewasa. Tapi untunglah, anakku saat itu nggak ikut sama kami. Kalau nggak, tak tahu lagilah. Airnya dalam,” ujarnya.

Jhon dan istrinya kemudian berusaha keras membuka paksa pintu rumah tersebut agar bisa keluar menyelamatkan diri. Akibatnya, Jhon mengalami luka robek pada wajahnya. Sedangkan istrinya mengalami luka lecet di kaki. “Kupaksa membuka pintu sampai terbuka,” tukasnya.

Sementara istri Jhon mengaku sangat terpukul atas kejadian tersebut. Dia masih ingat saat berusaha menyelamatkan sofa miliknya sampai tersengat listrik. “Kupikir, paling tidak sofaku ini bisa selamat. Kucoba berenang untuk meraihnya, rupanya ada aliran listrik. Sempat juga aku kontak. Tapi, karena kupikir harus bisa sofa ini kuselamatkan, kupaksa menariknya, kutahankan arus litsrik itu,” pungkasnya dengan raut wajah sedih.

Dan, anaknya yang masih SD pun terpaksa libur lantaran tidak ada pakaian sekolah yang bisa dipakai lagi. Begitu juga dengan buku dan peralatan tulis lainnya, habis terbawa air.

Ditanya soal bantuan pemerintah, Dosma mengaku belum ada. Bahkan, saat kejadian, hingga kini tak seorang pun petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) yang datang. “Bantuan apapun belum ada kami terima. Dari kantor BPBD juga nggak ada yang datang membantu,” ketusnya.

Terpisah, kepala desa setempat Erwin Sibagariang yang dikonfirmasi di lokasi bencana mengatakan akan segera melayangkan surat ke kecamatan untuk diteruskan dan diketahui oleh BPBD dan Dinas Sosial. “Kebetulan, ada beberapa titik kejadian akibat angin kencang kemarin. Jadi, sudah kita data. Tinggal kita layangkan surat ke kecamatan untuk diteruskan ke BPBD dan Dinas Sosial. Karena prosedurnya memang begitu,” pungkasnya.

Menanggapi itu, Masper Situmorang, warga setempat mengaku sangat menyayangkan kondisi ini, dimana pemberian bantuan dan penanganan bencana, terkesan lambat karena harus pakai surat menyurat lagi.

“Masa untuk mendatangkan petugas BPBD harus ada dulu surat kepala desa ke kecamatan, kemudian kecamatan ke BPBD dan disetujui oleh bupati. Itu sangat ribet. Keburu penderitaan korban bertambah,” pungkasnya.
Belum ada keterangan dari Kepala BPBD Tapteng Marhite Rumapea. Saat dihubungi via telepon selular, Marhite tidak menjawab meski terdengar nada aktif. Melalui pesan singkat, Marhite menjawab kalau dirinya sedang ada acara.

Pohon Tumbang, Jalan Sibolga-Tarutung Macet
Angin kencang juga merusak rambu-rambu lalu lintas di depan kantor BI Sibolga, mengakibatkan kapal boat ikan terlepas dari ikatannya dan menyeruduk rumah warga di Rawang, Sibolga, mengakibatkan pohon tumbang di Jalan Sibolga-Tarutung Km 3 hingga terjadi kemacetan dan mengakibatkan listrik padam di Kota Sibolga beberapa saat.

Menurut Baru Saragi (32), warga Jalan Jalan Sibolga-Tarutung Km 3 mengatakan bahwa angin kencang melanda pada Minggu (29/5) sekitar pukul 14.15 WIB. Saat itu mobil L 300 BB 7045 LB mengangkut penumpang tujuan Tarutung sedang lewat. Dan, tibaa-tiba pohon tumbang di depannya, hampir mengenai mobil tersebut. Si supir pun seketika mengerem dan langsung membelokkan mobilnya ke halaman warga. “Kalau tidak, pohon tersebut pasti mengenai mobil itu,” ujar Baru Saragi.

Selain pohon yang tumbang melintang di Jalan Sibolga-Tarutung Km 3, di dekat lokasi tersebut, tepatnya di pencucian mobil, juga ada pohon tumbang yang menimpa bus Makmur dan truk Fuso yang sedang dicuci.

Selain dua kejadian pohon yang tumbang, di sekitar Jalan Sibolga-Tarutung mulai Km 3 hingga Batu Lubang, juga ada pohon yang tumbang. Namun warga sekitar sigap mengevakuasi pohon tersebut.

Supir L-300 BB 7045 LB bermarga Pakpahan mengatakan, pada pukul 14.15 WIB, saat dirinya berada di Km 3, angin melanda cukup kencang dan tiba-tiba saja pohon tumbang di depan mobil yang dikemudikannya. “Saya langsung hentikan mobil dan membelokkannya ke kiri. Syukur tidak tepat berada di bawahnya. Kalau tidak, mungkin mobil kami sudah tertimpa pohon tersebut,” jelasnya.

Setelah pohon tumbang di Km 3, kendaraan yang datang dari arah Tarutung dan dari Sibolga langsung berhenti dan terjadi macet sepanjang kurang lebih 500 meter. Terutama kendaraan yang datang dari arah Tarutung yang sebelumnya telah macet, juga terhenti lagi akibat pohon tumbang tersebut.

Namun, karena kesigapan masyarakat sekitar lokasi kejadian yang langsung memotong kayu tersebut, sekitar pukul 15.00 WIB, batang kayu yang terlentang di badan jalan tersebut berhasil dievakuasi dan arus lalu lintas normal kembali. (mis/TS/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s