Sadis ! Dua Petugas Pajak Dibunuh saat Tagih Tunggakan

duaGunungsitoli – Juru sita penagihan pajak KPP Pratama Sibolga, Parado Toga Fransriaono Siahaan (30) dan pegawai honorer Kantor Pajak Gunungsitoli, Sozanolo Lase (30), tewas dibunuh, Selasa (12/4) pukul 11.30 WIB.

Peristiwa terjadi di salah satu gudang yang berada di Jalan Yos Sudarso, Desa Hilihao, Kota Gunungsitoli, milik pelaku Agusman Lahagu alias Ama Tety (45).

Kapolres Nias AKBP Bazawato Zebua SH MH kepada para wartawan di Mapolres Nias, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia menambahkan, tak lama setelah kejadian, pelaku langsung menyerahkan diri ke Polres Nias. Namun untuk memastikan modus operandi peristiwa itu, pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam.

“Jadi kasusnya masih terus kita selidiki. Sementara jenazah kedua korban saat ini sudah berada di RSU Gunungsitoli.”

Dia menambahkan, Sat Reskrim Polres Nias hingga tadi malam, masih melakukan pemeriksaan terhadap sembilan saksi.

Sementara Ps Paur Humas Polres Nias, Aiptu O Daeli menjelaskan kronologis peristiwa pembunuhan tersebut sesuai pengakuan Agusman.
Menurutnya, Agusman memang dikenal sebagai pengusaha jual beli karet di kawasan Desa Hilihao.

Dikatakannya, sebelum kejadian, pelaku sedang melakukan aktifitas seperti biasa. Tak lama kemudian, Parada yang merupakan warga Jalan Ade Irma Suryani, Kelurahan Simare-mare Sibolga tiba bersama Sozanolo yang diketahui bermukim di Desa Hilina`a Kecamatan Gunungsitoli.

Tak lama setelah kedatangan keduanya, terjadilah peristiwa naas itu.

“Jadi pelaku sudah mengakui perbuatannya. Menurutnya, sekitar pukul 11.30 WIB, dua petugas perpajakan itu mendatanginya di gudang karet.”

Saat itu Parado dan Sozanolo menyerahkan kertas berisikan tagihan tunggakan pajak kepadanya selaku wajib pajak. Setelah dilihat, pelaku terkejut. Sebab tagihan pajaknya yang tertulis di kertas itu mencapai Rp14,7 miliar.

“Lalu pelaku kalap karena merasa tidak sanggup membayar tagihan tersebut.”

Kemudian ia menyuruh kedua korban menunggu di pondok yang terletak di area gudang karet miliknya.
“Saat keduanya menuju pondok, pelaku masuk ke dalam gudang dan mengambil sebilah pisau. Pisau itu diselipkan di pinggang.”

Selanjutnya ia kembali mendatangi kedua korban yang sedang duduk di pondok. Tanpa basa-basi, pelaku menikamkan pisau itu secara membambi buta. Sozanolo yang tak menyangka mendapat serangan, menjadi korban.

Sementara itu Parado masih sempat melarikan diri menuju jalan raya. Namun Agusman yang seperti kerasukan melakukan pengejaran.

“Naasnya, korban (Parado, red) terpeleset dan terjatuh. Pada saat itu pelaku mengambil bongkahan batu dan menghantamkannya ke bagian kepala. Kedua korban pun tewas di lokasi.”

Menkeu Berduka

Menteri Keuangan (Menkeu) Bambang Brodjonegoro menyampaikan berita duka terhadap dua pegawai pajak yang tewas saat menjalankan tugas.

“Meninggal, ironisnya ditusuk WP (wajib pajak, red),” kata Bambang di Gedung DPR, Jakarta.
Biasanya, kata Bambang, juru sita di kantor pelayanan pajak akan langsung mendatangi WP yang tidak patuh terhadap kewajibannya, dalam hal ini membayarkan pajak.

“Sehingga harus disita asetnya dalam rangka penagihan. Kedua pegawai yang berdedikasi (ini) harus meninggal,” tambahnya.

Bambang mengungkapkan, penyitaan aset akan dilakukan oleh pemerintah, baik terhadap WP pribadi maupun WP badan. Dalam kasus ini, Bambang menuturkan, belum mengetahui lebih lanjut, yang pasti pelaku penusukan dua juru sita kantor pelayanan pajak telah diamankan penegak hukum.

Mitra Kerja yang Baik

Sejumlah rekan kerja Parada di Kantor KPP Pratama Sibolga mengaku kaget dan tidak percaya dengan kejadian yang dialami kedua korban pembunuhan.

“Kita kaget sekaligus merasa sedih mendengar kabar kalau rekan kami Parada Siahaan dibunuh di Gunungsitoli,” kata sejumlah rekan kerja korban yang enggan dituliskan namanya.

Menurut mereka, informasi awal yang mereka dapatkan korban hanya ditikam oleh pelaku di Gunungsitoli, namun tidak berapa lama korban diinformasikan sudah meninggal dunia. “Selain Parada Siahaan, ada juga teman korban yakni Sozanolo Lase yang bekerja sebagai satpam KP2KP Gunungsitoli yang juga tewas dibunuh si pelaku,” jelas mereka.
Adapun kepergian Parada Siahaan ke Gunungsitoli, sambung mereka, dalam rangka menghantarkan surat penagihan hutang pajak dari salah seorang pengusaha di Gunungsitoli. “Saat itu, korban Parada Siahaan didampingi Satpam KP2KP Gunungsitoli, Sozanolo Lase menghantarkan surat tersebut. Dan saat itulah terjadi peristiwa pembunuhan tersebut,” kata mereka.

Masih menurut mereka, Parada Siahaan baru saja selesai berlibur dari Bali bersama istrinya yang sedang hamil 7 bulan. “Korban baru sampai di Sibolga, Senin (11/4) kemarin usai cuti dan berlibur ke Bali. Kemudian malamnya Parada Siahaan berangkat ke Pulau Nias untuk menjalankan tugas,” sebut mereka.

Sebelum berangkat ke Nias, lanjut mereka, Parada Siahaan masih membagi-bagikan baju kepada rekan-rekannya di kantor KPP Pratama Sibolga. Baju itu merupakan buah tangan yang dibawa korban dari Bali, bahkan ada baju dari Aceh. Sebab sebelum cuti kemarin, Parada sempat ditugaskan ke Aceh,” kata mereka sembari mengatakan, kalau hal itu merupakan kenang-kenangan terakhir dari korban.

Jenazah korban sendiri, kata mereka, direncanakan akan diberangkatkan dengan menggunakan pesawat dari Nias ke Medan, Rabu (13/4). “Jenazah korban dijemput langsung oleh Kepala KPP Pratama Sibolga dan diantar langsung kerumah duka di Medan,” tandas mereka lantas menambahkan sosok korban merupakan sahabat dan rekan kerja yang baik. (al/rb/int)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s