Ini Penjelasan ESDM Tentang Kelanjutan Operasi Tambang Freeport di Papua

PapuaJakarta -Keinginan PT Freeport Indonesia kembali menambang di Papua pasca 2021 masih menjadi polemik. Salah satu polemik itu berkaitan tentang kesepakatan antara Freeport dengan pemerintah tentang kelanjutan operasi pertambangan Grasberg di Papua pasca 2021.

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) angkat bicara untuk menjelaskan mengenai kesepakatan tersebut. Keterangan tertulis yang diterima detikFinance dari Kementerin ESDM memberi penjelasan tentang kesepakatan tersebut.

Plt Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian ESDM, Hufron Asrofi, mengatakan, sehubungan dengan Press Release tanggal 9 oktober 2015 tentang ‘PT Freeport Indonesia dan Pemerintah Indonesia Menyepakati Kelanjutan Operasi Komplek Pertambangan Grasberg Pasca 2021’, bersama ini kami sampaikan penjelasan sebagai berikut:

1. Yang dimaksud dengan kesepakatan kelanjutan operasi antara PT Freeport Indonesia dengan Pemerintah RI adalah kesepakatan untuk menjaga kelangsungan operasi tambang, termasuk menyiapkan langkah langkah investasi karena PT Freeport Indonesia masih memiliki Kontrak Karya yang berlaku sampai dengan 2021.

2. Menyepakati kelanjutan operasi kompleks pertambangan Grasberg pasca 2021 tidak sama dengan perpanjangan kontrak karya.

3. Sesuai dengan PP nomor 77 Tahun 2014, pemegang kontrak karya baru dapat menyampaikan permohonan perpanjangan dalam dua tahun sebelum kontrak berakhir.

4. Surat Menteri ESDM tanggal 7 Oktober 2015 merupakan solusi yang ditempuh Pemerintah agar pihak PT Freeport Indonesia tetap melanjutkan persiapan investasinya. Jaminan kelanjutan investasi adalah hal yang wajar diberikan kepada investor apalagi jika kita mempertimbangkan pentingnya menarik investor dari luar yang bekum berinvestasi. Menjaga kelangsungan investasi siapapun yang sudah berada di Indonesia menjadi signal positif untuk dapat menarik investor baru.

Seperti diketahui, kontrak karya Freeport berakhir pada 2021 nanti. Berdasarkan kesepakatan di kontrak karya, 2 tahun sebelum 2021 akan dilakukan negosiasi antara Freeport dan pemerintah untuk menentukan kelanjutan kegiatan operasi penambangan di Papua. Yang jelas, Freeport ingin melanjutkan kembali menambang di Papua hingga 2041 nanti. (Detik)

Iklan

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s