Ratusan Massa Tebang Tanaman Rakyat, Jagung dan Kopi Seluas Enam Hektare Ludes

Pangaribuan – Ratusan massa mendatangi Desa Parsorminan I, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Kamis (14/4). Dengan membawa senjata tajam berupa golok panjang, mereka langsung menebangi tanaman rakyat seluas enam hektare.

Kedatangan ratusan massa terdiri dari kaum bapak dan ibu dari Desa Sampagul, Kecamatan Pangaribuan. Semuanya membawa golok atau parang panjang di tangannya sehingga membuat warga Parsorminan ketakutan. “Kami sangat ketakutan.

Mereka semuanya bawa parang panjang dan secara membabi buta menebangi semua tanaman kopi, jagung, cabai, jeruk dan terong belanda yang tumbuh di atas lahan seluas 6 hektare. Pelakunya marga Pakpahan dan kawan-kawan. Melihat kondisi itu, ipar saya Baringin Pakpahan salah satu pemilik lahan dan tanaman langsung minta pertolongan ke Polsek Pangaribuan. Namun massa terus membabat habis tanaman di sana,” ujar Patar Sihombing, keluarga (ipar) Baringin Sihombing kepada wartawan, Kamis (14/4).

Patar menuturkan, dia langsung melihat keberingasan ratusan massa yang datang dari desa lain ke desanya dengan membawa senjata tajam dengan menebangi semua tanaman di atas lahan keluarganya (marga Pakpahan). Mereka sangat terkejut. Massa yang juga bermarga Pakpahan dari Desa Sampagul itu mengklaim bahwa tanah seluas 6 hektare tersebut merupakan hak milik mereka. Massa datang gerombolan tanpa menghiraukan warga setempat.

“Bahkan polisi dari Polsek Pangaribuan dan Danramil yang turun ke lapangan untuk menghentikan tindakan massa, tidak mampu. Kehadiran aparat tidak dihiraukan, bahkan massa semakin beringas menebangi semua tanaman di atas lahan tersebut” tutur Patar.

Kendati Kapolsek Pangaribuan minta supaya jangan main hakim sendiri, ratusan massa itu tidak mendengarnya. Sehingga Pak Kapolsek minta bantuan dari Polres Taput.

“Dua jam kemudian, bantuan aparat polisi dari Polres tiba. Namun massa tidak ada lagi di lokasi karena mereka sudah selesai menebangi semua tanaman tersebut. Keluarga sudah ikut ke Polres Taput untuk membuat pengaduan,” ungkapnya.

Sementara itu, Kapolsek Pangaribuan AKP Viktor Simanjuntak yang dihubungi wartawan Kamis (14/4) terkait kerusuhan itu, membenarkan ada ratusan massa mendatangi Desa Parsorminan I. “Saya kebetulan di lapangan ini. Ratusan massa sangat beringas membawa senjata tajam dan menebangi tanaman yang tumbuh di atas lahan di Desa Parsorminan I. Kita sudah minta bantuan unit Sabhara Polres Taput untuk mengamankannya. Dan, sudah kita serahkan ke Polres untuk penangannannya”ujar Kapolsek .

Sedangkan, Camat Pangaribuan Drs Rapidin Sormin yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (14/4) terkait kerusuhan tersebut, tidak mengetahui peristiwa yang terjadi yang mengancam rakyat di daerahnya. “Saya tidak mengetahuinya. Dimana rupanya lokasi peristiwanya” ujar camat itu singkat.

Kapolres Taput melalui Kasubbag Humas Aiptu Walpon Baringbing SH yang dihubungi wartawan mengatakan, kondisi di Desa Parsorminan Pangaribuan sudah aman dan terkendali. “Masalah itu sudah ditangani Polres untuk proses hukum. Para korban Baringin Pakpahan dan kawan-kawan sudah membuat pengaduan ke Polres. Terkait kerusuhan penebangan tanaman masyarakat itu, semua pelakunya akan diproses secara hukum” ujarnya. (as)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s