Selasa, KPU Tetapkan Dosmar-Saut

DOLOKSANGGUL – Apabila selama tiga hari ke depan, tidak ada gugatan perselisihan hasil pilkada (PHP) yang diajukan pasangan calon peserta pilkada, KPU Humbahas akan menetapkan Dosmar Banjarnahor-Saut P Simamora, sebagai Bupati dan Wakil Bupati Humbahas terpilih untuk periode 2015-2020.

Hal itu disampaikan Ketua KPU Leonard Pasaribu usai melaksanakan pleno penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara, Jumat (18/12). Hasilnya, pasangan Dosmar-Saut menang mutlak atas empat calon lain, yakni pasangan Mars, Rimso, Paten dan Harmoni.

“Penetapan akan dilakukan pada Selasa (22/12) mendatang. Bila selama tiga hari ke depan tidak ada PHP yang diajukan pasangan calon peserta pilkada,” sebutnya.

Menurutnya, bagi pasangan calon bupati peserta Pilkada Humbahas 9 Desember lalu yang tidak puas dengan perolehan suara hasil pilkada, dipersilahkan mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) dalam waktu 3 x 24 jam setelah rapat pleno penetapan hasil digelar.

Kendati demikian, kandidat yang tidak puas diingatkan untuk mengacu pada persyaratan yang ditetapkan undang-undang, yakni jika selisih perolehan suara dengan pasangan lawannya berkisar 0,5 persen hingga 2 persen.

“Jika sampai dalam waktu 3 x 24 jam, tidak ada paslon yang menyengketakan hasil pilkada. Kami akan akan menetapkan paslon Bupati dan Wakil Bupati Humbahas terpilih yakni Dosmar-Saut. Namun jika ada yang menyengketakan, maka penetapan akan dilakukan menunggu sidang sengeketa pilada kelar,” terangnya.

Menurutnya, penyelenggaraan pilkada berjalan cukup kondusif dan sesuai tahapan-tahan yang telah ditetapkan sebelumnya.

Disinggung soal adanya dua pasangan calon yang diusung satu partai politik yang nyatanya melanggar aturan pilkada, Leonard menyampaikan bahwa pihaknya hanya menjalankan putusan Panwaslih Humbahas dan putusan PT TUN Medan.

“Dasar penetapan ini adalah putusan Panwaslih Humbahas dan putusan PT TUN Medan. Kami hanya menjalankan. Sebab kedua putusan itu bersifat final dan mengikat. Jika tidak dijalankan, kami bisa dipidana,” ujarnya.

Pihaknya tidak ada ruang untuk menolak dan tidak menjalankan kedua putusan yang berbeda tersebut. “Kedua putusan itu final dan mengikat. Jadi mau bagaimana lagi dibuat. Terkait bagaimana nanti proses dan legalitasnya, kita serahkan ke pihak peradilan atau Mahkamah Konsitusi (MK). Yang jelasnya, kami hanya menjalankan putusan. Kemudian hasil konsultasi kami dengan pihak KPU RI juga demikian, termasuk dari saran Bawaslu RI sependapat dengan itu,” ujarnya.

Leoanrd didampingi komisioner KPU lainnya, Deliani Saragih, Kosmas Manalu dan Ramses Simamora juga menjelaskan, pihaknya berencana akan mengajukan permohonon untuk uji materil atas kewenangan Panwaslih dan PT TUN Medan ke MK.

“Terkait dengan kemungkinan gugatan soal proses pilkada atas dua paslon diusung satu partai politik itu, kami berencana akan mengajukan uji materil ke MK atas kedua putusan final dan mengikat tersebut,” tandasnya.(bl)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s