Tangis Istri Korban yang dibunuh Adik, Takkan Kawin Lagi Aku Pak

IstriTapteng – Usai divisum di rumah sakit umum Pandan, jenazah Erwin Sihombing kemudian dibawa dengan menggunakan ambulance ke lokasi kejadian yang menjadi rumah duka. Sepanjang jalan, Kristina istri korban tak kuasa membendung air matanya, dia terus saja menangisi jasad pria yang baru saja menihahinya tersebut.
Seakan masih tidak percaya dengan kenyataan yang ada bahwa pria yang dicintainya tersebut sudah tiada, setibanya di rumah duka Kristina pun ikut berbaring di sisi kiri jenazah dan memeluknya dengan mesra sambil menaikkan sebelah kakinya ke atas kaki jenazah.
Tak hanya itu, Kristina pun terus saja menciumi korban sambil menangis. Dalam tangisnya, Kristina mengungkapkan kekesalannya karena korban pergi meninggalkannya sendiri. “Kau tinggalkan aku Pak, siapalah kawanku Pak,” isaknya mengaisi jasad suaminya tersebut.
Saking cintanya kepada pria yang sudah terbujur kaku di hadapannya itu, wanita inipun mengaku rela hidup sendiri tanpa pendamping sepeninggal korban. “Tidak akan kawin aku Pak. Tidak aka kawin aku. Sayang kalinya aku samamu,” ucapnya.

Mendengar tangis istri korban, keluarga yang mendengarpun sempat marah dan melarangnya untuk berucap demikian. Lantaran, usianya yang masih muda.
Beberapa saat kemudian, Kristina beranjak dari tempat duduknya dan pergi ke arah sebuah kamar. Dari dalam, Kristina keluar dengan menggenggam seikat bunga yang diduga merupakan bunga pengantin. Sambil melangkah ke arah jenazah, dia mengaku bahwa hanya bunga itulah yang ditinggalkan korban padanya.
“Inilah yang kasihnya sama aku,” isaknya sambil berjalan kearah jenazah. Kemudian, Kristina menyelipkan bunga itu ke tangan pria yang telah menikahinya seminggu yang lalu, tepatnya Sabtu (5/3).
Menurut penatua adat setempat, jenazah korban akan dimakamkan hari , Senin (14/3).
Pelaku Pernah Dipenjara
Karena Kasus Penikaman

Menurut keterangan warga sekitar, Elimar, pelaku pembunuhan abang kandungnya tersebut ternyata pernah menjalani hukuman penjara dengan kasus penikaman. Kejadian sekitar 5 tahun lalu, pelaku menikam seorang pria yang juga masih bertaut keluarga dengan mereka. Korban tidak meninggal, hanya mengalami luka serius hingga menjalani perawatan serius.
“Kira-kira 5 tahun yang lalu, dia (pelaku) ini sudah pernah dipenjara. Dia menikam seorang pria marga Sihombing, masih keluarga mereka. Memang korbannya itu gak meninggal,” terang pria yang merupakan warga sekitar kepada wartawan.
Meski mengalami sedikit gangguan jiwa, namun katanya pelaku masih bisa diajak bicara normal. Dan kesehariannya hanya main internet. “Gak gila sebenarnya. Kalau gila mana mungkin bisa main internet, tiap hari dia main internet. Tahunya dia buka-buka situs,” ungkapnya.
Hanya saja, masih kata dia, pelaku gak bisa dikasari atau diganggu. Karena, bila ada yang mencoba mengganggunya, pelaku gak segan-segan mengancam akan membunuh sambil mengejar orang tersebut. “Sudah pernah begitu, ada yang berpapasan dengannya, dicakap kotorinya pelaku ini. Gak senang dia, kutikam kau nanti katanya, yang mengganggu inipun langsung lari pontang-panting. Pelakupun terus mengejarnya. Tak berapa lama waktu dia main internet, datang abangnya, yang dikejarnya tadi menghampiri pelaku. Kau apakan tadi adikku, katanya. Pelaku langsung berdiri, kutikam kau nanti, sambil mengejarnya,” bebernya.
Menurut amatan mereka, kondisi pelaku yang demikian setelah keluar dari penjara. “Stres dia setelah keluar penjaralah,” pungkasnya. (ts)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s