3 Remaja Masuk Sel Saat HUT RI

TigaBANDAR – Pada saat peringatan HUT ke-69 Kemerdekaan RI berlangsung semarak di berbagai tempat, tiga remaja asal Kecamatan Bandar dan Bosar Maligas, Simalungun, masing-masing Rony Simanungkalit (20), WU (16) dan AN (17), justru dijebloskan ke penjara, Minggu (17/8).

Mereka terlibat sejumlah kasus perampokan di wilayah Simalungun. Berdasarkan informasi, penangkapan ketiga pelaku berawal dari kasus pencurian delapan tandan kelapa sawit di Nagori Bandar Jawa, Kecamatan Bandar, Kamis (14/8) lalu. Saat itu, pelaku Rony Simanungkalit (20), warga Jalan Rajamin Purba, Kelurahan Perdagangan III, Kecamatan Bandar, tertangkap basah saat melakukan pencurian milik Senpi boru Simamora (55).

Warga saat itu langsung menyerahkan Rony ke Mapolsek Perdagangan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Setelah beberapa hari dilakukan pemeriksaan, ia mengakui bahwa sebelumnya ia juga telah melakukan berbagai pencurian dan aksi perampokan di sejumlah tempat di Simalungun. Dari keterangannya pula, pada Minggu (17/8) dini hari, petugas akhirnya berhasil mengamankan dua rekan pelaku yang tinggal di Nagori Marihat Tanjung, Kecamatan Bosar Maligas. Dua dari empat target berhasil diamankan dari kediamannya masing-masing dan kedua pelaku tersebut, yakni berinisial WU (16) dan AN (17).

Dari kediaman AN, petugas mengamankan sebilah pisau berbahan stainless yang kerap dipakai untuk mengancam dan menganiaya korbannya. “Dua diantaranya kita amankan dari keterangan pelaku pencurian sawit. Dan, dari hasil pemeriksaan benar mereka terlibat dalam sejumlah aksi pencurian dan perampokan di wilayah hukum Polsek Perdagangan dan daerah lainnya,” ujar Kapolsek Perdagangan AKP Masku Sembiring, kepada wartawan Minggu (17/8).

Ia mengatakan, dari tangan tersangka petugas juga mengamankan satu unit sepedamotor Suzuki Axelo tanpa plat, dua unit reciver digital, satu unit DVD Player dan satu bilah pisau dapur.

“Sepedamotor diamankan beberapa hari sebelum Rony tertangkap, warga yang menyerahkan ke kita karena ada sepedamotor tak bertuan parkir di areal perladangan warga di Kelurahan Perdagangan III,” terangnya.

Pelaku Rony dan AN diduga hendak melakukan pencurian di rumah warga. Dan sebelum beraksi, mereka meninggalkan sepedamotor di perladangan dan saat hendak melakukan aksinya, warga mengetahui perbuatan mereka dan meninggalkan sepedamotor di perladangan. “Tetapi, ini masih kita kembangkan karena pelaku menjual hasil jarahannya keluar Simalungun dan kami masih mencari keberadaan rekan mereka lainnya,” ucapnya.

Ia mengatakan, menurut pengakuan Rony ada beberapa lokasi pencurian, penggelapan dan perampokan yang ia lakukan, antara lain, perampokan di Pasar Perdagangan dua kali dengan korban ibu-ibu dan pasangan yang sedang pacaran dan korbannya dilukai di bagian tangannya.

Kemudian aksi perampokan di Nagori Bandar Pulo, perampokan di Bah Lias, Kelurahan Perdagangan I, Kecamatan Bandar, Nagori Gunung Bayu, Kecamatan Bosar Maligas. “Ada juga aksi bongkar rumah, ada di Bosar Maligas sama di Bandar. Selain itu perampokan di Huta Bayu Raja, Tanah Jawa juga,” terangnya.

Saat ini, pihaknya masih terus melakukan pengembangan untuk mengungkap kasus tersebut yang sudah terorganisir. “Mereka sudah memiliki jaringan, setiap hasil curian mereka sudah ada penampungnya,” ujar Masku.

