Erry Nuradi Temukan Banyak Penyimpangan

gubsuJakarta – Plt Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi mengakui adanya temuan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) berisi penyelewengan penggunaan sejumlah mata anggaran di pemerintah provinsi Sumut (Pemprovsu).

“Ada beberapa temuan BPK, cukup banyak, saya tidak hapal semua apa isinya, tapi datanya ada, salah satunya penyimpangan yang berhubungan dengan dana BOS, lalu BDB itu tidak diberikannya dana bagi hasil kepada kabupaten kota yang berhak juga temuan mengenai dana Bansos yang dikelola masing-masing SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah), dan temuan-temuan lain yang saya tidak ingat,” kata Tengku Erry dalam sidang pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta, Rabu.

Terdakwa dalam perkara ini adalah Gatot Pujo Nugroho dan istrinya Evy Susanti yang didakwa menyuap hakim dan panitera Pengadilan Tata Usaha Negara senilai total 27.000 dolar AS dan 5.000 dolar Singapura untuk memengaruhi putusan terkait pengujian kewenangan Kejati Sumut serta menyuap mantan Sekjen Partai Nasdem Patrice Rio Capella sebesar Rp200 juta.

Suap tersebut terkait dengan adanya permohonan pengujian kewenangan Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara atas Penyelidikan tentang dugaan terjadinya Tindak Pidana Korupsi Dana Bantuan Sosial (Bansos), Bantuan Daerah Bawahan (BDB), Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dan tunggakan Dana Bagi Hasil (DBH) dan Penyertaan Modal pada sejumlah BUMD pada Pemerintah Provinsi Sumut.

“Kalau BOS itu ada dipakai untuk yang bukan kepentingan BOS, tapi pada tahun anggaran berikutnya digantikan, itu temuan BPK. Selanjutnya dana Bansos itu berhubungan dengan tidak dilengkapinya laporan pertanggungjawaban lembaga-lembaga penerima Bansos yang kalau tidak dilengkapi menimbulkan kerugian negara. Selanjutnya Dana Bagi Hasil ada yang kurang bayar, di mana provinsi tidak membayar hak kabupaten kota sehingga biro keuangan provinsi ditegur, dan kalau BDB ada temuan di kabupaten kota ada daerah yang seharusnya menyalurkan bantuan tapi ada kekurangan juga,” jelas Erry.

Dari temuan-temuan tersebut, Erry pun mengirimkan surat teguran kepada SKPD-SKPD terkait.

“Saya sampaikan surat teguran tertulis kepada SKPD misalnya kalau yang administrasi kurang maka diminta untuk dilengkapi atau ada kekurangan bayar itu dibawa ke DPRD agar nanti yang membayar otoritas daerah,” tambah Erry.

Namun sayangnya hingga saat ini SKPD terkait masih ada yang tidak menanggapi surat teguran Erry yang sudah menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumut tersebut.

“SKPD diingatkan untuk follow up ke SKPD tapi sampai hari ini masih ada yang belum ditindaklanjuti karena kepala SKPD sudah berganti dan menganggap itu tanggung jawab kepala SKPD yang lama,” jelas Erry.

Namun selaku kepala daerah, Gatot menurut Erry pun tidak ikut meminta agar SKPD menindaklanjuti temuan BPK tersebut.

“Saya dengan gubernur sangat kurang sekali komunikasi, setiap saya meminta bertemu Pak Gubernur belum ada waktu karena kesibukan tapi surat-surat teguran yang saya sampaikan ke SKPD semua ada tembusan ke Pak Gubernur,” tambah Erry.

Erry sendiri mengaku tahu bahwa temuan BPK itu pun ada yang ditindaklanjuti aparat penegak hukum dengan melakukan penyelidikan oleh Polda setempat.

“Dana BOS memang disidik pihak Polda Sumut tapi saya tidak tahu pasti sampai di mana, begitu juga temuan lain. Kemudian yang saya tahu baru-baru ini disidik Kejaksaan Agung, awalnya di Kejati tapi tidak tahu perkembangannya,” ungkap Erry.

Namun Erry membantah bahwa dirinyalah yang melaporkan penyelewengan dana tersebut ke aparat penegak hukum.

“Dari surat Mendagri salah satunya yang melaporkan Amsal Nasution (anggota DPRD dari fraksi Partai Keadilan Sejahtera),” kata Erry. (Ant)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s