Gara-gara Facebook Sekda Taput Lapor Polisi

Tarutung – Sekretaris Daerah (Sekda), Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Edward Tapubolon SE mengadukan, RH (50), warga Partalijulu Tarutung, ke Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polres Taput, Kamis, (9/7).

Kepada wartawan di Mapolres, Sekda Edward menyampaikan, dia mengadukan RH, karena memposting pernyataan jual beli jabatan dan menyebut-nyebut namanya di grup facebook Menuju Tapanuli Utara (MTU).

“Saya merasa tidak senang karena RH membuat pernyataan dengan menyebut nama saya di posting di facebook, dan seolah-olah dalam pernyataan itu kita ada memperjualbelikan jabatan, padahal itu tidak ada, ujar Sekda yang datang ke Mapolres Taput didampingi sejumlah staf yakni, Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Taput Drs Erikson Siagian, Kadis Perhubungan Rudi Sitorus.

Sekda mengaku, dia tidak pernah mengenal dan bertemu dengan RH sebelum ini. Namun dia menilai peryataan RH di facebook terkesan menyudutkan dan menjatuhkan dirinya sebagai Sekda Taput.

“Saya tidak pernah kenal dengan dia (RH), tapi dia membuat pernyataan di facebook, yang mengarah kepada saya dengan membuat pernyataan seolah kita ada jualbeli jabatan di Taput,”ucapnya.

Kasubbag Humas Polres Taput Aiptu W Baringbing SH kepada wartawan membenarkan, pihaknya menerima laporan pengaduan Sekda Taput Edward Tampubolon dengan nomor laporan LP/235/VII/2015/SU.

Dia menegaskan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan atas laporan pengaduan itu. “Kita masih Lidik laporan pengaduan Sekda Taput,” tandasnya. (can)

Satu pemikiran pada “Gara-gara Facebook Sekda Taput Lapor Polisi

  1. Jpeg
    HUKRIM RIAU Taput
    Oknum Pendeta Dan Mantan Kades Sitompul Diduga Bersekolkol Buat Surat Jual Beli Tanah Berlaku Surut
    June 30, 2016 REDAKSI KOMPAS RIAU 0 Comment
    Surat Solo Panggabean
    Keluarga T.Sitompul melayangkan surat somasi kepada oknum Pendeta berinisial HP di Desa Sangkaran, Tgl 30 Juni 2016.
    Tarutung-Tapanuli Utara, kompasriau.com– Oknum pendeta berinisial HP, yang berdomisili di Desa Sangkaran, Kecamatan Siatas Barita, dan oknum mantan kepala Desa Sitompul berinisial MS, pada tanggal 21 Juni 2016, diduga kuat bersekolkol untuk membuat surat jual beli sebidang tanah berlaku surut, memakai cap stempel kepala Desa Sitompul “palsu”, yang terletak di dekat Gereja HKBP Desa Sitompul.

    Menganggapi hal tersebut, Erick Chandra H. Sitompul mengaku sangat kecewa atas tindakan oknum pendeta dan oknum mantan kepala Desa Sitompul yang membuat surat jual beli tanah tersebut memakai stempel kepala Desa Sitompul “palsu”.

    “Seharusnya oknum pendeta di Desa Sangkaran itu bertanya dulu kepada pihak keluarga kami, sebelum tanah itu dibelinya.Padahal diatas tanah kami itu masih ada pohon durian dan rumah milik kami. Namun aneh, oknum pendeta itu terindikasi mau surat jual beli sebidang tanah berlaku surut suratnya, dan memakai stempel kades “palsu”,”ungkap Erick Chandra H. Sitompul kepada kompasriau.com, Sabtu (1/7/2016).

    Anehnya, kendati wartawan kompasriau.com upayakan konfirmasi melalui telepon genggam keluarga wartawan kompasriau.com yang berada di Desa Sitompul, untuk mempertanyakan terkait jual beli sebidang tanah tersebut kepada oknum Pendeta dan oknum mantan kades tersebut, namun oknum pendeta tersebut seakan mengelak dan terkesan tidak mau menerima tetepon genggam dari wartawan kompasriau.com,Selasa (22/06/2016).

    Sehingga timbul dugaan oknum Pendeta di Desa Sangkaran terkesan memaksakan kehendak untuk membeli sebidang tanah di Tagahambing, Desa Sitompul dengan cara membuat surat jual beli tanah berlaku surut, memakai cap stempel kepala Desa Sitompul “palsu”?.

    Hal tersebut dibenarkan oleh Pjs mantan kepala Desa Sitompul, Eben Saragih, Kamis (23/6/2016). “Benar surat jual beli tanah itu berlaku surut dibuat, katanya mantan kepala Desa Sitompul tidak ada masalah dibuat berlaku surut. Tetapi kalau memang surat jual beli tanah itu jadi masalah, bisa saya cabut tanda tangan saya itu,”kilah Eben Saragih melalui telepon genggamnya,”Kamis (23/6/2016).

