Ir Leo Nababan akan Kumpulkan “Halak Hita” dari Pelosok Dunia Lewat Dispora Batak di Parapat

Medan – Kecintaan Ir Leo Nababan terhadap orang Batak dan Tanah Batak kian begitu besar, pemikirannya selalu tercurah bagaimana orang Batak bersatu dan bona pasogit terhapus dari peta kemiskinan. Rasa bangganya terhadap Batak selalu dibawa-bawanya sampai ke 48 negara yang pernah dia kunjungi, karena orang Batak memiliki budaya yang kaya struktur keturunan (marga) yang tertata rapi dan lestari sampai abad ini.

Atas kecintaannya itu Ir Leo Nababan (Staf Khusus Menko Kesra RI) menggagas Dispora Batak dan Kongres Batak sedunia. Bersama Ir Donald Sihombing (Dirut PT Totalindo). Leo mengundang orang-orang Batak yang ada di luar negeri berkongres di Parapat awal tahun 2015 untuk memikirkan masa depan Tanah Batak. Semua orang Batak dari di belahan dunia akan hadir, termasuk Nadya Hutagalung dan pesepakbola AS Roma Radja Nainggolan. Ada juga marga Sianipar dari Hinalang, Tobasa yang kini menjadi Quality Control jam Rolex Swiss serta ribuan lagi orang Batak yang berhasil di manca negara.

“Dana sudah kami persiapkan bersama Donald Sihombing, semua hotel di Parapat akan dibooking, kita akan bernyanyi bergembira ria sambil manortor disana, kemudian membahas bagaimana membangun Tano Batak, mereka akan menyumbangkan fikiran dan dana untuk bona pasogit. Ini adalah konsep Marsipature Hutana Be seperti yang pernah dicanangkan almarhum Raja Inal Siregar ketika menjadi Gubsu dua periode. Ini adalah diaspora Batak, mungkinkah diaspora Batak terjadi? Tidak ada yang mustahil bagi Allah,” ucap Leo kepada wartawan, Sabtu (5/4) di Medan.

Diaspora Batak kata Leo adalah perkumpulan Batak perantau di belahan dunia dan nusantara. Penyebaran Batak di pelosok dunia bertujuan memperbaiki nasib karena di Bona Pasogit mengalami berbagai kesulitan hidup. Kesulitan-kesulitan hidup itulah pemicu utama generasi-generasi Batak, khususnya BatakToba meninggalkan tanah leluhurnya untuk memperbaiki nasib yang lebih baik.

Penyebaran Batak di berbagai belahan dunia tentu memiliki konsekwensi sumber daya manusia (SDM) sebab para perantau Batak mempunyai tingkat intelektualitas yang tinggi sehingga kampung halaman minim SDM yang baik. Hal itu terjadi karena lambatnya kemajuan di Bona Pasogit yang disebabkan kurangnya perhatian pemerintah provinsi dan pusat terhadap daerah Tapanuli.Cerdik pandai Batak lebih cenderung memilih berdomisili di perantauan karena peluang memperoleh keberhasilan jauh lebih besar bila dibandingkan di Bona Pasogit. “Untuk itu mereka diajak berkumpul dalam sebuah Kongres untuk memikirkan bona pasogit kita ini,” jelas Staf Khusus Menko Kesra RI ini.

Orang Batak perantau luar negeri tersebut tinggal mendaftarkan nomor paspor masing-masing kepada panitia dan penginapan akan disediakan. Dalam pertemuan itu akan tertuang pemikiran bagaimana membangun Tapanuli, mereka akan membangun kampung halaman mereka di Kabupaten dan kecamatan mana mereka berasal atau asal leluhur mereka.

Para perantau ini juga akan bersinergi dengan Pemkab setempat, memberi sumbangan pemikiran bagaimana metode pembangunan yang baik seperti yang ada di luar negeri. Tapi sentuhan para perantau ke daerah asal mereka akan lebih dominan karena masih sangat banyak yang kurang terjangkau pemerintah sampai ke pelosok desa terutama masalah air bersih. Begitu juga tentang pertanian, irigasi, alat-alat pertanian modern dan bantuan sarana pendidikan dan kesehatan juga menjadi perhatian utama para perantau.

Pada Kongres Batak akan membahas kawasan pariwisata Danau Toba, di Samosir akan dibangun patung Kristus Raja yang tertinggi di dunia. Sehingga orang Kirsten di Indonesia tidak perlu jauh-jauh melihat patung Kristus di Sao Paulo Brazil. Patung tersebut menggambarkan Kristus member berkat kepada orang Batak, di depan patung Kristus ada patung DL Nommensen missionaris Jerman dengan tangan terbuka menerima berkat tersebut.

