KPAID Pra Peradilkan Polres Taput

KPAIDTarutung – Setelah melalui proses yang panjang, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Daerah Tapanuli Utara (Taput) mempraperadilkan Polres Taput terkait kasus pencabulan terhadap anak dengan korban berinisial E (17), warga Tarutung.

Prapid terhadap polisi ini didaftarkan oleh kuasa hukum KPAID Taput, Zulkifli Lumban Gaol SH, di Pengadilan Negeri Tarutung, Kamis (12/5), sekitar pukul 14.00 Wib, dengan regristasi berkas Nomor: 01/Prapid/2016/PN.TRT tertanggal 12 Mei 2016.Saat diwawancara New Tapanuli, Kamis (12/5) ketertarikannya menangani kasus ini, Zulkifli memaparkan motivasinya mendaftarkan prapid ini karena ada kejanggalan yang dibuat oleh kepolisian dalam kasus ini.

“Sangat sederhana kenapa saya tertarik melakukan laporan gugatan, sematamata menegakkan hukum bahwa peraturan perundangundangan itu jangan tajam kebawah tumpul keatas,” ungkapnya di Kantor Pengadilan Sipoholon. Zulkifli menyebutkan, salah satu kejanggalan yang diamatinya yang pertama adalah LP 031. Di LP 031 ini ada yang sangat janggal. “Nanti bisa kita lihat dipersidangan dan mudah mudahan berjalan sesuai dengan aspektasi hukum yang berlaku jangan lagi terjadi hal hal seperti ini,” ujar Zulkifli didampingi timnya Iren Parlindungan Tambunan SH.

Menurut Lawyer asal Medan ini, kasus yang ditangani oleh KPAID Taput atas nama E merupakan delik biasa bukan delik aduan, kenapa diendapkan. Perdamaian yang dilakukan tidak bisa mengaburkan dan menghapus tindak pidana yang dilakukan oleh para tersangka. “Polisi jangan main main, ini sebenarnya persoalan yang sepele pertama tentang anak, asas light spesialist itu ada kenapa hanya karena perdamaian bisa menghapuskan semua tindak pidana yang dilakukan sama pelaku,” tandasnya. Dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyelidikan (SP3) oleh polisi, juga merupakan kejanggalan yang lain.Dipaparkannya, memang banyak aturan untuk mengeluarkan SP3. Untuk kasus ini, apa dasar pihak kepolisian mengeluarkan SP3 itu. “Menurut saya, seharusnya, kasus ini tidak boleh di SP3-kan dengan alasan apapun.

Kita lihat saja nanti dasar peraturan apa yang jadi alibi polisi dipersidangan mengeluarkan SP3 kasus tersebut,” tegas Zulkifli. Zulkifli berkomitmen prapid ini bisa dimenangkan, sehingga kasus dibuka kembali dan pihak kepolisian melakukan penyelidikan kembali. “Target kita, polisi juga jangan menganggap main-main persoalan hukum khususnya tentang perlindungan anak yang ditangani KPAI,” ujarnya. Terpisah, kamis (12/5) wartawan mengkonfirmasi Kapolres Taput AKBP Dudus HD melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing menegaskan, polres Taput menghormati seluruh proses hukum dan kita akan mengikuti sidang prapid. (as)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s