Kapuspenkum Minta Kejari Doloksanggul tak Main-main

Oleh Togi Manurung

Kejagung
Amir Yanto

HAL ini dikatakan Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenkum) Kejagung Agung (Kejagung) Amir Yanto kepada wartawan, Selasa (16/2). Menurutnya, perkara pengrusakan pohon pisang yang melibatkan terdakwa Pintjentius Sihotang dan Erwing Sihotang harus ditangani profesional. Setidaknya, harus sesuai standar operasional prosedur (SOP) dan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP).

“Kalau bekerja jangan main-main, harus sungguh-sungguh dan tidak boleh seperti itu (berpihak-red),” kata Amir Yanto kepada Reaksi di Kejagung, Jakarta Selatan.

Amir, yang pernah menjabat Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumut menambahkan, terkait kinerja seorang jaksa Kejati Sumut harusnya lebih aktif, karena pekerjaan mereka juga diawasi dan dimonitor dari Kejagung.

Terkait surat masyarakat yang merasa dirugikan akibat perbuatan oknum oknum jaksa Doloksanggul, Amir menjelaskan, pastinya akan ditindaklanjuti.

“Nantinya, apakah jaksa muda pengawasan yang melihat atau jaksa muda tindak pidana umum yang melihat. Karena saya juga belum tahu isi suratnya,” ujar dia.

Sebelumnya, Kejari Doloksanggul dilaporkan ke Jaksa Agung. Pasalnya, oknum jaksa penuntut umum yang menangani perkara Pintjensius Sihotang dan Erwin Sihotang dinilai tidak profesional.

Bahkan, terkesan berpihak kepada pelapor (Purnama Purba). Laporan itu disampaikan pengacara Jaingin Tambunan dengan alasan bahwa LP/10/1V/2015/ Humbahas Pkt, tanggal 02 April 2015 terkesan dipaksakan untuk dilimpahkan ke pengadilan.

Bukan itu saja, tersangka yang dijerat dengan pasal pengerusakan pun langsung dijebloskan ke balik terali besi sesuai surat perintah penahanan Nomor PRINT-32/N.2.31/ Ep.1/Dsgl/01/2016, tanggal 27 Januari 2016.

Selain itu, Jaingin Tambunan juga melaporkan penyidik Polsek Pakkat, Brigadir SJ Barus dan Ipda Darwin ke Mabes Polri.

Menurutnya, kedua penyidik tersebut diduga tidak adil dan keberpihakan dalam menjalankan tugasnya.

““Tujuan kami melaporkan penyidik dan penuntut umum agar supremasi hukum dapat ditegakkan sesuai dengan cita-cita hukum. Artinya, hukum itu bukan milik orang-orang tertentu yang dapat mempengaruhi dan melakukan intervensi. Jangan sampai masyarakat mengatakan tidak percaya lagi kepada penegak hukum,” ujar Jaingin. ***

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s