Koordinator BPP Sipoholon Diduga Gelapkan Pupuk Bantuan 34 Zak

PupukSipoholon – Koordinator BPP Sipoholon diduga menggelapkankan pupuk bantuan pemerintah ke Kelompok Tani (Koptan) Wanita Tani di Kecamatan Sipoholon sebanyak 34 zak yang terdiri dari 22 zak urea dan 12 zak NPK.

”Pupuk tersebut diambil koordinator BPP Sipoholon J Simorangkir dari Koptan Wanita Tani. Pupuk diambil dari rumah sekretaris kelompok dipindahkan ke rumah ketua kelompok Rasmin Sitio dengan alasan yang tidak jelas,” kata berinisial RS anggota kelompok Wanita Tani.

“Pada rapat kelompok pada Minggu (13/3) kemarin sempat ricuh. Kita sudah tanya sama ketua kelompok bahwa itu tanggung jawab koordinator BPP J Simorangkir. Silahkan kalian tanya koordinator,” ungkapnya.

Menurut anggota kelompok Wanita Tani RS bahwa saat pupuk tersebut datang pertama ke kelompok, J Simorangkir sudah mengambil 2 zak tanpa alasan yang jelas. Kemudian pada akhir Desember diambil lagi 32 zak lagi. Jadi seluruhnya 34 zak.

Dia mengaku jika J Simorangkir juga mengancam kelompok tani apabila tidak digunakan ke jagung maka akan dipenjara. Saat ditanya ketua Kelompok Wanita Tani, Rasmin Sitio mengungkapkan bahwa pupuk tersebut tanggung jawab koordinator BPP Sipoholon.

Sementara itu, koordinator BPP Sipoholon J Simorangkir saat dihubungi melalui selulernya mengatakan, pupuk sebanyak 34 zak tersebut tidak ada benar digelapkan. “Semua itu tidak ada sama kita, karena itu milik kelompok. Mengenai ancaman terhadap kelompok tidak pernah saya ungkapkan,” jelasnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian dan Perkebunan melalui Kabid Tanaman Pangan dan Holtikultura S Tampubolon mengatakan, hal itu tidak sepengetahuan dari instansinya. Bantuan tersebut untuk pupuk oplah jagung 2015 itu berasal dari bantuan Provinsi Sumut untuk kelompok tani, yakni untuk kelompok itu bantuan 25 zak NPK atau 1.250 kg dan 29.5 zak urea atau 1.875 kg.

BPP sebagai koordinator kelompok tani diminta Dinas Pertanian untuk menyalurkan bantuan langsung ke kelompok tani. “Untuk memastikannya, kita akan menyelidikinya dan memanggil kelompok tani tersebut begitu juga koordinatornya,” sebutnya.

S Simanungkalit, salah seorang aktivis mengungkapkan, semua data atas penggelapan pupuk urea dan NPK tersebut dilakukan oleh koordinator BPP J Simorangkir sudah dipegangnya. Karena sesuai hasil investigasi di lapangan, para anggota kelompok mengeluh akibat ulah koordinator BPP tersebut. Koordinator BPP Simorangkir akan diadukan ke Polres Taput segera karena telah merugikan masyarakat dan semua anggota kelompok juga siap membuat pengaduan. “Semua bukti, berkas dan rekaman sudah ada pada kita. Benar bahwa koordinator BPP Sipoholon melakukannya” ujar Simanungkalit. (tul)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s