Pengkoakan Pinus Merusak Lingkungan

PinusSipoholon – Saat ini pengkoakan getah pinus semakin marak di Kabupaten Taput (Tapanuli Utara), seperti di Dusun Sibuntuon, Desa Simanungkalit, Kecamatan Sipoholon. Pasalnya jika pengkoakan habis karena batang pinus busuk dan tidak dapat dipergunakan lagi, maka kegiatan itu harus dihentikan secepatnya demi kelestarian alam di Taput.

Menurut pemerhati lingkungan JN Simanungkalit, dari hasil penilaian lebih baik kayu pinus ditebang dari pada dikoak. Karena kalau ditebang dapat ditanam kembali atau reboisasi dan PAD yang didapat pemerintah lumayan besar dari penjualan kayu pinus.

”Saya meminta kepada dinas terkait menghentikan pengkoakan pinus di Taput. Karena ulah ini dapat membunuh kayu secara perlahan. Pasalnya, setelah pengusaha habis mengkoak maka lokasi itu akan ditinggalkan dan berpindah ke daerah lain. Sementara bekas pengkoakan tidak dirawat ketika kayu mati dan tidak ditanam kembali. Itulah kita mengutuk keras pengusaha pengkoakan di bumi Taput,” ucapnya Simanungkalit kepada wartawan, Rabu (9/3) dengan penuh harapan.

Selain itu warga lainnya, Maju Simanungkalit juga mengimbau masyarakat sekitar agar tidak tergiur dengan janji-janji pengusaha royal fee dari hasil penjualan pengusaha. Karena jika dibandingkan dengan hasil hutan, tidak sebanding dengan hasil kerusakan tersebut.

Sebenarnya dia sangat tidak setuju pengkoakan di desanya, namun ia tidak berdaya menghentikan pengkokaan itu. Karena sesuai informasi yang diperoleh masyarakat, pengusaha sudah memperoleh izin dari Pemkab Taput.
”Kami tidak bisa berbuat banyak karena pengusaha pengkoakan di desa kami telah mengantongi izin dari dinas terkait. Namun hingga saat ini kami masih tetap berupaya mencari jalan terbaik dan mencari jalan untuk menghentikan kegiatan pengkoakan pinus di desa kami,” ucapnya dengan nada sedih.

Simanungkalit menambahkan, hasil pantauan mereka di lapangan, rata-rata kayu dikoak dengan lebar sekitar 10 sampai 20 cm dan kedalaman 10 sampai 14 cm. Sementara ketinggian lebih dari satu meter dan untuk satu batang kayu pengkoakan dilakukan tiga hingga empat lubang. Sehingga dengan ulah ini dipastikan kayu akan mati, sebab batang kayu tidak lagi mampu menyuplai air yang dibutuhkakan daun.

Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan (Kadishut) Taput Benhur Simamoraketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Rabu (9/3) mengatakan, lagi ada acara jadi kurang konsentrasi. Nantilah ya,” ujarnya singkat. (as)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s