KPAI Tuntaskan Persoalan di SDN 173301 Taput, Bocah SD Dianiaya Hingga Meninggal

Lumbantongatonga – Komisi Perlindungan Anak Indonesia Kabupaten Taput, menuntaskan persoalan yang terjadi di SDN 173301 Lumbantonga-tonga, Kecamatan Siborongborong. Dimana, pada Oktober 2015 lalu, bocah SD berinisial AS (9) meninggal dunia setelah sebelumnya dianiaya oleh teman-temannya.

Amatan wartawan, Kamis (7/4( Kepala SDN 173301 Nimrod Pasaribu didampingi wali kelas M Hutauruk menjelaskan kejadian kepada Ketua KPAI Taput Edi Siburian dan sekretaris Sampe Silaban yang datang ke sekolah tersebut.

“Kejadiannya itu ketika istirahat sekolah sekira pukul 10.00 WIB, tepatnya di depan ruang kelas tiga. Bermula saat korban AS membeli gorengan, namun karena tidak diberikan kepada JN dan UN mereka memukuli dan menindih perut AS hingga menangis meraung kesakitan,” ujar seorang murid yang menjadi saksi kejadian tersebut.

Sementara itu, Ketua KPAI Taput Edi Siburian mengatakan, kejadian perkelahian antara anak- anak yang berujung kematian sangatlah disayangkan. Kejadian seperti ini supaya tidak ada lagi nantinya di kalangan pelajar, khususnya di Kabupaten Taput.

“Pengawasan dari guru harus lebih diperhatikan lagi dan juga perlu sosialisasi supaya kejadian kekerasan antara anak-anak tidak terjadi lagi ke depannya,” jelasnya.

Apabila ada kejadian anak sebagai pelaku dan anak sebagai korban mengacu kepada UU No 11 Tahun 2012 tentang Peradilan Pidana Anak, yang dimana di dalam UU ini diatur ketika anak dengan anak bermasalah atau berhadapan dengan hukum (ABH) yang mengutamakan penyelesaian perkara Retoratif Justice, yaitu penyelesaian perkara diluar peradilan dengan mengutamakan kepentingan terbaik dari anak, yaitu pemulihan terhadap anak baik sebagai korban ataupun pelaku.

“Maka dengan cara penyelesaian dengan upaya diversi yang menyelesaikan perkara anak diluar peradilan dengan mengetemukan korban dengan pelaku dengan pihak-pihak terkait. Dimana diatur dalam UU 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas UU 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak,” ungkap Sampe.

Sedangkan, Kepala UPTD Siborongborong Drs Pemimpin Marpaung menanggapai hal itu mengatakan, persoalan tersebut sudah dibawa ke ranah hukum dan akan dirembukkan dalam kekeluargaan nantinya serta mengundang masyarakat begitu juga kepala desa. “Persoalan ini sudah sampai kepada Inspektorat,” tandas Marpaung.(as)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s