Kritikan Bertubi-tubi untuk Arab Saudi Usai Tragedi Mina

Mina3Riyadh – Berbagai kritikan diarahkan kepada pemerintah Arab Saudi atas terjadi tragedi Mina yang merenggut lebih dari 700 nyawa. Saudi diminta mencari solusi yang tepat untuk menangani banyaknya jemaah di Mina, setiap musim haji.

Seperti dilansir New York Times, Jumat (25/9/2015), Direktur Eksekutif Yayasan Penelitian Warisan Islam, Irfan al-Alawi yang juga dikenal sebagai pengkritik keras otoritas Saudi menyebut insiden ini merupakan dampak dari buruknya pengelolaan otoritas Saudi. Terlebih melihat insiden serupa pernah terjadi beberapa kali sebelumnya.

Pada tahun 1990 lalu, sedikitnya 1.426 orang meninggal dalam insiden desak-desakan dan saling injak di Mina. Insiden terbaru yang terjadi pada Kamis (24/9) waktu setempat, tercatat sebagai insiden paling parah dalam 25 tahun terakhir di Saudi.

Kritikan lain datang dari arsitek kelahiran Makkah, Sami Angawi, yang juga dikenal sebagai cendekiawan, yang beberapa dekade terakhir sibuk mempelajari aktivitas haji di Saudi. Angawi menyebut otoritas Saudi menghadapi tantangan logistik terbesar dalam menyambut banyak jeamah haji yang bergerak dari satu lokasi ke lokasi lain, dalam jangka waktu tertentu.

Ada sekitar 2 juta jemaah haji dari 180 negara yang menjalankan ibadah haji tahun ini. Menurut Angawi, para jemaah haji ini sangat beragam dan kurangnya bahasa yang umum semakin menambah tantangan bagi otoritas Saudi.

“Dengan jumlah (jemaah haji) sebanyak ini dan segala keragaman yang ada, sangat sulit untuk berkomunikasi dan memberikan orientasi,” sebutnya.

Angawi mengkritik keras upaya otoritas Saudi yang memilih untuk terus membangun demi mengatasi masalah di Mina, bukannya meningkatkan kemampuan dalam pengendalian massa.

“Ada banyak uang yang dikeluarkan, tapi solusinya bukan membangun lebih banyak jalan atau jembatan. Melainkan, bagaimana untuk mengatur pengelolaan massa, yang mengalir dari satu area ke area lainnya,” tegasnya.

Kritikan lebih keras dilontarkan pakar antropologi dari London School of Economics, Dr Madawi al-Rasheed yang menuding keluarga Kerajaan Saudi mengambil banyak keuntungan dari proyek pengembangan di Makkah dan Madinah.

“Renovasi dan perluasan dilakukan dengan dalih menciptakan ruang lebih besar untuk jemaah haji, tapi sebenarnya hanya kedok untuk menguasai lahan dan banyak uang didapat oleh pangeran-pangeran dan pejabat Saudi lainnya. Tidak ada tanggung jawab,” tudingnya.
(nvc/ita)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s