Harimau Ditembak Karena Masuk Perkampungan Warga

harimau1Pangaribuan –Seekor harimau betina yang memiliki panjang 1,5 meter dan berat 80 Kg terperangkap jaring warga Silamtom di kawasan hutan perladangan Desa Silantom Tonga, Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara (Taput). Saat hendak ditangkap, binatang busa itu melarikan diri kea rah perkampungan. Karena takut membahayakan, akhirnya harimau tersebut ditembak.

Peristiwa itu terjadi pada Senin (7/3) lalu. Saat itu warga hendak memeriksa jaring yang dipasang untuk menangkap babi hutan di hutan. Namun saat dilihat dari kejauhan, yang ada di jaring bukannya babi, melainkah seekor harimau.

Temuan itu langsung diberitahukan kepada warga lain dan diteruskan ke petugas kepolisian dan pemerintah setempat.Seperti yang diungkapkan Camat Pangaribuan, Rapiddin Sormin, kemarin (8/3). Ia menuturkan, peristiwa itu sempat membuat warga panic dan ketakutan.

situasi ini sangat mengheboh masyarakat dan panik serta ketakutan, karena harimau itu dikhawatirkan akan memasuki dan menyerang kawasan perkampungan warga. Warga pun memberitahukan harimau yang terperangkap itu kepada aparat kepolisian setempat. Ini terjadi ketika
“Kejadiannya bermula saat warga memasang jaring untuk menangkap babi hutan yang sering merusak tanaman masyarakat. Tapi, jaring tersebut malah memerangkap seekor harimau. Saat didekati warga polisi, harimau meronta-ronta dan akhirnya lepas dari jarring.”

Setelah lepas, harimau itu pun siap menerkam dan lari kea rah perkampungan. Melihat kondisi itu, warga memaksa polisi yang ada di sana langsung menembak satwa liar itu.

Kapolsek Pangaribuan AKP Viktor Simanjuntak yang dihubungi melalui telepon selulernya, juga membenarkan kejadian itu.“Ya, memang awalnya warga memasang jarring untuk babi hutan. Tapi bukannya babi hutan yang dapat, nelainkan harimau.”Kapolsek menambahkan, begitu mendapatkan laporan warga, pihaknya bersama masyarakat langsung bergerak ke lokasi dan bermaksud mengamankan harimau itu dari jaring.
Seekor harimau yang sudah mati sebelum dibindakan. Sebelumnya harimau betina ini terperangkap jaring di perladangan warga di Desa Silantom Tonga, Kecamatan Pangaribuan, Tapanuli Utara.

Namun saat hendak diamankan, binatang buas itu meronta-ronta dan memutuskan tali jaring. Selanjutnya harimau itu melarikan diri ke perkampungan warga. Situasi ini pun membuat warga panik. Beramai-ramai warga memaksa aparat untuk menembak binatang buas itu. Sebab jika tidak, dikhawatirkan akan masuk kampung dan menyerang warga. “Warga yang ketakutan memaksa kita menembak mati harimau itu. Dan akhirnya harimau langsung ditembak.”

Lanjutnya, usai ditembak mati, harimau itu kemudian dipotong dan dagingnya dibindakan (dibagi-bagi, red) untuk dimakan secara bersama-sama.
“Jadi harimau yang mati itu sudah dibindakan masyarakat. Sebab binda itu merupakan tradisi. Jadi tradisinya di sini, kalau menemukan binatang buas ya dibindakan,” ucapnya sembari menyampaikan, sebelum dilakukan penembakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Hutan terlebih dahulu.

Warga, J Simatupang (42) dan G Gultom kepada wartawan menyampaikan, mereka menduga harimau itu lebih dari satu ekor dan berkeliaran di kawasan hutan perladangan warga kampung.

Mereka pun berharap agar pihak kehutanan provinsi maupun daerah menyelidiki keberadaan harimau di kawasan hutan perladangan di Silantom, Pangaribuan, agar tidak mengganggu kenyamanan warga.

“Kami ketakutan. Kami berharap pihak kehutanan bisa meninjau kawasan hutan di Silantom ini. Kita juga sudah sering melihat binatang buas tersebut berkeliaran di perladangan masyarakat. Jadi ini bukan yang pertama kali. Tapi kami juga memang bersalah. Hal itu tidak pernah kami beritahukan kepada pemerintah setempat maupun polisi,” ucap keduanya saling menimpali. (tul)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s