Hati-hati! Sabu Kemasan Bungkus Permen Beredar di Bandung

NarkobaBandung – Hati-hati bagi warga Bandung lantaran kini beredar narkotik jenis sabu kemasan bungkus permen. Polisi meminta orang tua mengawasi anak-anaknya agar tak menjadi korban.

“Kami mengimbau para orang tua lebih waspada terhadap jajanan anak. Jika membeli permen atau anaknya menemukan bentuk bungkus permen mencurigakan, jangan dimakan. Sebaiknya cepat melapor polisi,” ucap Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Angesta Romano Yoyol di Mapolrestabes Bandung, Selasa (18/8/2015).

Warning tersebut disampaikan Yoyol itu bukan tanpa bukti. Personel Satresnarkoba Polrestabes Bandung sukses membekuk pria inisial ERH (42), belum lama ini. Dia kurir sabu kemasan permen yang beroperasi di Bandung.

“Modus tersangka ini menggunakan pola tempel. Jadi bungkusan sabu disimpan menggunakan perekat di tempat yang sudah disepakati dengan pembeli. Lokasinya tak terduga, misalnya tempat perbelanjaan, rumah sakit dan sekolah,” tutur Yoyol.

Pelaku kejahatan narkoba terus berupaya menyamarkan aksinya guna mengelabui aparat penegak hukum. Tingkah ERH terbongkar setelah menawarkan barang haram tersebut kepada salah satu tahanan kasus narkoba yang mendekam di sel markas Satresnarkoba Polrestabes Bandung. ERH tak menyangka ponsel rekannya itu sudah diamankan polisi sehingga teks pesan singkatnya terbaca.

Polisi langsung bergerak mencari ERH dengan menyamar sebagai pembeli. Singkat cerita, polisi menangkap pengangguran tersebut di Jalan Cihampelas berserta barang bukti sabu dibungkus satu plastik berbobot 38,14 gram dan delapan paket kecil seberat 8,74 gram senilai Rp 100 juta.

“Untuk mengelabui petugas, sabu itu dilapisi bungkus bekas permen. Tersangka mendapatkan sabu dari seseorang inisial EMP yang kini berstatus daftar pencarian orang (DPO),” kata Yoyol.

Dia menegaskan tak berhenti kepada ERH. Polisi terus menyelidiki jaringan lainnya yang terlibat peredaran gelap sabu kemasan permen. ERH disangkakan melanggar Pasal 112 ayat 2 UU RI No.35 tahun 2009 tentang Narkotik.

“Saya pengangguran. Jadi kurir sabu karena faktor ekonomi. Tiap satu gram sabu itu saya mendapatkan upah 40 ribu rupiah. Sebulan bisa dapat untung 4 juta rupiah,” ujar ERH yang mengaku sering menikmati sabu. (bbn/ern)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s