Kecelakaan Maut di Tarutung, Dua Meninggal, Satu Kritis

KecelakaanTarutung – Kecelakaan maut yang terjadi di Jalan Raja Johannes Hutabarat Tarutung-Sipirok Km 2, Kecamatan Tarutung, Kamis sekira pukul 22.00 WIB menewaskan dua pengendara sepedamotor.

Informasi dihimpun, satu unit sepedamotor Suzuki Satria No Polisi BB 3164 BH yang dikendarai oleh Ricardo Simorangkir (31), warga Desa Simorangkir Habinsaran, Kecamatan Siatas Barita bertabrakan dengan satu unit sepedamotor Honda Vario No Polisi BB 6438 BG yang dikendarai oleh Petrus Situmorang (43), warga Desa Parluasan, Kecamatan Sumbul Dairi. Keduanya meninggal di tempat kejadian perkara, sedangkan Aslot Sitorus (42) yang berboncengan dengan Petrus mengalami luka cukup serius.

Kasat Lantas AKP SP Anak Ampun ketika ditemui di lokasi menjelaskan, kronologis kejadian berawal saat kedua pengendara sepedamotor tersebut berjalan berlawanan arah. Dimana pengendara sepedamotor Suzuki datang dari arah Tarutung. Setibanya di TKP, kedua kendaraan tersebut bertrabakan adu kambing. Sehingga sepedamotor yang dikendarai oleh Ricardo terlempar ke beram jalan sebelah kiri arah menuju Sipirok.

“Hal yang sama juga dialami Petrus yang berprofesi sebagai kuli bangunan. Dia terlempar ke beram jalan sebelah kanan arah Tarutung dan juga meninggal di tempat kejadian. Saat ini sudah dibawa ke kampung halamannya di Dairi,” ujarnya.

Sedangkan Aslot Sitorus yang dibonceng oleh Petrus mengalami luka yang sangat serius dan saat ini sedang dirawat di RSUD Tarutung. Saat ini Sat Lantas Polres Taput yang langsung ia pimpin masih melakukan olah TKP untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut. Karena pada saat kejadian, tidak ada saksi yang melihat langsung. Namun setelah mendengar adanya suara benturan keras, baru warga sekitar keluar melihat kejadian. Kedua sepedamotor saat ini telah diamankan Lantas Polres Taput serta memeriksa 4 orang saksi.

Sementara itu, para warga di sekitar TKP mengatakan, kejadian kecelakaan tersebut kira-kira pukul 22.00 WIB. Terdengar ada suara sepedamotor dari kedua arah, yakni Tarutung-Sipirok melaju dengan kecepatan tinggi hingga tiba-tiba ada suara kuat seperti suara terbentur.

“Kita waktu itu sedang menonton, tapi ada suara sepedamotor melaju kencang dan ada suara benturan.Akibat benturan keras itu, kita dan warga lainnya keluar, ternyata ada tabrakan dan sepertinnya laga kambing. Kita melihat tiga orang sudah tergelak, satu sebelah kiri dan dua sebelah kanan. Saya sendiri tak berani melihatnya. Darahnya banyak becucuran hingga saya tidak mau mengambil fotonya,” ungkap R Lumbantobing.

Sementara itu, di kediaman korban Ricardo yang merupakan seorang PNS dipenuhi isak tangis para sanak saudara dan famili yang datang untuk melihat korban. Bahkan teman sekerjanya dari Kantor Badan Perizinan Taput ikut menetaskan air mata. “Mengapa kamu pergi secepat itu. Kamu tinggalkan kami, kemana lagi kami anakku. Tuhan tolong kami, anak kami ini sangat baik,” ungkap orangtua korban.

Menurut keluarga korban, S Simorangkir mengaku jika korban akan disemayamkan pada Minggu (11/03). Korban lainnya Aslot Sitorus saat ditemui di rumah sakit belum bisa dikonfirmasi. Menurut keluarga, korban tidak bisa diganggu karena lagi perawatan. “Tolonglah dulu, dia tidak bisa diganggu karena masih perawatan. Nantilah kalau uda agak lumayan kondisinnya Bapak datang,” sebutnya. (tul)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s