Dinkes Taput Copot Ka UPT Puskesmas Pangaribuan

CopotPangaribuan – Dalam rangka peningkatan kinerja puskesmas Pangaribuan sebagai salah satu Puskesmas rujukan rawat inap, Kepala Dinas Kesehatan dr Janri Nababan MM menunjuk dr Nestriana Lumbantoruan sebagai Pelaksana Harian ( Plh ). Surat perintah itu memberikan tugas kepada dr Nestriana Lumbantoruan menggantikan Kepala Puskesmas sebelumnya dr Idawaty Siregar. Selain itu juga Kasubbag Tata Usaha yang sebelumnya dijabat Posman Panggabean digantikan D boru Sitorus.

Penghunjukan itu langsung dilakukan Kepala Dinas Kesehatan dr Janri Nababan didampingi sekretaris Turpuk Pandiangan dihadiri Kepala Puskesmas dr Idawaty Siregar beserta segenap jajarannya di aula Puskesmas Pangaribuan, Jumat( 6/5 ).
Dalam kesempatan itu Janri Nababan menegaskan penggantian Kepala Puskesmas merupakan hal biasa untuk meningkatkan kinerja puskesmas.
“ Kami sudah lakukan pengumpulan fakta, mengenai adanya pelanggaran Standard Operasional Prosedur ( SOP ) yang dilakukan staff puskesmas dan selaku pimpinan Idawaty punya tanggung jawab besar karena kurang membina anggotanya untuk bertugas piket pagi hingga malam,” tegas Janri.
Sebagai puskesmas rujukan rawat inap, Puskesmas Pangaribuan tidak boleh kosong baik libur harus ada yang piket jaga, sehingga ketika ada pasien berobat tidak terkendala,” Kita telah programkan puskesmas itu pelayanan 24 jam, jadi puskesmas tidak boleh kosong harus ada piket dan itu tugas kepala puskesmas untuk melakukan monitoring dan kontrol kepada anggotanya,” katanya.
Secara khusus dr Janri mengatakan , latar belakang penonaktifan kepala Puskesmas dr Idawaty Siregar dan KTU Posman Panggabean karena pelanggaran prosedur, pada waktu itu ada seorang pasien meninggal dunia karena ketika dibawa ke puskesmas tidak ada satupun piket jaga.
“ Memang setelah kami investigasi kematian itu bukan akibat terlambat penanganan, karena pada waktu dibawa kesana pasien memang sudah tidak bernyawa lagi, tapi itu konsekuensi, mereka telah lalai dan melanggar prosedur pelayanan puskesmas 24 jam,” katanya.
“ Memang pahit, tapi ini menyangkut nyawa, bagaimana bila ada pasien yang betul butuh penanganan namun tidak ditangani secepatnya akan berakibat fatal. Kita tidak mau bermain-main mengenai nyawa pasien, ini merupakan pelajaran bagi kami semua di jajaran Dinas Kesehatan agar semakin meningkatkan kinerja,” katanya.
Disebutkan, Janri masalah ini pun telah diperiksa Inspektorat serta hasil investigasi memang mereka telah melanggar prosedur karena tidak ada piket pada waktu kejadian.
“ Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga, Dinkes Taput tidak main-main dalam mengeksekusi program Bupati Drs Nikson Nababan yang ingin mengoptimalkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. (Humas)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s