Dua Korban Pembunuhan Dibuang di Jalan

PembunuhanSidikalang – Dua jasad korban pembunuhan dibuang pelakunya di tengah jalan Dusun Hutarimbaru, Desa Kuta Usang Kecamatan Pegagan Hilir Kabupaten Dairi, Selasa (26/1). Letak keduanya terpisah 10 meter.

Korban adalah Pande Sihombing (60) dan Swandi Sinaga (50) penduduk Dusun Komplek Inpres berjarak sekitar 1 kilometer dari kediaman korban. Mayat pertama kali ditemukan Nova boru Tarigan (22) ketika hendak pergi ke sungai untuk mengambil air sekira pukul 06.00 Wib. Dia terkejut dan takut melihat dua tubuh penuh luka di kepala dalam posisi telungkup terkapar tak bernyawa. Dia menghentikan aktivitas lalu balik ke rumah.

Rekan korban, Keke Manik menjelaskan, dia bersama beberapa warga minum tuak di warung marga Situmorang, Senin (25/1) malam. Dia berboncengan dengan kedua korban. Di warung juga ada Sudirman Sihotang (60). Sepengetahuannya, tidak ada keributan. Masing-masing meneguk minuman tradisional tersebut. Karena listrik padam, dia pulang naik sepeda motor bersama kedua korban. Sihombing dan Sinaga diantar sampai depan rumah. Seterusnya, pemuda ini istirahat, dansepeda motor milik Sekdes dijemput putri aparatur desa itu. Keke menyebut, tidak tahu menahu bagaimana peristiwa tragis terjadi.

Sekretaris Desa, Wanner Manik menduga, penganiayaan dilakukan malam sebelumnya. Begitu mendapat kabar adanya korban tewas mengenaskan, dia langsung mengumpulkan masyarakat.Namun, Sudirman Sihotang tak ikut berkumpul. Rumahnya dibuka namun Sudirman telah pergi. Biasanya, Sudirman menginap di ladang seminggu lalu pulang kemudian buat mengambil bekal. Dari pengumpulan informasi, kata Wanner lagi, malam itu Maren Situngkir menghubungi keluarga Sudirman di Desa Soksang melaporkan adanya perkelahian melibatkan Sudirman.

Wanner mengutarakan, di sela minum tuak di warung, Sudirman sempat buang ingus. Sihombing sempat berujar, yang lalu biarlah berlalu. Namun, ada perkataan tidak mengenakkan. Sihombing dan Sinaga adalah teman karib dan sering kerja ke ladang bersamaan. Keduanya pernah cekcok dengan Sudirman.

Maren menerangkan, tidak melihat peristiwa naas. Malam itu, dia mengikuti kebaktian rohani di Dusun Hutarimbaru hingga pukul 23.00 Wib. Warga melarangnya pulang lantaran kabar keributan. Sehubungan itu, dia menginap di rumah rekan bernama Pasaribu. Kendati jarak kediaman terbilang dekat, dia memilih bermalam di rumah kawan. Menurutnya, ada lalu lalang kendaraan.

Anggota Satuan Reserse dan Kriminal Polres Dairi dan Polsek Sumbul berusaha melakukan pendalaman. Mereka juga menelusuri keberadaan Sudirman hingga naik bukit ke perladangan. Namun, belum ditemukan.

Kapolres melalui Kasat Reskrim AKP Hery Syofian memaparkan, 10 saksi dari kampung tersebut sudah dimintai keterangan. Identitas tersangka utama sudah dikantongi. Hanya saja, posisinya masih diburu. Tidak tertutup kemungkinan, penganiayaan berat dilakukan lebih dari satu orang. Sebuah parang, gagang parang, gagang babat yang diamamankan dari kejadian sebagai barang bukti. Korban dibawa ke RSU Bhayangkara Polda Sumut untuk menjalani otopsi.

Hery menambahkan boru Purba istri Sinaga baru saja melahirkan anak usia tiga minggu. Kehidupan rumah tangga cukup memprihatinkan. (ssr)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s