Airmata di Kerutan Pipi Nenek James, Korban Banjir Purba Tua

Oppung Boru James Pardede tertunduk di atas sawahnya yang sudah tertimbun tanah dan pasir bawaan banjir
Oppung Boru James Pardede tertunduk di atas sawahnya yang sudah tertimbun tanah dan pasir bawaan banjir

Purbatua – Banjir yang melanda 5 desa di Siunggas, Kecamatan Purba Tua, Tapanuli Utara meninggalkan kerugian material hingga ratusan juta rupiah. Selain merendam pemukiman warga, tak sedikit tanaman pertanian siap panen rusak tertimbun tanah dan bebatuan bawaan banjir. Ikan peliharaan di kolam hilang. Tak sedikit pula ternak unggas yang mati.‬

Oppung Boru (nenek dari,red) James Pardede, warga Desa Sibulan-bulan, salah satu yang meratap atas bencana alam ini. Perempuan berusia 78 tahun itu hanya bisa pasrah.
Ditemui di lahan pertaniannya, Selasa (17/5), ia masih sanggup secara perlahan membersihkan tanaman padi dan kacang tanahnya dari timbunan bebatuan bawaan air bah yang menerjang pada Senin (16/5) siang itu. Meski punggungnya sudah rada membungkuk, tapi kedua tangannya terlihat masih mampu bertani.

Janda renta ini menceritakan bagaimana harapan dan ketekunannya bekerja serta berdoa selama proses penanaman dan merawat semua tanamannya itu. Membayangkannya membuat nenek tua itu tak bisa membendung tetesan airmata di pipinya yang sudah penuh kerutan. Apalagi padi dan kacang tanah itu tadinya akan dipanen dua minggu lagi.

“Biasanya kalau panen berhasil, kami dapat uang jutaan rupiah. Sekarang semuanya hilang. Apalagi yang mau kami makan. Semuanya sudah habis ditimbun pasir dan batu-batu ini,” ujarnya dalam bahasa daerah sambil terisak.‬

Selain tanaman, kolam ikan ukuran 20 meter persegi miliknya juga ikut rusak diterjang banjir. Dipastikannya seluruh ikan mujahir dan mas yang dipeliharanya di sana sudah hilang terbawa luapan air.

“Lihatlah, ikan yang di kolam pun sudah hilang, hanya tinggal lumpur saja di dalamnya,” tuturnya lagi.
Ia juga menceritakan bagaimana dirinya bersusah payah mencari modal untuk pengelolaan lahan dan kolamnya itu. Dan yang lebih memilukan, Oppung Boru rupanya masih menanggung biaya sekolah dua cucunya.

“Tidak tahu lagi bagaimana. Kami hanya bisa pasrah. Semoga pemerintah mau membantu,” harapnya.‬

Akses Jalan Tertimbun Longsor

Terpisah, Camat Purba Tua Kosten Panjaitan saat dihubungi awak media menjelaskan, hujan deras yang mengguyur kawasan itu juga menyebabkan tanah longsor di 6 titik. Longsor pada umumnya menutupi bahu jalan. Tiga titik di Desa Sitolu Bahal, dua titik di Desa Sidua Bahal, dan satu titik di Desa Huta Nagodang.

“Pembersihan jalan dari material bukit yang longsor terkendala, karena hujan deras turun lagi. Tinggal satu titik saja yang belum terbuka, yakni di Desa Sitolu Bahal. Namun diupayakan pembersihan dengan dukungan alat berat,” kata Camat. (ST)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s