Nyawa Masyarakat Silantom VS Nyawa Binatang Buas yang Dilindungi

Oleh : Gomgom Gultom

Ilustrasi
Ilustrasi

Pangaribuan – Kalau kita berkunjung ke TB CENTER di kota Balige Kab Tobasa yang dibangun oleh Jend TB Silalahi,kita akan melihat seekor harimau Sumatra dipajang di pameran Galeri TB Center .Penulis tidak tau apakah itu asli harimau atau harimau tiruan,yang jelas penulis tidak tahu dan tidak perlu tau.
Terkait dengan penembakan harimau yang di desa silantom kecamatan pangaribuan,banyak sekali yang pro dan kontra.Tapi kalau yang ikut langsung ke Silantom waktu penembakan itu,pasti akan menjawab semua berjalan dengan wajar. Tapi kalau melihat komentar di medsos, yang katanya pecinta alam asyik saja menyalahkan warga silantom dan aparat.Seperti buta dengan keselamatan anak-anak manusia yang di silantom.Tapi mungkin orang itu berpikir…Orang silantom itu kalau dimangsa harimau sampai mati…ah…bukan siapa-siapaku,mau mati,mau takut,mau panik, bukan urusanku,yang penting harimau itu terselamatkan. Melihat banyaknya kritikan,salah satu warga silantom bermarga pasaribu mengatakan “MANUSIA MEMBELA MANUSIA,BINATANG BUAS MEMBELA BINATANG BUAS”ah…..keterlaluan itu pak pasaribu,itukan hewan yang dilindungi negara dan kata-kata itu tidak pantas kata penulis ini

Harimau Sumatra di Desa Silantom
Harimau Sumatra di Desa Silantom

Soal keseimbangan ekosistem itu jelas penting dan sangat penting demi kelangsungan hidup kita di bumi ini,kita akui memang harimau tersebut langka dan dilindungi Negara. Tapi kalau kita dihadapkan di situsi urgent yang disilantom,yang sangat mencekam,belum lagi aungan harimau mengamuk yang membuat ngeri dan nyali kita ciut.belum lagi lokasi sangat berdekatan dengan perkampungan warga. Wargapun mendesak aparat untuk mematikan harimau itu. Kata orang, harimau itu tidak akan menganggu kalau tidak diganggu.Ah…kata siapa itu namanya saja binatang buas,bukan binatang jinak.Apakah kita harus menerangkan dimana dan siapa saja yang dimangsa harimau hingga tewas…bahkan pawangnya pun di serang sampai tewas,kita rasa tidak perlu.

Harimau ditembak di Desa Silantom
Harimau ditembak di Desa Silantom

Tokoh masyarakat batak mengatakan tidak ada itu adat batak kalau dapat raja hutan(harimau) itu tidak di binda atau dijagal.Tokoh adat batak dimana itu???,kalau tradisi di silantom katanya harus begitu,untuk menghapus trauma sekampung dan sudah yang ketiga kali ini.” Asing sihapor Asing ladangna-Asing luat asing muse adatna”. Lain lubuk lain pula ikannya.Sesama suku batak punya tradisi berbeda dengan tempat yang beda. Kalaupun seratusan keluarga di silantom akan dipenjara karena meminta aparat menembak mati harimau serta menjagalnya dengan membagi-bagi sekampung.Silahkan saja…..!
Menurut Oscar Pasaribu warga silantom julu,masih ada katanya auman suara harimau dan jejak baru lain di silantom pasca penembakan harimau pada senin (7/3).Kalaupun katanya karena habitatnya terganggu akibat penebangan dan penggundulan hutan,mari kita sama-sama tanyakan kepada pihak terkait kenapa perusakan hutan masih terus berlansung,jangan kita tanyakan ke warga silantom.
Harapan kita seharusnya adalah Mendesak KLHK dan Badan konservasi dalam penanganan konflik satwa liar seperti harimau Sumatra dengan manusia.Mendorong pergerakan Lembaga pecinta alam dan konservasi, untuk bersama-sama mencari solusi jangka panjang dalam mengelola dan menangani lokasi yang menjadi kantung-kantung populasi harimau seperti di hutan pangaribuan supaya ekosistem benar-benar terjaga kelestariannya dan bukan saling menyalahkan.
Semoga yang prihatin itu mengerti sedikit perasaan hati kami warga silantom,yang tinggal di dekat hutan dan perladangan yang kapan saja bisa dimangsa binatang buas yang dilindungi itu.Kami warga silantom tidak tinggal seperti saudara di pemukiman kota,yang sangat tidak mungkin berjumpa dengan binatang buas ditengah ladang.yang setiap saat was-was akan kemunculan binatang buas siang maupun malam hari.
Mari kita saling menyelamatkan. Salam dari pangaribuan.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s