62 Usaha Belum Kantongi Izin

IzinTarutung – Sedikitnya 62 usaha, terdiri dari penginapan, pertokoan dan usaha jual beli, di Tapanuli Utara (Taput), belum mengantongi izin usaha maupun izin keramaian (HO).

Kepala Kantor Satpol PP Sondang Panjaitan melalui Kasi Penegakan, Irwan AR Matondang mengatakan, jumlah itu sesuai data mereka sejak Januari hingga Desember 2015. “Jadi lokasinya, 10 usaha di Kecamatan Sipahutar, 19 usaha di Pangaribuan, 23 di Pahae Jae dan sisanya 10 usaha berada di Kecamatan Siborongborong dan Tarutung,” kata Irwan, Senin (7/12).

Menurutnya, jumlah itu diketahui setelah pihaknya melakukan razia dan turun langsung ke usaha-usaha yang ada untuk mengecek izinnya.

“Saat kita razia, diketahuilah pengusaha-pengusaha yang tidak mengurus izin. Namun saat itu sudah kita ingatkan dan imbau agar segera mengurus izin demi kelangsungan usaha tersebut.”

Termasuk usaha galian C yang menggunakan mesin penyedot yang bisa membahayakan lingkungan. Dikatakan Matondang, pihaknya sudah menyita 15 unit mesin penyedot yang dipakai di tangkahan galian C yang berada di Kecamatan Tarutung, Sipoholon dan Siatas Barita. “Setelah mesinnya kita sita, mereka kini bekerja secara manual.”
Ia mengungkapkan, selain izin usaha, masih banyak juga bangunan di Taput yang tidak memiliki IMB. “Khusus untuk IMB ini, kita terus menerus mengimbau masyarakat untuk mengurus izin mendirikan bangunan sebelum mendirikan bangunan rumah maupun bangunan lainnya. Kita juga sudah sosialisasikan tentang IMB ini kepada masyarakat secara langsung.”

Sementara Kasi Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas, Jonni Aritonang menjelaskan, hingga Desember 2015, pihaknya sudah merazia 125 pelajar yang berkeliaran. Rata-rata pelajar yang terjaring razia itu setingkat SLTP dan SLTA.

Kemudian sedikitnya 50 PNS yang berkeliaran saat jam kerja juga sempat diamankan dan didata. “Kami juga merazia kafe remang-remang dan tempat hiburan, penginapan, serta hotel. Akan tetapi kami selalu kecolongan, akibat razia yang akan digelar sudah tercium terlebih dulu. Makanya operasi pekat yang digelar selalu gagal. Operasi ini bahkan sudah dua belas kali kami laksanakan,” ucap Jonni.

Disebutkannya, razia pelajar dilakukan agar bisa membuat efek jera kepada para anak sekolah. Supaya anak sekolah jera bolos saat jam pelajaran. “Pihak sekolah dan guru guru Bimbingan Penyuluhan (BP) juga diharapkan bisa lebih memerhatikan siswanya.” (as)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s