Bupati Taput Hadir Ditengah Masyarakat Terisolir

ParmonanganParmonangan – Perjalanan yang luar biasa dan penuh sejarah, Bupati Tapanuli Utara Drs Nikson Nababan bersama seluruh SKPD turun langsung menyusuri ketertinggalan yang dialami masyarakat Kecamatan Parmonangan di beberapa desa, diawali dari Sidondamon menuju Desa Pertengahan hingga Tumus dan tembus ke Hajoran. Medan yang sangat sulit, dilalui dengan jalan kaki dan roda 4 (empat) dengan jatuh bangun dan penuh perjuangan di tengah derasnya hujan, Nikson Nababan tidak menyerah.

Hari pertama Jumat (13/5) berangkat dari pusat ibukota Kecamatan Parmonangan pukul 11.00 wib, Bupati Taput dan rombongan tiba di Dusun Sidondamon Simarsalaon. Bak kedatangan seorang malaikat Nikson Nababan disambut dengan penuh sorak dan kegirangan, dari usia anak-anak hingga dewasa menyanyi dengan lantang ‘waktu yang indah, bapak Nikson Nababan hadir di tengah-tengah kami’. Bupati Taput menikmati kebersamaan dengan masyarakat selama satu jam, bernyanyi bersama anak-anak.
Perjalanan dilanjutkan kembali dengan menggunakan roda dua menuju Desa Pertengahan. Sungguh medan yang sangat berat, jalan yang sangat licin, curam dan becek di tengah derasnya hujan, sangat sulit dilalui. Jangankan roda dua, dilalui dengan jalan kakipun seluruh rombongan harus jatuh bangun, terjatuh hingga terduduk lemas dan penuh lumpur, tetapi Bupati dan rombongan tidak menyerah dan pada akhirnya tiba di tengah masyarakat pertengahan pada pukul 18.30 wib. Masyarakat menyambut dengan sangat haru, Nikson Nababan dipeluk dan dituntun hingga ke rumah penduduk. “Kami tidak nyangka Bapak akan sampai di kampung kami ini dengan kondisi hujan deras seperti ini. Jalan yang bapak lalui pasti sangat sulit karena hujan, kami berpikir Bapak tidak akan jadi ke kampung kami ini. Terimakasih bapak Bupati,” ujar Kepala Desa Pertengahan Marto Manalu dengan penuh haru.
Untuk merasakan apa yang dirasakan masyarakat Dusun Pertengahan, Bupati Taput dan rombongan menginap di tengah-tengah masyarakat yang belum merasakan keberadaan listrik, televisi dan tidak ada sinyal untuk berkomunikasi. Betul-betul terisolir dan rasanya sangat jauh dari pusat ibukota Tarutung. “Sungguh luar biasa, saya hadir di tengah-tengah masyarakat Desa pertengahan dan tidur bersama masyarakat serta merasakan apa yang mereka rasakan selama ini. Saya sungguh merinding dan seakan tidak percaya, saya bisa sampai disini dengan susah payah, tidur disini, makan disini, mandi disini, seperti yang dialami masyarakat disini setiap hari. Sangat menyentuh hati,” ujar Bupati di sela-sela kebersamaanya dengan masyarakat.
Malam harinya, Bupati Taput makan bersama masyarakat di tengah-tengah kampung yang diterangi dengan lampu ala kadarnya dengan menggunakan genset. Usai makan malam, acara dilanjutkan dengan diskusi bersama masyarakat dimana baik di sektor kesehatan, pendidikan, semua menyampaikan keluhan dan uneg-unegnya. Harapan dan keinginan yang sudah membeku bangkit kembali. “Kami yakin kali ini harapan kami menjadi kenyataan. Akan ada listrik disini, akan ada jalan hotmix yang akan kami dan anak-anak kami lalui, akan ada dering handpone tiap hari meminta hasil pertanian kami. Kami yakin itu akan segera terwujud,” ujar seorang tokoh masyarakat Bona Manalu (Op. Manat).
