Mau Lari Saja tapi Kasihan Adik-adik

SeganaiSIDIMPUAN – Astaga, selain mencabuli dua putri kandungnya, S dan E, A juga diduga pernah mencabuli L, putri bungsunya. E mengaku melihat langsung kejadian itu. “Bukan aku dan kakakku saja, adikku juga pernah diapain sama bapak. Aku pernah melihatnya secara langsung,” ungkap E, putri nomor dua pelaku.

Diceritakannya, semenjak ibu mereka meninggal, ia dan saudarinya sangat jauh dari kasih sayang orangtua. Mereka bukan hanya dipaksa bekerja, tetapi juga kerap menjadi korban nafsu ayah kandungnya.

S, kakak tertua yang mula menjadi korban, kemudian berlanjut ke E yang merupakan putri kedua. Lalu L, putri yang paling kecil. Diakui, E, perbuatan itu dilakukan bapaknya pada malam dan siang hari. Pernah suatu waktu, saat E sedang bermain di depan rumah, ia dipanggil oleh pelaku dan memaksanya.“Begitu juga dengan adik saya yang paling kecil, yang saya tahu ada satu kali dilakukan bapak,” ujarnya polos.

Saat ditanya, mengapa tidak melakukan perlawanan saat ayah mereka melakukan perbuatan itu, E mengaku tidak berani melawan. Alasannya, bapaknya kerap memukul dan menyiksa mereka.

“Jangan macam-macam kalian ya, kalian ikutin saja omonganku. Kalau enggak mati kalian semua nanti kubuat,” terangnya mengingat ucapan ayahnya yang sampai saat ini masih terus terbayang di pikiran.

S, putri pertama A, menambahkan, kedua adiknya juga pernah mengadukan perbuatan ayah mereka kepadanya. Namun, S juga tidak dapat berbuat banyak, karena ia juga merasa ikut menjadi korban.“Kami tidak bisa melawan, apalagi kami hidup dan hanya tinggal dengan bapak. Rasanya mau lari saja, tapi saya kasihan dengan nasib adik-adik,” ujar S yang sudah terbiasa mengerjakan pekerjaan berat itu.

S juga mengakui, kalau bukan hanya ia dan E yang menjadi korban nafsu sang ayah. Bahkan, L bungsu juga pernah mengalaminya. “Sebenarnya bukan kami berdua saja, adik saya yang paling kecil juga pernah dibuat (dicabuli,red) bapak,” ucapnya sedih.Sementara itu, L, yang ditanyai mengenai pengakuan kedua kakaknya seperti merasa malu dan membantah. “Enggaknya, orang kakaknya itu, pernah malam-malam dipijak bapak tanganku,” akunya yang waktu itu terbangun.

Direktur Eksekutif Yayasan Burangir, Lembaga Perlindungan Anak dan Perempuan Fitri Lenniwati Harahap bersama sekeretarisnya Juli Herniatman Zega mengatakan, pihaknya akan terus mendampingi ketiga perempuan kecil itu selama kasus berjalan dan selesai. Mereka juga akan memberikan yang terbaik bagi ketiganya, terlebih untuk memberikan rasa aman serta memotivasi untuk menghilangkan rasa traumatik bagi mereka.

“Kita cukup perihatin dan empati dengan kondisi ketiganya yang terbilang masih sangat anak-anak dan seperti tidak mendapat kasih sayang dari orang tua. Untuk kasus ini akan terus kita dampingi, biarpun ayah mereka tidak mengakui perbuatannya. Namun, dari pengakuan ketiganya, sudah bisa menjadi bukti kuat untuk menetapkannya sebagai tersangka,” tukasnya. (yza)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s