Gempa 7,9 SR di Nepal Tewaskan 718 Orang

Ada 5 WNI di Nepal, Seorang Putus Kontak

NepalKathmandu – Gempa bumi berkekuatan besar memporak-porandakan Nepal, Sabtu (25/4), menewaskan sedikitnya 718 orang tewas dan lebih 100 lainnya terluka. Pejabat Kementerian Dalam Negeri Laxmi Dhakal memperkirakan jumlah korban tewas akan terus meningkat. Gempa ini merupakan gempa paling dahsyat yang pernah melanda Nepal dalam kurun waktu 80 tahun terakhir.

Kuatnya gempa menyebabkan sejumlah rumah roboh, situs peninggalan kuno tumbang dan memicu longsor di Himalaya. Pemerintah Nepal menjelaskan gempa telah membuat kerusakan parah dan luas di sekitar pusat gempa. “Kami membutuhkan dukungan dari lembaga-lembaga internasional yang memiliki pengetahuan dan peralatan untuk mengatasi masalah darurat yang saat ini kami hadapi,” kata Menteri Informasi Nepal, Minendra Rijal.

Badan Survei Geologi Amerika Serikat, USGS sebelumnya menyatakan bahwa gempa ini berkekuatan 7,7 SR. Namun USGS kemudian merevisi dan menyebut gempa ini berkekuatan 7,9 SR. Gempa terjadi pada sekitar 80 kilometer sebelah timur kota Pokhara, Nepal. Belum reda keterkejutan warga, gempa susulan berkekuatan 6,6 SR kembali terjadi.

Sebelumnya Kementerian Dalam Negeri dalam pernyataannya mengatakan 449 orang tewas di Nepal termasuk 181 orang tewas di Kathmandu. Sedikitnya 30 orang juga dilaporkan tewas di beberapa negara tetangga di mana getaran gempa terasa hingga ke India. Para pejabat dan media melaporkan 20 orang tewas di India, enam di Tibet dan dua di Bangladesh. Pemerintah Tiongkok mengatakan dua warganya tewas di perbatasan Nepal-Tiongkok.

Juru bicara resmi Kementerian Pertahanan Nepal, Sitanshu Kar menyatakan, telah menyiagakan armada untuk membantu para korban musibah gempa tersebut. “#NepalEarthquake Angkatan Udara India menyiagakan transportasi dan helikopter untuk setiap tugas yang diberikan oleh pemerintah,” tulis Kar melalui Twitter. “#NepalEarthquake Kementerian Pertahanan menempatkan Angkatan Darat India, BRO dan Indian Air Force (IAF) untuk tugas apapun terkait gempa,” tambah dia.

Getaran gempa ini terasa hingga ke wilayah India utara, bahkan terasa hingga ke Lahore di Pakistan, Lhasa di Tibet dan Dhaka. Bahkan dilaporkan getaran gempa berlangsung nyaris satu menit. “Getaran gempa kuat dirasakan di sini di Delhi dan beberapa bagian India lainnya,” demikian dilaporkan media NDTV di New Delhi. Perdana Menteri India Narendra Modi langsung merespons upaya penanganan terhadap dampak gempa melalui jaringan online Twitter. “Kita sedang menggali lebih banyak informasi dan segera menolong korban, baik yang di India maupun Nepal,” tulis Narendra Modi melalui akun Twitter-nya.

Seorang anak perempuan berumur 15 tahun di India utara, tewas tertimpa tembok rumahnya yang ambruk akibat gempa. Anak malang ini tinggal di sebuah desa dekat perbatasan dengan Nepal. Seorang anak perempuan lainnya tewas tertimpa patung yang roboh di pinggiran Kathmandu, ibukota Nepal. Di rumah sakit utama di Kathmandu, beberapa orang dengan kaki dan tangan yang patah, dilarikan untuk mendapatkan pertolongan medis. Belum diketahui secara pasti jumlah mereka yang terluka akibat gempa ini.

“Ratusan orang dikhawatirkan tewas dan ada laporan kerusakan meluas pada properti. Kerusakan ini tidak terbatas pada sejumlah wilayah Nepal saja. Nyaris seluruh negeri terkena,” ujar Krishna Prasad Dhakal, wakil kepala misi di Kedutaan Nepal di New Delhi, India.

Pushpa Das, seorang buruh, menceritakan dirinya berusaha menyelamatkan diri sesaat setelah gempa. “Kejadiannya sangat menakutkan. Bumi bergerak dan saya menunggu mendapatkan perawatan namun rumah sakit dipenuhi korban luka atau tewas,” ujarnya. CNN melaporkan keadaan sangat kacau balau,

banyak warga yang berteriak dan menangis. Tidak sedikit korban luka-luka dengan luka serius di kepala dan tulang yang patah.

