Petani Taput Mulai Gairah Tanam Pohon Para

Tarutung – Kepala Bidang (Kabid) Perkebunan Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput), Alimusa Habean mengatakan, para petani kini mulai bergairah menanam komuditas tanaman perkebunan pohon para.

“Hal ini disebabkan, tanaman karet lebih mudah dirawat, dan harganya diyakini lebih terjamin dan tetap stabil, bahkan selalu mengalami peningkatan,”ujar Alimusa kepada wartawan, Rabu, (21/5).

Selain karena faktor harga, dia mengakui, tingginya animo masyarakat berkebun karet saat ini juga karena didukung kondisi lahan pertanian di Taput yang memungkinkan untuk pengembangan sektor pertanian karet. Dia mengatakan, dilihat dari tingkat kesuburan dan letak geografis lahan memang tanaman karet di Taput diyakini mempunyai peluang untuk dikembangkan. Termasuk kondisi lahan pertanian masih mencukupi, meskipun tanpa harus melakukan konversi atau peralihan dari sawah ke karet.

“Dari segi iklim dan jenis tanam, memang lahan di Taput oke, dan memungkinkan untuk perkebunan karet, selain itu arela lahan juga masih mencukupi, tanpa harus melakukan konversi dari lahan persawahan ke lahan kebun karet,”jelasnya.

Dia mengatakan, kondisi ini sudah terlihat di beberapa Kecamatan yang menjadi sentra pertanian di Taput seperti di Kecamatan Garoga, Adiankoting, Parmonangan, Pahae Jae, danm Purba Tua.

“Di daerah ini masyarakat petani sudah mulai tertarik berkebun karet,”ucapnya.

Hanya saja dia mengakui, dalam upaya pengembangkan sektor pertanian karet, pihaknya sendiri belum bisa mendukung tingginya animo masyarakat berkebun karet, semisal menyediakan bibit unggul untuk tanaman karet.

“Hal ini membuat masyarakat petani terpaksa membeli bibit unggul tanaman karet dari luar daerah, tetapi ke depan ini sudah menjadi program kita,”ucapnya.

Namun demikian, dia mengatakan, meskipun animo masyarakat tinggi untuk berkebun karet, pihaknya tidak memperbolehkan masyarakat petani mengalihfungsikan atau mengkonversi lahan persawahan menjadi kebun karet.

“Artinya, kita tidak pernah menganjurkan masyarakat mengalihfungsikan lahan persawahan di konversi menjadi areal kebun karet, sebab kita masih membutuhkan lahan persawahan untuk ketahahan pangan. Tapi lebih pada membuka lahan baru dan mengelola lahan tidur lahan sebagai lahan baru tanaman karet,” ujarnya. (can)

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s