Seekor Harimau Terperangkap, Ditembak Mati

HarimauPangaribuan – Seekor harimau betina sepanjang 1,5 meter dengan be­rat sekitar 80 kilogram terperangkap jaring warga di kawasan hutan perladangan di Desa Silantom Tonga, Kecamatan Pangaribuan, Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Senin (7/3).

Situasi ini membuat heboh masyarakat dan panik serta ketakutan, karena harimau itu dikhawatirkan akan memasuki dan menyerang kawasan perkam­pungan warga. Warga pun memberitahukan harimau yang terperangkap itu kepada aparat kepolisian setempat.

Kapolsek Pangaribuan, AKP Viktor Simanjuntak yang dikonfirmasi wartawan via seluler membenarkan ada harimau yang terperangkap jaring warga. Dia mengatakan, tertangkapnya harimau itu berawal ketika warga memasang pe­rangkap babi hutan di kawasan hutan perladangan.

“Namun bukannya babi hutan yang di dapat, tetapi justru harimau yang kena pe­rangkap jaring,” jelasnya.

Kapolsek menambahkan, pihaknya bersama warga sekitar ingin menga­mankan harimau itu dari jaring. Namun saat hendak diamankan binatang buas itu meronta dan memutuskan tali jaring. Harimau itupun melarikan diri ke da­erah perkampungan warga setelah lepas dari perangkap. Situasi ini membuat warga panik dan memaksa aparat menembak binatang buas itu agar tidak menyerang perkampungan.

“Warga yang ketakutan memaksa kita menambak mati harimau itu agar tidak menimbulkan korban,” katanya.

Kapolsek menambahkan, usai ditembak mati, harimau itu terakhir dijagalkan dan dibindakan (dipotong dan dibagi bersama) masyarakat untuk dimakan secara bersama-sama.

“Jadi harimau yang sudah mati itu sudah dibindakan masyarakat, sebab, binda itu merupakan tradisi kalau menemukan binatang buas,” ucapnya dan menyampaikan, sebelum dilakukan penembakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Balai Konservasi Hutan.

Salah seorang warga, R.Simatupang kepada wartawan menyampaikan, mereka menduga harimau itu lebih dari satu ekor berkeliaran di kawasan hutan perladangan.

Mereka berharap agar pihak kehutanan provinsi maupun daerah menyelidiki keberadaan harimau di kawasan hutan perladangan di Silantom Pangaribuan agar tidak mengganggu kenyamanan warga.

“Sebab kami bersama warga lainnya sudah ketakutan, kami berharap, supaya pihak kehutanan bisa meninjau kawasan hutan di Silantom itu,” katanya. (can)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s