Gempa juga menyebabkan menara bersejarah Dharahara yang juga dikenal sebagai Menara Bhimsen yang terletak di ibukota Nepal, Kathmandu kolaps. Pihak berwajib belum dapat memastikan berapa banyak pengunjung menara yang dibangun di tahun 1832 itu, ketika gempa terjadi, namun menurut laporan CNN-IBN diperkirakan sekitar 400 orang terjebak. Kepolisian segera memagari menara setinggi sembilan lantai itu. Menara Dharara merupakan salah satu landmark bersejarah Kathmandu yang diakui UNESCO.

Di lantai 8, terdapat balkoni khusus bagi pengunjung untuk melihat panorama indahnya Lembah Kathmandu. Menara ini memiliki tangga berbentuk spiral dengan 213 langkah kaki. untuk mencapai puncak. Tiang setinggi 5,2 meter yang dilapisi perunggu menghiasi puncak objek wisata yang dibuka untuk umum sejak tahun 2005. Angka korban jiwa dikhawatirkan akan terus meningkat mengingat struktur bangunan di Kathmandu yang dihuni oleh keluarga dengan jumlah besar.

Orang-orang dilaporkan berhamburan ke jalan dan bergegas ke rumah sakit. Foto-foto yang tersebar secara daring menunjukkan banyak puing-puing dan jalanan retak di sekitar Kathmandu. Gempa itu juga menimbulkan longsoran salju di Pegunungan Everest yang melukai sekitar 30 pendaki. Menurut pejabat Kementerian Pariwisata Nepal, setidaknya delapan pendaki gunung tewas akibat longsoran salju ini.

“Jumlahnya bisa bertambah, itu mungkin termasuk warga asing,” ujar pejabat Kementerian Pariwisata Gyanendra Shrestha. Ang Tshering dari Nepal Mountaineering Associated mengatakan kepada Associated Press, longsoran salju itu terjadi di Khumbu Icefall, daerah dimana longsoran kerap terjadi dan sekaligus merupakan kamp sebagian besar pendaki.

Pendaki gunung asal Romania, Alex Gavan menceritakan dirinya berlari menyelamatkan diri saat terjadi longsoran salju tersebut. Dikatakannya, banyak orang yang tengah berada di atas gunung tersebut saat kejadian. Pendaki lainnya, Daniel Mazur, mengatakan, base camp Everest rusak parah akibat longsoran salju dan timnya terjebak. “Tolong berdoa untuk semua orang,” demikian postingannya di akun Twitter miliknya.

Longsor ini mengingatkan pada peristiwa longsor mematikan yang terjadi April 2014 lalu di atas base camp Puncak Everest yang menewaskan 16 pemandu asal Nepal. Bulan April merupakan waktu terbaik mendaki puncak gunung tersebut sebelum musim hujan dan badai yang biasanya mulai sering terjadi di akhir Mei.

Nepal pernah diguncang gempa dashyat pada tahun 1934, dengan kekuatan 8,0 SR yang menewaskan lebih dari 8.500 orang dan menghancurkan kota-kota di Kathmandu, Bhaktapur dan Patan. Nepal keluar dari perang saudara antara pemberontak Maois dan pemerintah pada 2006, dan konflik ini menyebabkan setidaknya 17 ribu orang tewas. Nepal menghapuskan monarki pada 2008 dan Maois meletakkan senjata mereka.

Ada 5 WNI di Nepal
Lima orang Warga Negara Indonesia (WNI) diketahui sedang berada di Kathmandu ketika gempa mengguncang Nepal. Empat di antaranya sudah bisa dikontak, namun seorang lagi belum diketahui kabarnya.

Kelima WNI tersebut sebelumnya mengikuti kegiatan di Kathmandu. Masing-masing Ahmad Taufan Damanik yakni wakil Indonesia untuk The ASEAN Commission on the Promotion and the Protection of the Rights of Women and Children (ACWC). Kemudian empat lainnya berasal dari World Vision Indonesia (WVI), yakni Emmy Lucy Smith, Veronica Diana, Laura Hukom dan Esther Indriani. Mereka berada di Nepal untuk mengikuti kegiatan yang dilaksanakan WV di Kathmandu.

Dari kelima WNI itu, empat di antaranya sudah dapat dihubungi. Saat kejadian, Ahmad Taufan Damanik sedang berada di Pokhara sekitar 150 kilometer dari Kathmandu. Sementara 4 lainnya berada di Kathmandu. Dari 4 orang tersebut, hanya Esther Indriani yang belum bisa dihubungi.

Campaign Director WVI Asteria Aritonang menyatakan, dia sudah berupaya menghubungi Indriani, namun tidak berbalas.

“Yang lain sudah bisa komunikasi. Mereka selamat di Kathmandu, tapi belum bisa pulang malam ini sebab bandara ditutup. Sementara Indriani belum bisa dihubungi. Tadi sudah coba dikontak melalui WhatsApp, tapi tidak ada jawaban,” kata Asteria, Sabtu (25/4).

Disebutkan Asteria, pihaknya masih terus berupaya melakukan kontak. Dia menduga, ada masalah jaringan internet sehingga Indriani tidak bisa merespons.
“Indriani berada di Kathmandu juga menghadiri kegiatan WV, tetapi acara yang berbeda,” kata Asteria. (AP/R16/detikcom/d)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s