Puskesmas Kosong, Pasien Meninggal

Pangaribuan – Tiurma Uli boru Pangaribuan meninggal dunia akibat tidak mendapatkan perawatan di Puskesmas rawat inap Desa Pakpahan, Kecamatan Pangaribuan. Saat itu, kondisi Puskesmas kosong, dimana dokter dan tenaga medis lainnya tidak masuk kerja.

Edison Pakpahan, suami pasien menceritakan bahwa istrinya menderita penyakit kronis yang membutuhkan penanganan cepat dan serius. Lalu mereka pergi berobat pada 9 Maret lalu sekira pukul 12.30 WIB. Namun, saat itu tak seorang pun tenaga medis masuk kerja. Dan, pada akhirnya pasien tersebut meninggal dunia karena sama sekali tak medapatkan perawatan.

“Anehnya, setelah meninggal, pihak puskesmas mengenakan biaya inap, formalin dan ambulans sebesar Rp 850 ribu oleh dr Ida Siregar selaku Ka UPT Puskesmas Pangaribuan,” Ujar Edison Pakpahan kepada wartawan, Selasa (3/5).

Dia mengatakan bahwa setiap hari Rabu (pekan Pasar Pangaribuan), puskesmas terebut selalu kosong karena para bidan banyak melakukan praktek di pasar untuk menambah penghasilan. Kebobrokan Puskesmas itu juga dirasakan oleh Boru Mangunsong, ibu yang melahirkan di puskesmas tersebut, warga Desa Paratusan. Dikatakan, dia memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS), namun tetap dikenakan biaya melahirkan sebesar Rp 1.500.000.

Pangeran Gultom, rekan Edison, juga mengatakan bahwa temannya bermarga Pakpahan juga dikenakanm biaya yang sangat tinggi saat berobat di Puskesmas tersebut. “Berobat satu malam dikenakan biaya Rp 700 ribu. Padahal pasien itu orang miskin,” ujarnya.

Dia mengatakan, atas peristiwa itu, Inspektorat Kabupaten Taput sudah memeriksa para dokter dan KTU pada 27 April lalu namun belum diketahui hasil pemeriksaan itu. “Pelayanan Puskesmas ini sangat buruk. Kami meminta Kepala UPT diganti,” ujar Gultom.Terpisah, Kepala UPT Puskesmas Pangaribuan dr Ida Siregar yang dikonfirmasi tidak membalas saat dikirim pesan singkat. Dihubungi, terdengar nada tak aktif.

Sementara Kepala Dinas Kesehetan Taput dr Janri Nababan melalui sekretarisnya bermarga Pandiangan mengatakan bahwa mereka belum mengetahui terkait pasien yang meninggal tersebut. “Kalau benar, saya akan koordinasikan dulu kepada kepala UPT dan baru akan saya laporkan kepada Pak Kadis dr Janri,” ujar Pandiangan. (as/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s