Tangan Tuhan Pasti Menolong

Sebab Aku ini, TUHAN, Allahmu, memegang tangan kananmu dan berkata kepadamu: “Janganlah takut, Akulah yang menolong engkau.”-Yesaya 41 : 13

HARI-HARI di bulan Desember ini, umat Kristiani di seluruh dunia sedang disibukkan dengan persiapan-persiapan menjelang perayaan hari kelahiran Sang Juru Slamat yaitu Natal. Anak-anak akan merasa sangat senang ketika Natal tiba. Mereka akan dibelikan baju baru, sepatu baru atau celana yang baru. Sukacita Natal akan terlihat dari senyuman anak-anak yang ikut ambil bagian dalam merayakan Natal.

Bagi keluarga yang berkecukupan, persoalan merayakan Natal dengan membeli baju baru atau sepatu baru mungkin tidak masalah. Bagaimana dengan yang tidak punya cukup uang? Merayakan Natal tidak harus dengan kemewahan atau membeli segala sesuatu yang baru. Ada banyak keluarga di luar sana yang tidak seberuntung kita, ada banyak anak-anak di luar sana yang tidak punya kesempatan untuk menikmati makanan yang enak-enak. Kita harus bersyukur dalam segala keadaan. Baik susah atau senang kita tetap harus bersyukur kepada Tuhan.

Dalam Matius 7 : 7 dikatakan “Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu.”

Dalam menjalani hidup di dunia ini, kita seringkali tidak sabar menantikan pertolongan Tuhan, saat menghadapi berbagai persoalan, baik itu persoalan ekonomi, perkerjaan, usaha, persoalan rumah tangga, dan berbagai macam persoalan lainnya yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Seringkali ada persoalan-persoalan yang membuat kita merasa sudah tidak mampu lagi untuk menghadapinya, terkadang kita terlalu cepat berkata ‘lebih baik aku mati saja’.

Dalam 1 Petrus 5 : 6 dituliskan “Karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya.”

Terkadang kita merasa bahwa tangan kita sudah sangat kuat untuk melakukan banyak hal. Kita merasa bahwa Tuhan tidak menjawab doa-doa kita. Dalam menghadapi berbagai persoalan, kita seringkali seperti kehilangan pengharapan dan sering tidak tau arah. Perasaan seperti ini akan memudahkan kita menempuh jalan yang salah dan akhirnya membuat iman percaya kita semakin rapuh.

Ketika iman percaya kita semakin lemah, maka iblis akan sangat mudah untuk menggiring kita ke jalan yang salah. Di saat doa-doa yang kita sampaikan kepada Tuhan belum juga dijawab, kita cenderung berprasangka buruk pada Tuhan dan mengabaikan kasih karunia Tuhan yang membuat kita bisa tetap bersabar dan setia menantikan uluran tangan Tuhan.

Kasih karunia Tuhan yang menjadikan kita sampai hari ini masih bisa menghirup udara segar patut kita syukuri. Jangan seperti orang-orang yang merasa dirinya paling hebat, paling ber-Tuhan dan suka melayani, tapi perilaku hidupnya sehari-hari justru bertolak belakang.

Karena, di dalam kehidupan saat ini seringkali kita sebagai orang percaya merasa bahwa tangan Tuhan tidak pernah sampai dan menyentuh kehidupan kita. Itu anggapan yang salah.

Lanjutan dari Matius 7 : 8 – 11 menuliskan “Karena setiap orang yang meminta, menerima dan setiap orang yang mencari, mendapat dan setiap orang yang mengetok, baginya pintu dibukakan. Adakah seorang dari padamu yang memberi batu kepada anaknya, jika ia meminta roti, atau memberi ular, jika ia meminta ikan? Jadi jika kamu yang jahat tahu memberi pemberian yang baik kepada anak-anakmu, apalagi Bapamu yang di sorga! Ia akan memberikan yang baik kepada mereka yang meminta kepada-Nya.”

