Warga Rahut Bosi Ngadu ke Presiden, Minta Penebangan Kayu Dihentikan

KayuPangaribuan – Warga Desa Rahut Bosi Onan, Kecamatan Pangaribuan, mengirimkan surat terbuka kepada Presiden RI Joko Widodo. Mereka mengadu terkait penebangan kayu pinus di daerahnya dan meminta agar pengusaha kayu berinisial TS menghentikan penebangan.

J Gultom, tokoh masyarakat Desa Rahut Bosi mengaku telah mengirimkan surat terbuka ke Jokowi dengan tembusan Kapolri, Menteri Kehutanan, Pangdam 1 Bukit Barisan, Gubernur Sumatera Utara, Bupati Taput, Ketua DPRD,Kapolres dan Kepala Dinas Kehutanan Taput. Surat terbuka dikirimkan tertanggal 27 Februari 2016. Isinya meminta agar penebangan hutan di daerah mereka dihentikan.

Dijelaskan, saat ini marak penebangan dan pengerusakan hutan rakyat/register yang terjadi di Rahut Bosi. Masyarakat setempat menduga itu terjadi karena ada kerjasama dari berbagai pihak. Sementara pengusaha penebangan yang saat ini masih beroperasi tidak memperdulikan ekosistem hutan dan kemiringan yang mengakibatkan rusaknya areal persawahan yang dekat dengan lokasi penebangan.

“Kami masyarakat setempat sudah mengajukan surat keberatan ke Dinas Kehutanan Taput. Namun aneh, sampai sekarang surat terbuka tersebut tidak digubris dan diperdulikan oleh pihak Dinas Kehutanan,” ujarnya.

Sementara warga setempat, F Gultom yang memiliki lahan persawahan dekat penebangan kayu pinus tersebut mengungkapkan, isi surat pernyataan keberatan tersebut antara lain, penebangan pinus tidak atas dasar mufakat masyarakat desa dan warga lainnya yang memiliki lokasi dekat penebangan.

“Aktivitas penebangan tersebut tidak terlebih dahulu mempertimbangkan efek dari gundulnya hutan dan akibatnya ke areal pertanian masyarakat. Hasil dari hutan tidak jelas peruntukannya. Apa ada untuk masyarakat umum atau hanya untuk keuntungan pribadi,” ujarnya.
“Kami masyarakat menduga ada beberapa pihak tertentu yang bekerjasama yang merugikan masyarakat desa kami. Diduga kuat ada rekayasa tanpa sepengetahuan masyarakat dalam pengajuan dokumen untuk memperoleh izin, bahkan ada dugaan pemalsuan tanda tangan,” sebut Gultom lagi.

Mereka pun meminta agar pemerintah menghentikan penebangan kayu tersebut. Jika tidak, masyarakat setempat akan melakukan aksi unjukrasa menuntut penebangan kayu di desa mereka dihentikan. Terpisah, Kepala Dinas Kehutanan Benhur Simamora yang dikonfirmasi melalui telepon seluler tidak ada jawaban. (tul)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s