Mantan Kadisdik Diserahkan ke PN Tipikor

JaksaTarutung – Kepala Seksi Pidana Khusus Symon Morrys SH Kejaksaan Negeri Tarutung membawa empat tersangka dugaan kasus korupsi di daerah itu untuk diserahkan ke Pengadilan Negeri Tipikor Medan, Kamis (8/10). Keempat tersangka tersebut, yakni Joskar Limbong yang merupakan mantan Kadis Pendidikan Taput. Arifin Simamora mantan Kepala Bidang Sarana Prasarana.

Selain mereka, dua tersangka lainnya, yakni Immer Budi Aritonang dan Zamzami Zambak yang merupakan konsultan proyek di Dinas Pendidikan Taput. Keempat tersangka tersebut sebelumnya sudah dijebloskan di rumah tahanan Tarutung.

Kasi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Tarutung Symon Morrys kepada wartawan saat dikonfirmasi di kantornya, menerangkan, keempat tersangka yang sebelumnya sudah dijebloskan di Rutan Tarutung itu akan diserahkan JPU ke PN Tipikor Medan. Selain para tersangka, JPU juga akan menyerahkan barang bukti tindakan dugaan korupsi yang menjerat keempatnya.

“Hari ini kita membawa empat tersangka dalam dua kasus korupsi berbeda ke Medan. Karena kita akan menyerahkan tersangka dan barang buktinya ke PN Tipikor Medan. Untuk sementara mereka akan kita titipkan di Tanjung Gusta Medan. Sambil menunggu penetapan jadwal persidangan,” kata Symon kepada wartawan.

Dijelaskannya, untuk tersangka atas nama Joskar Limbong yang merupakan mantan Kadis Pendidikan Taput, Arifin Simamora mantan Kepala Bidang Sarana Prasarana dan konsultan Immer Budi Aritonang, ketiganya terjerat dugaan kasus korupsi proyek rehabilitasi sekolah yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2010.Sementara itu, untuk Zamzami Zambak, terjerat dugaan korupsi proyek rehabilitasi kelas yang dananya bersumber dari bantuan sosial ke Dinas Pendidikan Taput pada tahun 2012.
Dalam kasus DAK Dinas Pendidikan tahun 2010, Joskar, Arifin dan Immer ditetapkan sebagai tersangka karena dinilai sebagai pihak yang bertanggung jawab atas kekurangan volume pekerjaan di 9 dari 74 sekolah penerima dana DAK di tahun 2010 tersebut yang berdampak kepada kerugian keuangan negara.

“Dan laporan hasil pemeriksaan BPK juga memerintahkan, kontraktor yang mengerjakan 9 sekolah penerima DAK yang kekurangan volume, harus mengembalikan kerugian negara yang ditimbulkan akibat kekurangan volume pekerjaan itu. Yang kalau ditotal jumlahnya sekitar Rp118 juta,” ujarnya.
Menurut Symon, dalam mengusut tuntas kasus korupsi, pihaknya akan mendalami fakta-fakta baru yang nantinya tersaji di dalam persidangan. Termasuk, mendalami peran 9 kontraktor yang mengerjakan 9 sekolah yang kekurangan volume tersebut.

“Kita lihat saja nanti. Kalau ada fakta baru di persidangan, tidak tertutup kemungkinan akan ada tersangka baru dalam kasus ini,” kata Symon ketika dicecar wartawan seputar kemungkinan bertambahnya tersangka.

Sebelumnya, hasil pantauan, empat tersangka kasus korupsi tersebut dimasukkan pegawai Kejari Tarutung ke dalam sebuah mobil yang sudah parkir di depan kantor Kejari Tarutung. Setelah mereka masuk, mobil langsung meluncur untuk menuju Rutan Tanjung Gusta Medan. (ht)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s