PP & IPK Bentrok Lagi

ppMEDAN – Bentrokan antara Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK) kembali terjadi di Jalan Gaharu, simpang Jalan Bambu II, Medan Timur, hingga ke Simpang Glugur Kota, Medan Barat, Minggu (31/1) pukul 12.00 WIB.

Informasi yang diperoleh, kejadian tersebut dipicu oleh kubu massa PP yang melintas di Jalan Gaharu. Diduga akan melakukan penyerangan, massa IPK yang sedang berada di rumah duka, langsung mengejar massa PP.

Akibatnya, aksi saling lempar batu pun tak terelakkan. Namun, aksi tersebut dapat diredam setelah pihak kepolisian turun ke lokasi. Dari lokasi tersebut, 54 massa PP dari Belawan dan Marelan yang menumpangi Angkutan Kota (Angkot) 118 Mekar Jaya BK 1746 UD, Angkot 75 Morina BK 1530 DE, Angkot 110 BK 1461 GB, dan Angkot 32 BK 1286 UE, diamankan ke Polresta Medan.

Dari tangan mereka, pihak kepolisian mendapatkan beberapa senjata tajam, seperti beberapa tombak, pisau dan parang. Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto, dikonfirmasi di lokasi kejadian, mengatakan seluruh aparat siaga 1, karena sedang ada pelantikan salah satu OKP tingkat Kota Medan.

“Kebetulan tadi salah satu kelompok dengan menggunakan angkot, melakukan pelemparan kepada kelompok yang lain,” ungkapnya, Minggu (31/1) siang. Mardiaz mengatakan, saat dilakukan penggledahan, pihak kepolisian menemukan beberapa senjata tajam dalam angkot tersebut.
“Setelah dilakukan penggledahan, kami temukan adanya sajam, seperti golok, pedang, dan clurit, mereka sudah kita amankan untuk dilakukan pemeriksaan,” jelasnya.

Menurutnya, pihaknya sudah menempatkan para personil untuk ditempatkan di lokasi yang diduga rawan konflik.

“Kemarin Pak Wakapolda sudah melakukan koordinasi dengan seluruh ketua kedua kubu untuk saling komit meredam semua anggotanya,” jelasnya.Ketika disinggung tentang aksi bentrokan yang kembali terjadi, Mardiaz mengaku jika para anggota tersebut belum mengetahui intruksi dari ketuanya masing-masing.“Anggotanya yang ini mungkin belum tahu, karena ketua-ketua mereka sedang koordinasi dengan Panglima, Kapolda di kantor Kodim,” ungkapnya.

Mardiaz mengimbau kepada seluruh OKP agar saling menaati apa-apa saja yang diintruksikan oleh ketuanya masing-masing.“Masyarakat juga tidak perlu risau, karena kami hadir untuk menjaga keamanan dan kenyamanan masyarakat,” imbaunya.

Disinggung tindakan apa yang dilakukan jika adanya bentrokan kembali, Mardiaz mengaku akan melakukan penindakan tegas.

“Perintah dari Pak Kapolri ketika ada bentrokan lagi akan dilakukan tindakan tegas,” ujarnya.
Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara, Irjend Pol Ngadino, saat dikonfirmasi di kantor Kodim, mengatakan masih melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
“Sudah ada 30 orang saksi yang kita periksa, saat ini masih kita lakukan penyelidikan,” ujarnya.
Sementara itu, Plh Ketua PP Sumut, Kodrat Shah, saat dikonfirmasi di Kodim, mengatakan, dirinya tidak mengetahui motif kejadian tersebut.

“Saya tidak tahu apa motifnya, ada pihak yang terlalu membesarkan kejadian ini,” ungkapnya.
Kodrat berharap untuk ke depannya agar kedua kelompok organisasi tersebut dapat jalan bersama-sama.“Harapan saya, bisa jalan bersama-sama, jangan ada bentrok, karena kita sama-sama warga Indonesia,” harapnya.

Ketika disinggung tentang tindakan apa yang akan dilakukan jika anggotanya ada membuat pelanggaran, Kodrat mengatakan akan memberikan hukuman kepada seluruh anggota yang melakukan pelanggaran.
“Kami sudah intruksikan jangan ada pelanggaran, jika masih ada akan kita hukum, bisa diskorsing bisa juga dilakukan pemecatan,” ujarnya mengakhiri.

Terakhir Kali Ini Aku Minta Uang Sama Kakak…
Pasca bentrokan antara anggota Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK), keluarga Monang Hutabarat, Ketua PAC IPK Medan Perjuangan, yang menjadi korban bentrokan tersebut, meminta pihak kepolisian untuk segera mengusut tuntas kasus tersebut, Minggu (31/1).

Hal tersebut diungkapkan oleh Evilina Hutabarat (56) kakak kandung korban, warga Jalan Gaharu, Kelurahan Gaharu, Medan Timur, yang meminta kepada pihak kepolisian untuk langsung mengusut kasus kematian yang menimpa adiknya.

“Saya mewakili keluarga meminta kepada pihak kepolisian untuk segera mengusut kasus kematian adik saya ini,” ungkapnya saat ditemui di kediamannya, Minggu (31/1) siang.

Anak pertama dari 6 bersaudara ini mengatakan, adiknya tersebut yang merupakan anak ke 5 dari 6 bersaudara ini sudah aktif di keorganisasian sejak dari remaja.“Adik saya dari remaja memang sudah aktif di organisasi, sampai sekarang pun masih aktif, tahun lalu kan dia diangkat sebagai ketua PAC,” jelasnya.
Ketika disinggung tentang tabiat korban sebelum meninggal, Evilina mengatakan, jika beberapa hari sebelum korban meninggal, pada Minggu (24/1) lalu, adiknya tersebut pernah minta uang kepadanya.
“Terakhir itu seminggu yang lalu, dia datang ke tempat kerjaku, di Gaharu Lorong 1, dia minta uang Rp.300ribu, dan saat dia minta itu dia bilang, ‘terakhir kali ini aku minta uang sama kakak’ itu yang dibilangnya samaku,” ucapnya.

Hal senada juga diungkapkan, Ketua PAC Medan Timur, Dolok Habib Harahap meminta kepada pihak Kepolisian khususnya Kapolresta Medan untuk segera menangkap pelaku pembunuhan rekannya.
“Jujur saja kami tidak berterima dengan pembantaian terhadap rekan juang kami. Kami minta polisi untuk segera memproses kasus ini secara hukum,” ungkapnya saat ditemui saat pemakaman rekannya, Minggu (31/1) siang.

Dolok mengatakan saat kejadian ia bersama korban hendak menghadiri pelantikan IPK PAC Medan Denai di Jalan Pelajar. “Saat itu kami rombongan PAC IPK Medan Timur, PAC IPK Medan Deli, PAC IPK Labuhan dan PAC IPK Labuhan Deli berangkat menghadiri pelantikan, namun saat di Jalan Thamrin depan kantor MPW PP Sumut tiba-tiba kami dihadang dan diserang,” ucapnya.

Dolok menambahkan, ia melihat jelas bagaimana para pelaku keluar dari kantor MPW PP Sumut dengan membawa sajam dan tombak. “Korban (Monang) pertama kali dilempar batu, lalu setelah jatuh langsung ditikami wajah dan pahanya,” jelasnya.

Dolok menegaskan kepada pihak kepolisian untuk sesegera mungkin menangkap pelaku.
“Kami tegaskan ini agar kasus ini diproses secara hukum. Jika tidak ada, kami akan menindak tegas para pelaku,” tegasnya mengkahiri. (riz/pmg)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s