Rumah Pengasingan Sisingamangaraja Itu Runtuh Termakan Usia

Ternyata, di Kota Tarutung, ibukota Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), ada rumah pengasingan Pahlawan Nasional Sisingamangaraja XII. Bagaimana kondisinya kini?
Oleh : Alfredo Sihombing-Tarutung

RumahSetiap peringatan Hari Pahlawan 10 November, tentu teringat akan semboyan terkenal mantan Presiden RI Soekarno, “Jangan sekali-kali meninggalkan sejarah” atau disingkat “Jasmerah”.

Dari Tanah Batak, ada salah satu nama pahlawan besar, yaitu Sisingamangaraja XII. Di Tarutung, ada bukti sejarah perjalanan perjuangannya, yaitu sebuah rumah eks pengasingan yang terletak di Jalan Raja Poltak, Kelurahan Hutatoruan V, Tarutung, tepatnya di depan Gereja HKBP Pearaja Tarutung.

“Bah, diingot hamu dope ate. (Wah, masih kalian ingatnya ya),” jawab Rubina Tambunan saat disambangi awak New Tapanuli (grup metrosiantar.com) di areal rumah bersejarah itu, kemarin.

Jawaban rada kaget itu dilontarkan keturunan keluarga Sisingamangaraja XII tersebut ketika ditanyakan tentang nasib bagian dari rumah itu yang pernah terbakar beberapa tahun lalu itu.

Bagian yang terbakar itu adalah rumah penjara, yang posisinya berada di depan rumah utama pengasingan tersebut.

Dijelaskannya, rumah penjara oleh pemerintah Belanda itu memang pernah ludes dilalap api pada November 2009 lalu. Kemudian dibangun kembali oleh pemerintah.

Tapi, rumah utama yang berpanggung itu kini sudah runtuh. Mengharukan melihatnya. Yang tersisa hanya tangga batu jalan masuknya saja. Selebihnya areal itu sudah ditumbuhi semak belukar.

“Rumah penjara ini yang pernah terbakar. Tapi kemudian dibangun lagi oleh pemerintah pusat. Tapi rumah utamanya sudah tidak ada lagi, runtuh karena sudah tua,” kata Rubina.

Kini, eks rumah penjara berdinding papan itu ditempati keluarga Rubina. Di rumah tahanan itulah dulu Sisingamangaraja XII dikurung. “Tidak bisa keluar kemana-mana. Ada penjaga yang mengawalnya,” ucapnya.

Dikatakannya lagi, pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto, setiap 10 November, perwakilan keluarga selalu diundang ke Istana Merdeka. Tapi setelah pemerintahan keluarga Cendana itu lengser, undangan bentuk penghormatan itu tidak pernah lagi datang.

“Saat zaman Soeharto, kami selalu dibantu pemerintah pusat. Sekarang tidak pernah lagi,” katanya.

Rubina juga kecewa sebab bentuk perhatian dari pemerintah daerah pun serupa adanya. Hal itu diakui Rubina.

“Pemerintah daerah tidak pernah memberikan bantuan apapun, bahkan selimper dibelah tujuh pun. Apapun yang terjadi, Pemkab Taput tidak pernah peduli dan terbuka,” bebernya lagi.

Janda dua orang anak itu berharap, pada momentun peringatan Hari Pahlawan ini, pemerintah kiranya mengingat nasib salah satu bukti sejarah dan keluarga pahlawan besar itu.

“Kami hanya rindu diingat. Bukan meminta apa-apa, tidak perlu sama saya itu, yang penting ada bentuk penghormatan,” ujarnya.

Seorang warga sekitar membenarkan bahwa Rubina Tambunan memang keturunan keluarga Sisingamangaraja XII. Dan rumah utama yang sudah runtuh itu memang belum pernah diberi perhatian. Apakah misalnya semacam upaya membangun kembali.

“Bangunan rumah itu sudah ambruk. Lokasinya di situ, yang sekarang sudah ditumbuhi semak belukar itu,” ucapnya.

Sejumlah literatur menyebutkan, Sisingamangaraja XII sendiri aslinya bermarga Sinambela dengan nama kecilnya Patuan Bosar. Dia lahir di Bakara, 18 Februari 1845, dan meninggal dunia di Dairi pada 17 Juni 1907 di usia 62 tahun.
Selain sebagai pejuang besar, Sisingamangaraja XII adalah seorang Raja di Tanah Batak. Lalu, atas pejuangannya berperang melawan Belanda, pemerintah Indonesia kemudian memberinya gelar itu sejak 9 November 1961 berdasarkan SK Presiden RI Nomor: 590/1961.
Sebelumnya ia dimakamkan di Tarutung, Taput. Bekas makamnya kini ditandai dengan sebuah bangunan tugu tepatnya di depan Kantor Bupati Taput, sekarang di Jalan Suprapto. Lalu, dipindahkan ke Soposurung, Balige, Tobasa, pada tahun 1953. Nama besarnya pun diabadikan sebagai nama jalan-jalan protokol di negeri ini. (ms)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s