“Di belakang patung Nommensen ada patung-patung petani, penenun ulos, guru, pengusaha, pejabat, pengacara dan profesi lainnya yang telah menerima berkat Tuhan melalui pengutusan Tuhan terhadap Nommensen ke Tanah Batak. Ompung Nommensen tidak hanya membebaskan orang Batak dari kuasa kegelapan dan mengenal Tuhan Yesus. Tapi juga memberi pendidikan pengetahuan, keterampilan, bercocok tanam dan ilmu kesehatan kepada orang Batak,” jelas Leo.

Sehingga katanya, orang Batak menjadi orang yang diberkati, banyak dari Tanah Batak lahir orang-orang pintar, cerdas dan tangguh sampai sekarang ini. Namun belakangan ini pemerintah masih sedikit menggunakan tenaga dan pemikiran orang Batak di pemerintahan maupun swasta. Oleh karenanya orang Batak banyak berkecimpung di luar negeri dan dunia mengakui orang-orang Batak sangat cerdas sehingga menempatkan mereka pada posisi yang strategsi.
Di Freeport Papua ada 40% orang Batak yang menempati posisi manajer dan jabatan strategis lainnya. Namun mereka bukan melamar dari Indonesia, tapi dari Ukraina, Jerman, Swiss, Prancis, Inggris, Amerika dan dari negara-negara Eropah lainnya melalui internet. Di negara itu mereka diuji, kualitas orang Batak yang memang benar-benar unggulan maka mereka diterima di Freeport.

“Untuk itulah saya akan berjuang untuk mengubah kebiasaan dominasi mayoritas dan tirani minoritas. Itu harus dihilangkan dari Indonesia, yang dikedepankan adalah kualitas agar negara ini maju dan masyarakatnya bisa hidup sejahtera,” paparnya.

Sebagai ucapan terima kasih orang Batak kepada Nommensen, melalui Diaspora Batak akan dibangun “Rumah Bolon” di Nordstrand, sebuah Kota di Jerman tempat kelahiran Ompui Nommensen. Bangsa Jerman telah membuat rumah-rumah Batak dan ulos di kota tersebut sebagai peringatan kepada Nommensen yang telah berhasil menginjili orang Batak.

“Perlu kita bangun rumah bolon di Nordstrand, Nommensen telah membebaskan kita orang Batak dari keterbelakangan sehingga Batak menjadi orang yang diberkati. Bagi orang Batak yang akan wisata rohani ke Jerusalem, hendaknya menyempatkan diri dulu singgah di Nostra Jerman kampung kelahiran Nommesen, karena itulah “Small Hlolyland” orang Batak,” ujar Leo Nababan.

“Kita bersyukur kepada Tuhan Yesus yang telah mengutus Nommensen ke Tanah Batak, sehingga orang Batak menjadi orang yang diberkati, sehingga menjadi orang-orang yang cerdas dan beriman. Kenapa Nommensen tidak ke provinsi lain, karena Tuhan telah memilih orang Batak sebagai orang yang diberkati, itu harus kita syukuri lewat persembahan sebuah rumah Bolon,” tandasnya.

Tokoh masyarakat Batak di Medan, Drs Bob Manurung menyambut baik adanya gagasan Leo Nababan memikirkan Tanah Batak. Sosok Leo memiliki ide yang cemerlang yahng harus didukung seluruh orang Batak agar bisa bersatu, kalau semua satu ide. Kongres Batak ini dilakukan untuk mendorong percepatan pembangunan Tanah Batak dan melestarikan budaya agar diteruskan kepada generasi muda sehingga tetap lestari.

Musisi senior Batak, DR (HC) Bunthora Situmorang juga sangat mendukung ide brilian Leo Nababan agar para perantau benar-benar meperhatikan Tanah Batak. Karena sumber daya alam Bona pasogit sangat kaya, tapi pertumbuhan pembangunan Tapanuli berjalan di tempat, sehingga perlu bantuan pemikiran dan dana untuk bona pasogit. (A14/c)

Iklan

Satu pemikiran pada “Ir Leo Nababan akan Kumpulkan “Halak Hita” dari Pelosok Dunia Lewat Dispora Batak di Parapat

Berikan Saran dan Informasi anda di Situs Nababan ini ....terimakasih

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s