Usai diskusi bersama dengan masyarakat, acara dilanjutkan dengan penyerahan bantuan berupa sepatu sekolah anak-anak yang membuat mereka meloncat kegirangan karena Bupati Taput memakaikan langsung sepatu untuk dikenakan anak-anak. Bantuan alat-alat olahraga, bibit pertanian, seperti pohon alpukat, jagung dll. Acara berjalan dengan sangat akrab dan dilajutkan dengan acara hiburan rakyat dimana masyarakat menari dan berjoget bersama dengan para SKPD dan rombongan lainnya seakan melupakan sakitnya yang dialami saat jatuh bangun dijalanan penuh lumpur. Masyarakat menyajikan kemampuan terbaiknya dengan berlomba-lomba untuk menyanyikan lagu dihadapan Bupati Taput Nikson Nababan.
Malam dilalui dengan tidur yang sangat singkat karena subuh pukul 04.00 wib Bupati sudah berbincang kembali dengan masyarakat seakan tidak ingin kebersamaan itu akan berlalu karena Bupati dan rombongan akan melanjutkan perjlanan ke dusun lainnya. Sebelum melanjutkan perjalanan, Bupati Taput ingin menyusuri potensi alam sampuran (air terjun) yang ada di desa itu. Potensi alam yang luar biasa, tapi harus dilalui dari jalan setapak yang sangat licin dan sangat curam. Bupati Taput dan rombongan melaluinya dengan sangat susah payah dan hampir kehabisan tenaga menapaki curam dan terjalnya jalanan itu, tetapi bisa berhasil ditempuh dan kembali lagi ke kampung Pertengahan dengan selamat dan tetap semangat. Usai makan bersama dengan masyarakat, Bupati dan rombongan kembali melanjutkan perjalanan dengan diberangkatkan seluruh masyarakat dengan penuh haru dan menitipkan harapan yang sangat besar di pundak Nikson Nababan.
Hari Kedua, Sabtu (14/05), Perjalanan selanjutnya benar-benar menguras tenaga dan menguji kesabaran. Harus ditempuh dengan jalan kaki, naik dan turun gunung sepanjang 8 km. sangat licin, curam dan penuh lumpur tanah liat ditengah derasnya hujan. Walau jatuh bangun, melihat Bupati Taput Nikson Nababan tetap semangat rombongan juga dialiri semangat yang luar biasa hingga usia yang sudah tergolong tua pun bisa menuntaskan perjalanan itu hingga 6 (enam) jam dan tiba di Dusun Tumus dengan selamat.
Di Dusun Tumus masyarakat menanti dengan harap-harap cemas. Di tengah derasnya hujan, mereka pesimis Bupati dan rombongan bisa sampai di tengah-tengah mereka mengingat jalan yang harus dilalui akan sangat sulit. Tetapi kembali semangat masyarakat menyala-nyala karena pada pukul 16.00 wib akhirnya Bupati dan rombongan tiba di tengah-tengah mereka. Acara diawali dengan dengan ramah tamah dan menerima keluh kesah masyarakat hingga hiburan bersama masyarakat. Bantuan-bantuan juga diserahkan didusun ini dan diakhiri dengan makan bersama masyarakat.
Pukul 18.00 wib, Bupati Taput dan rombongan melanjutkan perjalanan ke Hajoran dan terus menyusuri jalanan hingga keluar dari Sorkam Kabupaten Tapanuli Tengah dengan membawa sejuta harapan yang dititipkan dipundaknya dari seluruh masyarakat Kecamatan Parmonangan di desa-desa yang masih terisolir.
“Perjalanan yang sungguh luar biasa dan menjadi sejarah bagi hidup saya. Saya berada langsung di tengah-tengah mereka dan merasakan langsung apa yang mereka rasakan. Dalam hati saya ini adalah tanggung jawab yang harus dituntaskan. Harapan mereka untuk bisa menikmati kemajuan sungguh masih terngiang-ngiang, tatapan mereka yang sangat penuh harap saya tempatkan di benak saya agar memberi semangat bagi saya untuk segera merealisasikan itu bagi mereka. Ini tanggung jawab besar, tapi harus segera saya realisasikan secara bertahap. Mereka harus menikmati kemajuan,” itu tekad dan janji saya,” ujar Bupati mengakhiri. (Humas)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s