Ketika membaca renungan ini, mungkin ada sebagian diantara kita yang merasa bahwa pengalaman serupa pernah dialami. Sudah sering berdoa dan meminta pertolongan Tuhan, tapi Tuhan belum juga menjawab, tangan Tuhan belum juga terulur untuk mengangkat kita dari berbagai permasalahan.

Menyerah kepada Tuhan

Jangan takut, Tuhan pasti menolong kita yang selalu berpengharapan kepada-Nya. Jangan terlalu larut dalam berbagai permasalahan yang dihadapi, ingat apa yang disampaikan Tuhan bahwa Dia tidak akan membiarkan kita sampai jatuh terjerembab. Tangan Tuhan pasti menolong kita dalam segala hal.

Angkat tanganmu dan berserulah kepada Tuhan. Berserah kepada Tuhan secara jujur dan berpengharapanlah hanya kepada Dia. Karena apa yang kita alami hari ini, mungkin sudah pernah dialami oleh orang lain satu tahun yang lalu. Apa pun kesusahan kita hari ini, mungkin sudah dialami oleh teman kita di satu kesempatan. Kita tidak sendiri, tapi ada Tuhan yang siap menopang kita.

Daud-pun sebagai hamba Allah, orang yang dipilih oleh Allah sering menghadapi persoalan yang sama. Disaat-saat seperti itu ia hanya bisa berteriak kepada Tuhan meminta pertolongan, menjadikan Tuhan sebagai kubu pertahanan dari berbagai serangan yang datang, dan itulah yang Daud ungkapkan dalam Mazmur 3.

Lihatlah apa yang Daud lakukan saat ia ada dalam keadaan seperti ini. Mazmur 31:2 Pada-Mu, TUHAN, aku berlindung, janganlah sekali-kali aku mendapat malu. Luputkanlah aku oleh karena keadilan-Mu, 31:3 sendengkanlah telinga-Mu kepadaku, bersegeralah melepaskan aku! Jadilah bagiku gunung batu tempat perlindungan, kubu pertahanan untuk menyelamatkan aku! 31:4 Sebab Engkau bukit batuku dan pertahananku, dan oleh karena nama-Mu Engkau akan menuntun dan membimbing aku.

Mazmur 31:5 Engkau akan mengeluarkan aku dari jaring yang dipasang orang terhadap aku, sebab Engkaulah tempat perlindunganku. 31:6 Ke dalam tangan-Mulah kuserahkan nyawaku; Engkau membebaskan aku, ya TUHAN, Allah yang setia.

Firman Tuhan ini memberi gambaran kepada kita bahwa, Daud begitu menyerah total dalam mengharapkan pertolongan Tuhan, ia tidak putus asa, ia tidak kuatir, tetapi ia mengungkapkan kepada Tuhan semua persoalan yang sedang ia alami. Tak terkecuali dengan kita pun saat ini tetap bisa melakukan apa yang dilakukan oleh Daud saat berada dalam kesulitan. Kita harus kuat dalam banyak hal ketika kita mempercayakan Tuhan sebagai penolong kita. Dalam keadaan apapun kalau kita tetap memandang Tuhan, kita tetap berharap pada Tuhan, maka ia akan menyatakan pertolongan-Nya tepat pada waktunya.

Apa pun persoalan hidup yang sedang kita alami, dan yang sedang terjadi, kuatkan dan teguhkan iman percaya kita kepada Tuhan dan berusahalah hidup berkenan dihadapan-Nya, maka tepat sesuai dengan waktu-Nya, kita akan melihat pertolongan Tuhan datang.

Pertolongan Tuhan kepada kita adalah sesuai dengan kekuatan dan keperkasaan tangan kanan-Nya (Mazmur 118:5-7, 13-16). Saat Tuhan membuka pintu gerbang-Nya, orang-orang benar akan masuk ke dalamnya dan berkemenangan. Tangan kanan menunjukkan posisi Tuhan Yesus yang berada di sebelah kanan Bapa setelah menaklukkan segala musuh di bawah kaki-Nya (Kisah Para Rasul 2:32-35), sehingga Dia siap memberi pertolongan kepada kita secara luar biasa oleh kehebatan kuasa kebangkitan-Nya (Efesus 1:19-23). Amin.

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s