Harga Kemenyan Mantap Rp 280 Ribu Per Kg

1Tarutung – Petani kemenyan di Kabupaten Taput, khususnya di Kecamatan Pahae patut bergembira karena bulan ini harga kemenyan naik Rp 100 ribu per kg, dari Rp180 ribu menjadi Rp 280 ribu per kg.

Salah seorang petani kemenyan, Ekmen Hutapea (48) berterima kasih kepada pemerintah karena harga kemenyan naik drastis. “Kita para petani kemenyan sangat senang karena harga kemenyan naik drastis. Harga yang ditawarkan sebelumnya Rp180 ribu per kg, sekarang sudah naik jadi Rp280 ribu per kg,” ujarnya.

Dia mengatakan, tanaman kemenyan miliknya sudah berumur puluhan tahun. Dari pohon-pohon itu, ia bisa memenuhi kebutuhan keluarganya karena saat ini mendapatkan penghasilan yang lumayan. Sementara itu, G Sitompul, petani lainnya mengungkapkan hal yang sama. Sudah bertahun-tahun ia mengembangkan tanaman kemenyan. “Jika tidak ada hasil kemenyan ini, kita tidak bisa menyekolahkan anak hingga ke perguruan tinggi,” sebutnya.Ia mengungkapkan, hasil kemenyan tersebut sebagian ditabung untuk masa depan anak-anaknya. Sitompul meminta kepada pemerintah agar membuat pelelangan kemenyan, seperti pelelangan komoditi cabai di Pasar Siborongborong.

Manfaat Kemenyan
Kemenyan digunakan dalam industri farmasi sebagai bahan pengawet dan campuran obat batuk serta dalam industri parfum sebagai bahan baku wewangian. Secara tradisional, kemenyan digunakan sebagai campuran dupa dalam ritual Kejawen. Kemenyan mempunyai sifat fiksatif sehingga mengikat minyak atsiri agar tidak terlalu cepat menguap. Penggunaan lainnya adalah sebagai bahan campuran dalam industri rokok klembak-menyan.

Tanaman tahunan ini mampu hidup hingga lebih dari 100 tahun. Ada 20 jenis pohon kemenyan, tetapi yang banyak tumbuh di Sumut adalah kemenyan jenis durame (Styrax Benzoine) dan kemenyan toba (Styrax Sumatrana). Kemenyan durame lebih cepat tumbuh dibandingkan dengan jenis toba. Durame bisa disadap sejak umur 6-7 tahun dengan warna getah cenderung hitam, sedangkan toba baru disadap umur 10-13 tahun dengan jenis getah putih.

Berbeda dengan karet, penyadapan getah kemenyan tak perlu wadah. Getah dibiarkan keluar dari batang pohon, meleleh di kulit pohon. Pada cukilan pertama, batang pohon akan menghasilkan getah berwarna putih yang baru bisa diambil sekitar tiga bulan kemudian. Getah itu menempel di kulit pohon sehingga untuk memanen petani harus mencongkel kulit batang kemenyan. (tul)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s