Sementara, AN pelaku yang merupakan siswa kelas III salah satu SMA swasta di Kecamatan Bosar Maligas mengatakan bahwa hasil kejahatannya ia habiskan untuk bersenang-senang. Ia juga mengaku setiap kali melakukan aksinya tidak pernah seorang diri. “Kalau mau ‘main’ (beraksi, red) terkadang berdua sama Rony atau berempat,” ucap anak kedua dari tiga bersaudara tersebut.

Dia juga mengaku bahwa selalu menggunakan pisau untuk mengancam korbannya dan setiap melakukan aksinya mereka selalu menutup wajah dengan menggunakan baju yang mereka kenakan. “Kerah baju dipakai untuk menutup mulut supaya enggak dikenali,” terangnya dengan wajah tenang.

Sementara, Rony mengaku sudah tidak ingat berapa banyak korban perampokan yang ia lakukan dan juga korban pencurian. Ia mengaku bahwa sepedamotor hasil curiannya ia jual ke daerah Kota Pinang dan Ujung Batu Rokan. “Di sana sudah ada yang menampung barangnya, tinggal antar saja dari sini. Kalau harga enggak sama, mulai dari Rp2 juta sampai Rp5 juta,” terangnya seraya mengatakan bahwa dua rekannya yang lain yakni berinisial JI dan EN.

Sementara WU mengaku hanya ikut-ikutan. Setiap kali beraksi, dia berperan sebagai joki sepedamotor. “Mulai tahun 2014 ini aku baru ikut pak, kadang ikut kadang tidak aku pak,” ucapnya sembari menunduk.

Sementara, Nurbeti (46), salahsatu korban perampokan yang terjadi pada 14 Juli sekira pukul 06.00 WIB lalu, mengaku, pagi itu ia hendak menuju ke Pasar Modern Perdagangan untuk belanja.

Namun dalam perjalanan, ia ditabrak pengendara sepedamotor metic warna merah hingga membuatnya terjatuh. Saat itu, para pelaku yang jumlahnya dua orang langsung merampas sepedamotor Honda Supra X 125 BK 3260 TAO miliknya.

Saat itu, ia berusaha melawan dengan teriak minta tolong. Namun karena saat itu tidak ada seorang pun yang melintas sehingga pelaku langsung mengancamnya dengan sebilah pisau yang ditempelkan di lehernya. “Orang ini, minta aku menyerahkan handphone-ku, tapi enggak kukasih. Aku bilang enggak bawa handphone. Terus orang ini langsung pergi,” ucap wanita yang tinggal di Perumnas Manahul, Kelurahan Perdagangan III, kepada wartawan.

Anak Laki-laki Satu-satunya
Jumino (55), orangtua tersangka WU, saat ditemui di Polsek Perdagangan, mengaku bahwa selama ini sifat anaknya pendiam dan selalu menurut dengan orangtuanya. Hanya saja, anaknya sering tidak pulang ke rumah di saat anaknya tidak bekerja. “Kalau malam minggu memang ia jarang tidur di rumah karena sering tidur di rumah kakaknya,” ucap pria yang memiliki satu orang anak laki-laki tersebut.

Anak kelima dari delapan bersaudara tersebut sudah putus sekolah dan lebih memilih bekerja membantu kakaknya mengangkut buah kelapa sawit. “Dia kerja, makanya kalau tidak kerja baru dia enggak pulang,” ucap pria yang bekerja di PTPN IV Kebun Bukit V tersebut.

Dia sama sekali tidak menyangka bahwa anak laki-laki satu-satunya tersebut terlibat berbagai tindak kejahatan yang disertai kekerasan tersebut. Padahal, ia selalu menasehati anaknya agar tidak salah langkah dalam berteman. “Dia selalu menurut apa yang aku bilang, akupun enggak menyangka anakku seperti ini,” ucapnya seraya mengatakan bahwa ia ikhlas bila anaknya harus ditahan karena perbuatannya.

Selama ini, anaknya memang jarang terlihat bermain dengan JI, EN dan AN. Dan, ia tidak pernah memperhatikan saat anaknya memegang uang banyak. “Aku enggak tahu kalau dia pegang uang banyak atau tidak karena rokok saja masih minta dari Mamaknya,” ucapnya dengan mata berkaca-kaca. (lud/dro)

Satu pemikiran pada “3 Remaja Masuk Sel Saat HUT RI

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s