Ratusan Pinus di Dolok Imun Mati Akibat Disadap

1dSipoholon – Akibat penyadapan getah, ratusan batang pohon pinus di hutan Dolok Imun, Kecamatan Sipoholon, Tapanuli Utara (Taput) mati mengering. Pantauan wartawan bersama Kepala Desa Huta Raja Hasundutan di lokasi, menemukan sejumlah pinus yang mati dengan bekas penyadapan di batangnya.

Pohon pinus di hutan ini disadap getahnya ada dengan cara mengkoak atau mencungkil dan ada dengan cara dideres. Batang pinus dikoak hingga sedalam 10 centimeter, mungkin ini penyebab pinus mati.

“Kami khawatir areal ladang dan sawah yang ada di lereng Dolok Imun akan mengalami kekeringan,” ujar Kepala Desa Tarzan Situmeang.‬
Dijelaskannya, areal perladangan dan sawah di desa mereka ada seluas sekitar 120 hektar. Dimana mata pencarian utama warganya adalah bertani.‬ Karena itu, Tarzan meminta agar aktifitas penyadapan dihentikan. Sebab dampak negatifnya lebih besar dari pada manfaatnya.

“Dolok Imun adalah hutan adat milik leluhur kami, dan milik seluruh marga Raja Naipospos. Untuk itu izin kegiatan harus ada dan diketahui seluruh masyarakat desa,” tegas Tarzan.‬

Sabanudi Halao, seorang pekerja penyadapan ketika dijumpai awak media di hutan itu menjelaskan dirinya sudah bekerja di hutan itu selama 2 tahun. Bersama 13 rekannya, Sabanudi menyadap dengan cara mengkoak dan menderes. Batang pinus yang mereka sadap rata-rata sudah setinggi 3 meter.

“Kemungkinan tahun depan kami sudah tidak bekerja, karena hasilnya sudah sedikit.‬ Kami dipekerjakan oleh PT Inhutani. Dalam sebulan kami bisa menghasilkan getah sebanyak 4 ton,” tuturnya.

Sebelumnya, Ketua Umum Raja Naipospos Indonesia, Brigjen Pol Purn Parasian Simanungkalit menyatakan agar semua kegiatan penyadapan pohon pinus di hutan itu dihentikan. Di hutan tersebut ada Mual Raja Naipospos yang airnya dipergunakan masyarakat sekitar untuk kehidupan sehari-hari dan mengairi persawahan.‬ Penyadapan pun berdampak negatif terhadap ekosistim sekitar.

Ditegaskannya, kegiatan penyadapan getah pinus tidak boleh berlangsung di Hutan Dolok Imun apabila tidak dilakukan dengan musyawarah mufakat dengan pengurus punguan dan warga Naipospos yang ada di sekitar Dolok Imun. Bila tidak diindahkan, punguan akan menggugat pihak yang melanggar.

Selain di hutan itu, aktifitas penyadapan pinus baik oleh perorangan maupun perusahaan juga terjadi di hutan Kecamatan Pangaribuan dan Kecamatan Garoga, serta di hutan Kawasan Salib Kasih Kecamatan Siatasbarita, hutan Dolok Martimbang Kecamatan Tarutung, serta hutan Simanungkalit Desa Hutauruk, Kecamatan Sipoholon.

Selain PT Inhutani, ada juga oleh PT Global dan CV Parparean. Bisnis getah pinus memang sangat menjanjikan, pengepul sanggup membeli dari masyarakat dengan harga Rp4.000 per kilogramnya.‬

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s