Dishut Taput Amankan Kayu Pinus

PinusSipahutar – Dinas Kehutanan Kabupaten Tapanuli Utara mengamankan sebuah truk bermuatan kayu pinus yang tidak memiliki dokumen di Desa Siabal abal 2 kecamatan Sipahutar, Senin (22/2).
Kadis Kehutanan Benhur Simamora didampingi Kabid Intah Hombar Sinurat, saat itu hendak menuju ke lokasi penebangan kayu di Desa Rahut Bosi dan Lobu Galah Kecamatan Pangaribuan untuk melakukan uji tungkul kayu.
Saat melintas di jalinsum Sipahutar Pangaribuan sekira pukul 11.00 WIB, melintas sebuah truk bermuatan kayu pinus dengan No Pol BK 8190 DA dengan stiker di kaca depan bertuliskan Nabasado.
Kemudian, Kadis Kehutanan memberhentikan dan meminta supir truk turun untuk menunjukkan dokumen kayu, ternyata supir yang mengemudikan yakni Volvo Sianturi yang pernah diamankan pada Rabu (17/2) kemarin saat juga melintas membawa kayu tanpa dokumen.
“Kita turun kelokasi, karena banyaknya laporan masyarakat maraknya aktivitas penebangan kayu di daerah Pangaribuan yakni Desa Rahut Bosi dan Lobu Galah. Oknum pengusaha yang bermain kayu dilokasi tersabut yakni Tulus Sianturi dan Tahan Pardede,” kata Benhur.

Benhur mengatakan, pihaknya tidak ada mengeluarkan izin penebangan kayu untuk daerah Pangaribuan,
“Memang saat ini pengeluaran izin kayu oleh Kepala Balai Kehutanan dengan menunjuk Kades sebagai pejabat penerbit SKAU (Surat Keterangan Asal Usul) kayu, tapi kita telah menerima surat dari Kepala Balai tertanggal 26 Januari kemarin bahwa setiap penerbit SKAU yakni Kepala Desa harus melalui rekomendasi Dinas Kehutanan setempat,” ujarnya.
Benhhur mengatakan aktivitas penebangan kayu di Pangaribuan sudah meresahkan masyarakat dan harus ditindak,
“Sudah ketiga kalinya kami menangkap truk kayu tanpa dokumen, dan pelakunya sama dengan kemarin yang diamankan,” ujarnya.
Senada juga dikatakan Hombar, bahwa untuk penebangan kayu di Desa Rahut Bosi ada 38 orang membuat surat pernyataan keberatan,
“Atas laporan itulah kita turun, dan menurut aturan penerbit SKAU tidak boleh menebang kayu yang tumbuh alami dan tetap melalui rekomendasi Dinas Kehutanan,” ujarnya.
Sementara itu, sang supir truk Volvo Sianturi mengatakan bahwa kayu itu diambil atas persetujuan kepada Desa Rahut Bosi Onan Edison Gultom, sementara itu saat dikonformasi Kades mengatakan tidak pernah ada mengeluarkan surat dokumen kayu untuk Tulus Sianturi (pengusaha Romaida).
Mengetahui supir dan truknya ditahan, Tulus Sianturi datang dan kepada Palapa Pos mengatakan untuk penebangan kayu tidak perlu izin dari Dinas Kehutanan Taput karena berdasarkan PP 21 cukup hanya modal SKAU dari kepala Desa.
Dan, ketika Dinas Kehutanan mengatakan kayu tersebut akan diamankan ke Polres, pengusaha Tulus Sianturi melarikan supir Volvo Sianturi beserta kernetnya dengan menggunakan mobil Toyota Pajero Sport bernomor polisi BK 10 CS.
Karena takut terjadi apa-apa, atas petunjuk Polres Taput truk beserta kayu pinus dibawa ke Mapolres untuk penyelidikan lebih lanjut. (Patar Nababan SE)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s