Perjuangan Menembus Hutan Perawan Papua Menuju Lokasi Pesawat Jatuh

PapuaJakarta – Meski penemuan lokasi jatuhnya pesawat Trigana Air relatif cepat, kurang dari 48 jam, tapi perjuangan tim SAR untuk mencapai lokasi tidaklah mudah. Mereka menempuh jalan terjal berliku.

“Pencarian ini tidaklah mudah, sebab harus melalui hutan perawan Papua dengan medan yang sangat curam,” ujar Kapendam Cendrawasih Letkol Teguh PR, Selasa (18/8/2015).

Tak hanya itu saja, pohon-pohon yang lebat dan berlumut tebal juga menjadi halangan tersendiri. Tim harus mengeluarkan peralatan khusus untuk dapat melaju ke depan.

“Dengan peralatan chain saw dan parang, tim pencarian lewat darat dipimpin langsung Danyon 133, Letkol Arif Hidayat dan Danki Kapten Inf Ridwan harus membuka lebatnya hutan Papua,” ujar Teguh.

“Dengan penuh semangat jarak sejauh 4 km dari tempat bermalam dapat ditempuh Tim selama 4 jam. Pada pukul 09.50 tim yang bergerak dari darat berhasil menemukan serpihan, jenazah dan pencarian black box,” ujar Teguh.

Kemudian setelah berkutat beberapa lama di lokasi itu, salah satu anggota tim Sertu Agus mendapatkan kotak hitam. “Sekitar 13.30 black box Trigana Air yang jatuh di Oksibil telah ditemukan tim,” kata Teguh. (faj/nrl)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s