Jalan Provinsi Sipahutar-Pangaribuan Longsor, Bupati Taput Surati Gubsu

CamatPangaribuan – Kondisi Jalan Provinsi Sipahutar–Pangaribuan, sudah mulai hancur akibat tergenang air hujan. Ada empat titik badan jalan yang sudah longsor dan menanti maut. Sehingga Pemkab Taput pun menyurati Pemprovsu agar segera diperbaiki.

Kendati sudah banyak kondisi jalan provinsi di Taput itu membahayakan kendaraan yang melintas pihak Dinas Bina Marga Sumut UPT Tarutung belum melakukan penanggulangan signifikan sehingga mengundang banyak reaksi dari masyarakat Taput.

Paling parah jalan yang baru selesai dibangun tahun anggaran (TA) 2015 lalu, tepatnya di Aek Nauli I, Kecamatan Sipahutar KM 20. Sudah seminggu jalan itu longsor dan menunggu korban.Umumnya jalan provinsi yang menghubungkan empat kecamatan itu, yakni Kecamatan Pangaribuan, Sipahutar, Siborongborong tidak lagi nyaman dilalui kendaraan.

Jalan provinsi yang longsor itu tampak sudah mengkhawatirkan karena badan jalan terbawa ke dalam jurang sedalam 20 meter.
Apalagi di musim hujan saat ini, dipastikan kendaraan roda empat bakal sulit melintas dari daerah itu. Jika tidak mengetahui kondisi jalan tersebut akan terperosok dan jatuh ke jurang.

Sedangkan badan jalan yang longsor akan bertambah parah sehingga transportasi Siborongborong–Sipahutar–Pangaribuan terancam putus total. Hingga saat ini tanda bahaya ataupun semacam police line belum ada dibuat di lokasi longsor.

“Jalan longsor itu sudah ditinjau Bupati Taput Drs Nikson Nababan sekaligus memerintahkan agar Pemprovsu atau dinas terkait disurati terkait jalan provinsi yang sudah mengkhawatirkan itu. Saat ini kondisi jalan tersebut menanti maut. Apalagi jika melintas pada malam hari harus hati-hati,” ujar Camat Sipahutar Ronal Silitonga kepada wartawan, Rabu (20/4).

Menurutnya, jika hujan deras turun diperkirakan semua badan jalan akan longsor terbawa air. Harusnya Dinas Bina marga Sumut tanggap sebab jalan tersebut merupakan jalan yang menghubungkan empat kecamatan. Jadi sangat vital. Masyarakat sudah banyak yang protes kenapa jalan tersebut lamban diperbaiki.

“Kita harapkan agar Kadis Bina marga Sumut responsif menyangkut perbaikan jalan propinsi di daerah. Apalagi jalan provinsi yang menelan biaya puluhan miliar itu baru selesai dikerjakan Desember 2015 lalu. Jangan bikin marah masyarakat” ujar Camat.

Sementara, Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing mengatakan, kondisi jalan provinsi Sipahutar–Pangaribuan sudah banyak yang hancur.

“Di beberapa titik ada yang baru dikerjakan sudah rusak parah. Bahkan longsor di Aek Nauli I Sipahutar sudah sangat mengancam dan rawan lakalantas. Kami imbau agar setiap pengendara agar hati-hati jika melintas dari area itu. Police line akan segera dipasang. Kita tidak menunggu instansi terkait lagi untuk menghindari lakalantas,” ujar Baringbing.

Pantauan wartawan badan jalan di Aek Nauli I sudah 5 meter longsor dengan kedalaman 20 – 30 meter ke jurang. Diperkirakan jalan yang tinggal hanya 4 meter lagi yang utuh. Itupun jika hujan turun seluruh jalan akan longsor dan putus total. “Sudah dua minggu lebih jalan propinsi tersebut longsor. Umunya jalan Pangaribuan – Garoga sudah banyak seperti kubangan kerbau. Apalagi di waktu musim hujan, sudah banyak pengendara yang terpeleset. Bahkan terjadi lakalantas. Jika musim penghujan dipastikan setiap kendaraan akan sulit melewatinya. Pernah jalan ini di survei untuk perbaikan. Katanya untuk dilaporkan ke Dinas Bina Marga Propsu. Tapi kenyataanya belum ada perbaikan hingga sekarang ini. Ternyata yang dijadikan proyek perbaikan justru di jalan yang tidak begitu parah. Itu kan aneh. Entah siapa yang membuatnya.

Jika tidak segera diperbaiki, dikhawatirkan akan putus total. Belum lagi mobil truk loging pengangkut kayu pinus melebihi tonase ada melintas. Untung saja para supir di daerah ini sangat mengetahui kondisi jalan. Jika pendatang dipastikan akan mengalami kecelakaan,” ujar tokoh masyarakat Sipahutar dan Pangaribuan, A Karo Simanjuntak (59), MN Pakpahan (60) dan Marolop Pakpahan (59) kepada wartawan, Rabu (20/4).

Sementara, para supir yang melintas dari daerah itu mengaku sudah takut melintas. Apalagi pada malam hari karena badan jalan yang longsor sudah melebar.

“Kami heran, kenapa tidak segera diperbaiki. Ini kan jalan provinsi. Sudah dua minggu lebih jalan yang longsor di Desa Aek Nauli I Kecamatan Sipahutar itu, tetapi belum ada perbaikan. Kalau jalan ini putus total, bagaimana dengan kelancaran pengangkutan hasil pertanian rakyat, seperti nanas,” ujar Silitonga dan Hasibuan.

Kepala UPRP JJ Tarutung Togar Simanjuntak yang dihubungi, Rabu (20/4) terkait jalan longsor tersebut melalui telepon selulernya tidak berhasil. (as)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s