Bupati Taput Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XX

Nik1Tarutung – Bupati Tapanuli Utara Drs. Nikson Nababan bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan Hari otonomi Daerah ke-XX Tahun 2016 yang diikuti Sekretaris Daerah Kabupaten Tapanuli Utara Edward Tampubolon, SE, seluruh SKPD, seluruh staf Sekretariat dan Dinas, dengan tema “memantapkan Otda menghadapi tantangan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)” di Halaman Kantor Bupati Tapanuli Utara, Senin (25/05).

“Peringatan Otda ini bertujuan untuk memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan Otonomi Daerah di setiap tingkatan pemerintahan, mulai dari pusat sampai dengan daerah guna meningkatkan kesejahteraan rakyat, melalui peningkatan kualitas pelayanan publik, pemberdayaan masyarakat, peningkatan daya saing daerah dan pengembangan demokrasi lokal,” ujar Bupati membacakan sambutan Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia.
Selanjutnya Bupati menyampaikan bahwa pada pelaksanaan Hari Otonomi Daerah ke-XX tanggal 25 April 2016 ini, pemerintah akan mengumumkan perangkat kinerja penyelenggaraan Pemerintahan Daerah untuk masing-masing Propinsi dan Kabupaten/kota dan diharapkan hasil evaluasi tersebut menjadi pendorong bagi setiap pemerintah daerah dalam meningkatkan kinerja pemerintahan daerah, dalam rangka memajukan daerah dan meningkatkan kesekahteraan rakyat,” ujar Bupati menambahkan.
“Saya berharap seluruh SKPD berlomba-lomba untuk meraih prestasi dengan mengacu pada RPJMD dan RKPD yang pelaksanaannya dapat secara efektif dan Nawacita dan agenda prioritas Pemerintah Kabinet Kerja sehingga terwujud keterpaduan pengelolaan program pembangunan secara nasional antara program pembangunan daerah dengan program pembangunan nasional,” ujar Bupati menambahkan. (Ramlan Nababan/Humas)

Satu pemikiran pada “Bupati Taput Pimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-XX

  1. Selamat Ulang Tahun SBSI (25 April 1992 – 2016) ke-24

    Duapuluh empat tahun lalu (25 April 1992) Serikat Buruh Sejahtera Indonsia (SBSI) lahir dan dideklarasikan oleh sejumlah tokoh peruruhan yang menaruh kepedulian terhadap kondisi kerja dan kehidupan kaum buruh Indionesia. Hakikat ulang tahun, bagi yang lahir seyogyanya harus dijadikan momentum mengaca diri, apakah perjalanan selama 24 tahun itu (1992 – 2016) telah member banyak makna kehidupan buruh dan utamanya bagi mereka yang melahirkannya.

    Jika tidak, maka momentum ulang tahun – termasuk bagi semua orang yang hendak mengenang waktu kelahiran – tidak akan memberi apa-apa, karena hikat ulang tahun cuma sekedar hura-hura belaka. Untuk kaum remaja, saat merayakan ulang tahun biasanya sering dirayakan dengan acara makan-manakan, pesta kebun, atau sejumlah bentuk halai balai lainnya, hingga mengesankan bila mereka yang sedang berulang tahun pantas dimanjakan dalam bentuk apa saja pada saat yang dianggap sacral itu. Padahal, essensi dari ulang tahun sesungguhnya yang tidak kalah penting adalah merenungkan kondisi dan situasi dari mereka (atau Ibu) yang melahirkan dulu itu.

    Dalam kaitan inilah gagasan sebetulnya gagasan untuk mengajak para dekralaratir SBSI hadir saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) SBSI yang baru saja dilaksanakan di Asrama Haji, 14 – 17 April 2016, keinginan menghadirkan para pendiri SBSI itu dianggap perlu. Seridaknya peserta Rakernas bisa memperoleh rujukan dari para pejuang dan aktivis buruh dahulu untuk dijadikan bahan pembanding saat berjuang sekarang. Andainya, para aktivs buruh masa lalu itu semua bisa hadir, boleh jadi suasana ulang tahun SBSI kali ini dapat lebih mengesankan.

    Artinya, hakikat ulang tahun ialah momentum yang tepat untuk mengenang suatu momentum kelahiran saat itu dengan segenap tantangan dan kegigihan mereka yang elahirkan, bukan sosok yang dilahirkan. Jadi momentum penting kelahiran bagi SBSI pada 24 tahun silam itu, misalnya bisa menjawab sejumlah pertanyaan, apakah dalam usia seumur itu SBSI sudah bisa disebut dewasa, menggapai cita-cita kesejahteraan yang menjadi tekad dan komitmen perjuangan dalam budaya kebersamaan, kesetaraan dan demokrasi serta solidaritas ?

