Oknum Polisi Diduga Lakukan Pemerasan, Kapoldasu Diminta Evaluasi Kinerja Jajaran Polres Taput

Tarutung – Terkait mencuatnya dugaan masalah pemerasan yang terjadi di Sat Reskrim Polres Taput mendapat reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat, DPRD dan mantan anggota DPRD. Mereka mengecam perlakuan penegak aparat hukum tersebut dan meminta Kapoldasu melakukan evaluasi terhadap anggotanya.

“Kami sebagai anggota DPRD dan Komisi C DPRD Taput meminta Kapoldasu agar mengevaluasi kinerja anggotanya di jajaran Polres Taput. Pasalnya, masalah munculnya aksi pemerasan dengan dalih untuk biaya pencabutan perkara sudah semakin menakutkan masyarakat Bonapasogit.

Kami harapkan agar Pak Kapoldasu memanggil Kapolres Taput AKBP Dudus HD terkait ulah oknum Kasat Reskrim AKP Demak Ompusunggu. Jangan lagi ada modus lain dilakukan di daerah ini. Apalagi Taput sudah sangat kondusif,” ujar Komisi C DPRD Taput Kasnur Silaban, Charles Simanungkalit dan sejumlah anggota dewan lainnya di Kantor DPRD kepada wartawan, Selasa (24/5).

Kasnur dan Simanungkalit mengatakan, selama ini sudah banyak keluhan masyarakat jika berurusan dengan aparat hukum di Polres Taput, khususnya di Sat Reskrim sangat menakutkan. Umumnya mereka menakutkan masalah perkara kecil bisa menjadi berkepanjangan kendati sudah ada perdamaian.

“Harus sebagai pengayom dapat memberikan solusi kepada semua masyarakat yang terkait masalah. Bukan menjadi predator mengerikan bagi rakyat. Maka ke depan agar kinerja aparat penegak hukum kepolisian itu diperbaiki. Sehingga masyarakat Taput mendapatkan keadilan,” ujarnya.

Kasnur dari Partai Nasdem dan Charles dari PKB (Partai Kebangkitan Bangsa) juga menyebutkan, sangat bangga dengan gebrakan Polres Taput yang telah banyak menangkap jaringan narkoba dan terus memburu pelaku-pelaku yang menjadi target. Namun sangat disesalkan munculnya perbuatan tidak terpuji yang dilakukan dijajaran Polres Taput tersebut.

”Kendati masalah pemerasan itu masih dugaan, namun sudah ada yang langsung mengakui bahwa dia memberikan uang Rp75 juta agar perkara perkelahian dapat dicabut. Ini semua sebagai rangkaian kinerja jajaran Polres Taput. Sehingga patut kami pertanyakan apakah mungkin Pak Kapolres tidak mengetahuinya. Apalagi institusi kepolisian sangat ketat kontrol oleh pimpinannya. Untuk itu, kami mengharapkan Kapoldasu dapat melakukan tindakan tegas terhadap anggotanya yang nakal di daerah sehingga masyarakat mendapat perlakuan adil,” ujarnya.

Sementara itu, mantan anggota DPRD Taput Asman Sihombing mengatakan, sudah sepatutnya kinerja jajaran Polres Taput dievaluasi. Sehingga citra penegak hukum tidak tercoreng di tengah masyarakat.

“Sungguh sangat memalukan peristiwa dugaan pemerasan itu. Apalagi sudah jelas ada yang mengakui memberikan uang ke Sat Reskrim Polres Taput Rp75 juta hanya untuk biaya pencabutan perkara perkelahian. Apapun bentuknya itu sudah merupakan perbuatan tidak terpuji sebagai lembaga pengayom,” tegas Asman.

Dia menyebut, masyarakat Taput sangat mengharapkan agar kinerja di jajaran Polres tersebut segera diperbaiki sehingga Kantor Mapolres dapat tercermin sebagai rumah pencari keadilan. Jangan ditakut-takuti atau mencari–cari celah lain untuk menjerat seseorang ke ranah hukum.
Berikan penyuluhan hukum kepada masyarakat sehingga setiap masalah kecil tidak dibesar-besarkan. Seperti, masalah perkelahian yang terjadi hanya kesalahpahaman. Jangan dijadikan menjadi objek menakutkan oleh aparat penegak hukum.

“Maka besar harapan kami agar Kapoldasu melakukan evaluasi di jajaran Polres Taput. Pak Kapolres Taput sudah pasti yang paling bertanggungjawab selaku pimpinan Resort Kepolisian Taput,” tandas Asman Sihombing yang juga Ketua DPK PKP. (as)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s