Pembunuhan Sadis 6 Bocah, Disodomi Lalu Digorok dan Dimutilasi

BunuhSiak – MD (19) merupakan aktor pembunuhan 6 orang bocah di Riau. Setelah korbannya dimutilasi, alat vitalnya di makan. Itu diakuinya saat Polres Siak, Riau menghadapkan para tersangka ke hadapan wartawan, Minggu (10/8). MD dijejerkan bersama 3 tersangka lainnya, DP (19), S (19), dan DD (19) yang tak lain istrinya yang kini sudah pisah ranjang.

Pengembangan penyelidikan kepolisian diketahui, MD melakukan pembunuhan terhadap 6 bocah malang itu usai melampiaskan nafsu bejatnya dengan menyodomi seluruh korban. Puas menyodomi, pria yang berprofesi sebagai sopir pengantar air galon ini, lantas menghabisi korban. Sengaja dilakukan untuk menghilangkan barang bukti.

Ironinya, para bocah yang dibunuh satu persatu, tidak hanya menggunakan sebilah golok. MD bahkan menggunakan pisau kater guna memotong alat vital korban untuk dibawanya pulang ke rumah. Dan menurutnya kepada penyidik kepolisian, alat vital itu diyakininya bisa menambah gairah seks.

Tanpa enggan pula pria kurus yang dikenal pendiam ini menyebut jika alat vital seluruh korban, dia masak di rumah dibantu istrinya, DD yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka meski beberapa bulan terakhir, DD dan MD telah pisah ranjang.

“Kadang dimasak sop, kadang saya goreng. Setelah itu saya makan,” kata MD enteng ketika kepolisian menghadapkannya kepada para wartawan.

MD menambahkan, alat vital yang ia goreng, selain dimakan, sisa minyak gorengnya tidak dibuang, melainkan digunakan untuk obat. “Kalau yang digoreng, minyaknya untuk obat,” kata MD tanpa menyebut kegunaan obat yang dimaksud.

Diiming-Iming Uang Jajan Sebelum Disodomi dan Dibunuh
Sebelum dibantai, para bocah malang itu diimingi uang jajan, lalu menggiringnya ke sebuah tempat untuk disodomi lalu dibunuh menggunakan golok dan pisau untuk memotong alat vital korban.

“Modal dikasih duit jajan, lantas dibawa ke suatu tempat agar tak diketahui orang. Bocah itu disodomi dan seluruhnya dibunuh,” kata Wakapolres Siak, Riau, Kompol Arief Fajar
Dijelaskan, kasus kehilangan bocah di wilayah hukumnya terjadi sejak tahun 2013 silam.

Kini pelakunya, MD (19) aktor utama telah diamankan. Tersangka ini dibantu rekannya, S (19), DP (19) dan DD (19) yang saat itu berstatus istri MD. Para korban 5 orang anak usiai 9 tahun dan 10 tahun. Dalam mencari mangsanya, MD selalu mengimingi duit jajan untuk anak-anak itu.

Sedangkan untuk korban inisial A (40), jadi sasaran pembantaian yang sama karena mengalami keterbelakangan mental. Korban dewasa ini merupakan warga Kecamatan Mandau, Kabupaten Bengkalis.

“Tersangka mengaku kalau korban dewasa itu ditemui saat mandi di sungai. Korban dia ajak dan disodomi lantas dibunuh dengan cara dimutilasi,” kata Arief Fajar.

“Dia melakukan mutilasi untuk menghilangkan barang bukti. Dari jumlah 6 orang, 5 orang sudah kita temukan. Satu lagi belum karena tersangka mengaku dibuang ke sungai,” kata Ariedf. Sementara tersangka MD mengakui jika dia melakukan pembantaian itu. Selain membunuh para korbannya untuk menghilangkan barang bukti.

MD juga mengambil alat vital korbannya untuk disayur sop dan digoreng. Katanya, untuk obat menambah gairah sek.

Lebih sadis para korbannya juga dikuliti. Dagingnya dijual ke warung tuak yang ada di Kota Perawang, Kabupaten Siak. MD dan 3 tersangka lainnya merupakan warga Perawang.

Korban Dimutilasi Untuk Meraub Uang
Pasangan suami istri (MD dan DD) ini tega memutilasi bocah-bocah dan dagingnya di jual ke warung tuak untuk mendapatkan uang.

Perbuatan bejat ini, dibantu tersangka DP (19) S (19) dan seorang wanita (DD) yang saat itu masih berstatus istri MD. “Saya bunuh cuma dua orang saja,” kilahnya kepada wartawan.

Lantas bagaimana cara membunuhnya? MD menyebutkan, setelah korbannya disodomi lantas mengajak dua rekan pria lainnya untuk melakukan hal yang sama. Setelah puas melakukan sodomi, MD mengeluarkan goloknya yang tajam. Lantas leher korbannya dia gorok seperti menyembilih ayam.

Isu yang berkembang, daging ini dijual ke sejumlah warung tuak. Tuak merupakan minuman tradisional asal Sumatera Utara yang dibuat dari air nira yang dipermentasikan menjadi alkohol.
MD bahkan tak membantahnya jika daging korban yang dibunuhnya dijual ke warung tuak. “Iya saya jual dagingnya,” kata MD.

Namun keterangan MD soal menjual daging manusiai itu masih didalami penyidik dan hal itu ditegaskan Wakapolres Siak, Kompol Arief Fajar. Menurut Arief keterangan MD tidak bisa sepenuhnya dipercaya.

“Jangan percaya omongan dia (menjual daging manusia ke warung tuak-red). Hari ini ngomongnya gini, besok sudah berubah. Jadi jangan percaya soal jual daging manusia itu,” kata Arief Fajar kepada wartawan. (dtk)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s