    Momentum ulang tahun adalah saat yang bagus untuk merenungkan kembali lika-liku perjalanan panjang dengan segenap gapaian yang telah dan belum berhasil dilakukan, agar pada hari esok semua kekurangan – atau bahkan kesalahan – bisa diperbaiki guna meraih cita-cita bersama kaum buruh Indonesia, yaitu agar buruh dan aktivis buruh tentu saja bisa kenikmati kesejahteraan yang berkeadilan. Bebas berekpresi dan menyampaikan pendapat tidak cuma terhadap rezim penguasa dan pengusaha, tetapi juga dalam organisasi buruh itu sendiri.

    Tradisi dalam ulang tahun bagi SBSI sendiri baru kali ini akan dirayakan pada malam hari, Senin 25 April 2016 pukul 19.00 sampai selesai di Markas besar SBSI, Jl. Tanah Tinggi 2 No. 25 Jakarta. Datang ya, biar kebersamaan saat meniup lilin pun biusa kita lakukan bersama-sama. Karena kebersamaan dalam organisasi buruh harus dimulai dari meniup lilin juga. (Jacob Ereste) ***

    Happy Birthday SBSI (25 April 1992-2016) 24th

    Twenty-four years ago (25 April 1992) Indonsia Prosperity Trade Union (SBSI) was born and declared by a number of figures peruruhan who put their interest in working and living conditions of the workers Indionesia. Itself birthday, to which should be born should be a momentum mirror themselves, whether traveling for 24 years (1992-2016) was a member many meanings of life of workers and especially for those that gave it birth.

    If not, then the momentum birthday – including for all those who wanted to commemorate the birth – will not give anything, because hikat anniversary merely mere rah-rah. For young people, while celebrating his birthday usually is often celebrated with the meal-manakan, a garden party, or some other form of halai hall, to impress when they are being pampered inappropriate birthday in whatever form at the time it was considered sacred. In fact, the essence of the actual birthday no less important is to reflect the conditions and circumstances of their (or mother) who gave birth to the first.

    In this regard the idea is actually the idea to invite the dekralaratir SBSI present when the National Working Meeting (Rakernas) SBSI newly implemented in the Hajj Dormitory, 14 to 17 April 2016 the desire to bring the founders of the SBSI was considered necessary. Seridaknya National Workshop participants can get a referral from the fighters and labor activists in advance to be used as a comparison when struggling right now. Supposing the past aktivs workers it can all be present, may be the atmosphere of a birthday SBSI this time may be more impressive.

    That is, the nature of the anniversary is the right moment to commemorate a birth momentum at that time with all the challenges and the persistence of those who elahirkan not figure born. So important moment of birth to the SBSI in 24 years ago that, for example, could answer a question, whether the age of the rest of the SBSI already can be called up, reaching the ideals of welfare into determination and commitment to fight the culture of togetherness, equality and democracy and solidarity?

    Momentum anniversary is a good time to reflect on the twists and turns of a long journey with all gapaian who have and have not managed to do, so that on the next day all the flaws – or even mistakes – could be improved to achieve the ideals that became kiinginan along, namely that workers and labor activists could kenikmati equitable prosperity. Free expression and expression is not only against the ruling regime and businessmen, but also in the organization of labor itself.

    Tradition in SBSI own birthday for the first time will be celebrated at night, Monday, April 25, 2016 at 19.00 to finish at the headquarters of the SBSI, Jl. Tanah Tinggi 2 No. 25 Jakarta. Coming yes, let togetherness when blowing out the candles was biusa we do together. Because together in labor organizations should start from blowing out candles as well. (Jacob Ereste) ***

    Pada 25 April 2016 23.16, Borsak Mangatasi Nababan menulis:

    > BORSAK MANGATASI NABABAN posted: “Tarutung – Bupati Tapanuli Utara Drs. > Nikson Nababan bertindak selaku inspektur upacara pada Upacara Peringatan > Hari otonomi Daerah ke-XX Tahun 2016 yang diikuti Sekretaris Daerah > Kabupaten Tapanuli Utara Edward Tampubolon, SE, seluruh SKPD, seluruh staf > ” >

    Suka

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s