Seleksi Bintara Tak Lolos, Rp 264 Juta Melayang

SeleksiSIANTAR – Impian Joel Indra Sianipar (20) yang ingin lolos pada seleksi Bintara TNI tahun 2015 lalu tak kesampaian, walau ia telah memberikan uang Rp246.500.000 kepada Panguhalan br Sinaga, seorang ibu rumah tangga yang mengaku bisa meloloskan dirinya. Namun, saat Joel meminta uangnya kembali, Panghalan malah tak mengindahkan hingga akhirnya kasus ini dilapor ke polisi.

Keterangan dihimpun wartawan dari Dedi Sidabutar (26), saudara sepupu Joel, mereka reka mengeluarkan uang sebanyak itu karena IRT tersebut mengaku bisa membantu Joel untuk masuk pada seleksi calon bintara (secaba) TNI di Rindam Pematangsiantar. “Tapi ternyata, uang sudah habis, secaba pun tak lulus. Padahal uang itu yang kami kumpul-kumpulnya dari keluarga supaya ada keluarga yang jadi TNI,” ujar Dedi yang ditemui di Jalan Gereja, Jumat (19/2) sekira pukul 14.00 WIB.

Dedi yang mengaku menemani Joel melapor ke Polres Siantar mengatakan, awalnya ibu Joel, Tiaman br Silalahi dikenalkan Pdt Marga Simanungkalit dengan Panguhalan br Sinaga yang merupakan warga Jalan Mangga Ujung, Siantar Marihat. Pdt Simanungkalit itu adalah tetangga Joel di Silau Maraja, Kecamatan Setia Janji, ASahan. Waktu itu, sekitar bulan April 2015, Tiaman mendapatkan informasi dari Pdt Simanungkalit bahwa ada penerimaan secaba di Rindam Pematangsiantar.

Saat itu, Panguhalan br Sinaga mengenalkan keluarga korban dengan salah seoarang oknum TNI berinisial TM berpangkat Mayor.

Masih di bulan April, sekitat dua hari setelah perkenalan, Panguhalan br Sinaga langsung meminta uang kepada korban sebesar Rp31 juta dengan alasan untuk administrasi masuk secaba. “Korban mengirimkan uang itu karena pelaku mengatasnamakan TM. Makanya yakin,” kata Dedi.

Setelah uang administrasi, tanggal 11 Mei 2015, pelaku kembali meminta uang Rp5 juta, dengan alasan untuk biaya pemeriksaan kesehatan. Lalu, pada 19 Mei 2015, pelaku meminta uang minyak sebesar Rp500 ribu.

Selanjutnya, tanggal 11 Juni, korban juga mengirim uang Rp30 juta, pada 15 Juni pelaku minta Rp5 juta untuk biaya latihan, 6 Juli pelaku meminta Rp5 juta untuk uang pendaftaran secaba. Setelah mendaftar, tanggal 30 Juli 2015, pelaku kembali meminta uang sebesar Rp100 juta uang mengurus Joel masuk secaba. “Terkahir, tanggal 19 Agustus, pelaku minta Rp40 juta untuk pantohir terkakhir,” ujar Dedi seraya mengatakan bahwa semua uang tersebut ditransfer melalui BRI dan pelaku meminta uang tersebut dengan mengatasnamakan oknum TNI berpangkat Mayor itu.

Dedi mengatakan, sepupunya Joel sudah mendaftar secaba. Selama proses pendaftaran, Joel tinggal di rumah Panguhalan br Sinaga di Jalan Mangga Ujung, Lapangan Bola Atas. Memasuki tahap ketiga, yakni parade, Joel dinyatakan kalah dari secaba karena tidak lulus tes.
Sesuai perjanjian awal, bila Joel kalah, uang harus kembali, maka keluarga Joel pun meminta uang tersebut dikembalikan. Namun sampai sekarang, Jumat (19/2), uang tak juga dikembalikan. Bahkan, mereka juga sudah melapor ke Polres Pematangsiantar dengan bukti laporan STPL/473/XII/2015/SU/STR.

“Kasus ini sudah kami laporkan juga ke Polres Siantar,” kata Dedi sembari memperlihatkan bukti laporannya.
Sementara, Panguhalan br Sinaga yang diwawancarai pada Jumat (19/2) malam membantah kalau dirinya melakukan penipuan dan penggelapan sesuai yang disangkakan pelapor Tiaman br Silalai atas jumlah uang sebesar Rp246.500.000.

Panguhalan mengaku bahwa dirinya sudah dua kali diperiksa di Polres Siantar untuk memberikan keterangan atas pengaduan Tiaman. “Iya, gara-gara laporan pengaduan itu sudah dua kali aku dipanggil polisi. Padahal tidak ada uang itu samaku,” ujar Panguhalan.

Diceritakan, bulan Maret tahun lalu, Joel kos di rumahnya dan menantunya bermarga Simanungkalit yang membawanya. Tak berapa lama, Joel miminjam rekening bank milik Panguhalan. “Pas kusuruh buat rekening sendiri, alasan Joel bahwa KTP-nya di Kisaran, jadi sulit mengurus rekening. Waktu itu katanya ibunya mau kirim uang,” kata Panguhalan.

Ditanya soal uang senilai ratusan juta yang dikirim ke nomor rekening atas nama Panguhalan Sinaga, pemilik rekening mengaku tidak tahu karena buku rekening itu dipinjam oleh Joel. Begitu juga soal Joel yang hendak masuk secaba, Panguhalan juga mengaku tidak tau. “Yang aku tahu, Joel berobat penyembuhan panu,” kata Panguhalan.

Panguhalan mengaku sangat menyesal karena Joel yang selama ini sudah dianggap seperti anaknya sendiri malah dirinya dilaporkan atas tuduhan penggelapan. “Uang kos dan puding Rp1 juta, hanya itu saja yang aku terima dari Joel. Selebihnya tidak ada,” ujarnya. (end/ara)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s