Bripka ST Simanjuntak Tembak Istrinya dengan 4 Proyektil Peluru, 5 Lubang di Tubuh

BripkaOknum polisi Bripka ST Simanjuntak, yang menghabisi nyawa istrinya dengan menembak di kepala, perut dan pinggang, masih dalam penyelidikan pihak Polsek Kepenuhan dan Polres Rokan Hulu.

Kanit Reskrim Polsek Kepenuhan Ipda Syafarudin yang turut mengantar jenazah Resna br Nainggolan, Selasa (20/10) mengatakan, Senin (19/10) sekira pukul 10.00 WIB, pihaknya mendapat informasi dari masyarakat di lokasi kejadian bahwasa terjadi penembakan.

Selanjutnya, personel Polsek Kepenuhan langsung turun ke lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Setibanya di lokasi kejadian, persinya di depan rumah korban di Jalan Baru PT Ema, Kecamatan Kepenuhan, korban ditemukan sudah terkapar bersimbah darah.

“Dari hasil olah TKP, kami menemukan dua butir proyektil berserta dua unit hp milik korban dan pelaku,” ujar Ipda Syafarudin.

Dikatakan, sebelum pihaknya tiba di lokasi kejadian, pelaku yang menjabat sebagai Staf Babinkamtimbas di Polsek Kepenuhan sudah lebih dulu menemui Rizki yang juga merupakan personel Polsek Kepenuhan, untuk menitipkan senjata api yang dipakai menembak istrinya.
Hanya saja, waktu itu Rizki mengaku tidak mengetahui apa yang telah terjadi. “Senjata api milik pelaku yang dititipkan kepada anggota kita, Rizki, sudah tidak berisi peluru lagi,” jelasnya.

Alasan pelaku kepada Rizki saat menitipkan senjata tersebut, dalam dua hari ke depan dia tidak masuk kantor. Saat menitip senjata tersebut, pelaku diketahui mengenakan celana pendek. Padahal saat itu dia masih tugas. “Hari itu Bripka ST Simanjuntak dalam tugas piket,” ujar perwira dengan balok satu emas di pundaknya ini. “Pelaku yang lebih dikenal dengan panggilan Oppung senagaja menitipkan senjata kepada Rizki karena dia teman dekatnya,” terangnya.

Masih kata Ipda Syafarudin, selama ini pelaku sering bercerita di kantor soal hubungan keluarganya yang sering cekcok. Kalau sudah bertengkar di rumah, pelaku biasa cerita di kantor dengan anggota-anggota. Namun, apa persoalan dalam keluarga mereka, itu internal keluarga.

Ditanya bagaimana soal perkembangan penyelidikan terhadap pelaku, Ipda Syafarudin mengaku, terakhir kali dilakukan pelacakan menggunakan GPS, diketahui keberadaan pelaku masih di seputaran Rokan Hulu.
Pencarian melalui GPS sulit dilakukan karena pelaku berulangkali mengaktfikan dan menonaktifkan telepon selularnya. Begitupun, Ipda Syafarudin yakin bahwa dalam waktu dekat pelaku akan ditangkap. “Kasus ini menjadi tanggungjawab Polda Riau. Jadi untuk menangkap pelaku, pihak Polsek Kepenuhan sudah mendapat bantuan personel dari Polres Rokan Hulu. Kita yakin pelaku cepat ditangkap, berhubung Si Oppung itu sudah sangat dikenal di Polres Rokan Hulu,” pungkasnya.

Ditambahkan, dari hasil otopsi pihak rumah sakit, pada tubuh korban di bagian perut ditemukan dua butir proyektil. Dan, total proyektil yang ditemukan ada empat.

“Kalau lubang bekas peluru pada tubuh korban ada lima, namun proyektil ditemukan empat. Kita menduga satu di antara lima lubang tersebut tembus oleh satu peluru. Tapi itupun perlu hasil otopsi pihak forensik lebih lanjut,” katanya.

Terkahir disampaikan, pelaku dijerat Pasal 338 dan 340 KHUPidana dengan ancaman 10 tahun penjara.

Sahril, supir ambulance yang membawa jenazah korban dari RS Bayangkari Polda Riau mengatakan bahwa mereka berangkat pada Selasa (20/10) sekira pukul 04.00 WIB. Mereka agak lama di perjalanan karena terjadi kemacetan di beberapa titik ruas jalan. “Hampir 12 jam kami di perjalanan karena jalanan macet,” ungkap Sahril. (end/ara)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s