    Begitu juga Kepala Desa Sitompul, Ucok Hotma Sitompul membenarkan surat jual beli sebidang tanah berlaku surut dan memakai stempel “palsu”, dibuat oknum mantan kepala Desa Sitompul. Hal tersebut terungkap ketika Kepala Desa Sitompul, Ucok Hotma Sitompul mendatangi kediaman oknum pendeta berinisial HP, yang bertempat tinggal di Desa Sangkaran, Kecamatan Siatas Barita.

    Diungkapkan kepala Desa Sitompul, surat jual beli sebidang tanah tersebut dibuat dan ditandatangani oleh pembeli, penjual dan Pjs kepala Desa Sitompul, pada tanggal 21 Juni 2016, tetapi diduga sengaja dibuat berlaku surut menjadi tahun 2015.

    “Kalau tanggal 21 Juni 2016 surat jual beli sebidang tanah itu dibuat mereka, lalu cap stempel kepala Desa Sitompul yang mana dipakai mantan kepala Desa Sitompul itu, karena cap stempel kepala Desa Sitompul sudah ada ditangan saya,”ungkap Kepala Desa Sitompul kepada wartawan kompasriau.com melalui telepon genggamnya,Kamis (23/6/2016).

    Kemudian kepala Desa Sitompul mempertanyakan masalah cap stempel kades Sitompul itu kepada mantan Pjs kepala Desa Sitompul, Eben Saragih, akan tetapi mantan Pjs Kepala Desa Sitompul, Eben Saragih mengatakan tidak ada lagi memegang stempel kepala Desa Sitompul saat ini.

    Menanggapi kabar di media online kompasriau.com, beberapa orang praktisi hukum, Kamis (30/6/2016) mengatakan oknum mantan Kepala Desa Sitompul, terindikasi membuat dan memakai cap stempel Kepala Desa Sitompul “palsu”, untuk dipakai membuat surat jual beli sebidang tanah berlaku surut di Desa Sitompul, Kecamatan Siatas Barita,Kabupaten Tapanuli Utara.

    Oknum mantan Kepala Desa Sitompul diduga memakai cap stempel Kepala Desa Sitompul “palsu”, dengan maksud menguntungkan diri sendiri atau orang lain secara melawan hukum, untuk membuat surat jual beli sebidang tanah dan tanaman pohon durian, padahal diketahui bahwa tanah dan tanaman pohon durian tersebut adalah milik keluarga T.Sitompul.

    Perbuatan atau tindakan oknum mantan Kades Sitompul diduga memakai stempel kepala Desa Sitompul “aspal”, melanggar pasal 263. (1) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Barang siapa membuat secara tidak benar atau memalsu surat yang dapat menimbulkan sesuatu hak, perikatan atau, dengan maksud untuk memakai atau menyuruh orang lain pakai surat tersebut seolah-olah isinya benar dan tidak dipalsu.

    “Perbuatan atau tindakan memakai surat palsu atau stempel kepala desa Sitompul “palsu” diduga melanggar pasal 263 (1) KUHP. Membuat dan atau memakai surat palsu dan stempel palsu diancam pidana penjara paling lama enam tahun,”terang praktisi, Indrayani, SH yang diamini beberapa orang praktisi hukum kepada wartawan kompasriau.com.

    Seperti dikabarkan media ini sebelumnya, bahwa oknum penjual sebidang tanah, yang terletak di Tagahambing, Desa Sitompul, bernama Tonni Sitompul, akan dilapor ke Kepolisian Resor Tapanuli Utara. Pasalnya, oknum penjual, pembeli dan saksi-saksi diduga bersekolkol melanggar hukum pasal 385, ayat ke 1 dan ke 2 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

    Tonni Sitompul yang berdomisili di Onang Hasang Pahae, menjual sebidang tanah yang terletak di Tagahambing, Desa Sitompul tanpa sepegetahuan pihak keluarga pemilik rumah yang sudah puluhan tahun berdiri diatas tanah tersebut. Bahkan sampai saat ini masih ada lagi tanaman Durian berdiri tegak diatas tanah tersebut, namun Tonni Sitompul nekad menjual sebidang tanah dan tanaman durian tersebut tanpa adanya pemberitahuan kepada pemilik tanaman durian dan pemilik rumah diatas tanah tersebut.

    Ironisnya, surat jual beli sebidang tanah di Desa Sitompul sengaja dibuat berlaku surut oleh mantan kepala Desa Sitompul dan Tonni Sitompul. Hal itu dibenarkan oleh mantan Pjs kepala Desa Sitompul, Eben Saragih. (www.kompasriau.com)

    Suka

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s