389 Mahasiswa STAKPN Tarutung Diwisuda

TARUTUNG – Bertempat di Auditorium Kampus II Silangkitang, Sipoholon, Taput, Kamis (19/12), sebanyak 373 mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri (STAKPN) Tarutung diwisuda.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 341 program studi Pendidikan Agama Kristen (PAK) tingkat S-1, 17 orang S-I Teologi, 7 orang S-1 musik gerejawi, 4 orang S-1 pastoral konseling dan 4 orang program pasca sarjana S-II.

Hadir dalam acara itu Plt Dirjen Bimas Agama Kristen Bonita R Hutabarat, Ephorus GKPA Pdt Adolv Bastian Marpaung MTh, asisten II Ekonomi dan Pembangunan Drs Parsaoran Hutagalung, Kabag Kesra Setda Taput Oloan Hutabalian SPd dan para tamu undangan. Acara wisuda diawali kebaktian singkat dan dilanjutkan upacara nasional dipimpin ketua senat sekaligus Ketua STAKPN Tarutung Ibelala Gea.

Dalam sambutannya, Ketua STAKPN Tarutung Ibelala Gea S Th mengatakan, acara wisuda merupakan suatu momentum yang mengharukan para wisudawan setelah kurang lebih 5 tahun belajar menuntut ilmu dengan berbagai tantangan, pergumulan suka dan duka pahit manisnya belajar.

Diharapkan para wisudawa yang telah menyelesaikan studinya agar senantiasa belajar dan belajar serta dapat mengabdikan ilmunya di tengah-tengah masyarkat. “Jangan pernah berpuas diri, teruslah belajar dan abadikanlah ilmu yang didapat ditengah tengah masyarakat,” sebutnya.

Pada kesempatan itu Ibelala Gea STh juga mengatakan, kalau saat ini pihaknya telah mempersiapkan diri untuk peningkatan status STAKPN menjadi institut dengan membenahi seluruh sarana prasana perangkat kampus.

“Untuk mendukung sarana menuju IAKN kita telah menambah lahan seluas kurang lebih 5 hektar yang nantinya dijadikan sebagai fakultas dan penambahan ruang kelas. Begitu juga dengan dosen saat ini telah ditambah untuk memenuhi kebutuhan tersebut,” ucapnya.

Menurut dia, saat ini STAKPN memiliki empat jurusan program studi, yaitu jurusan PAK S-1, Teologia S-1, pastoral konseling S-1 dan musik gerejawi S-1. Dan sejak 2007, STAKPN telah menyelanggarakan program akta IV dan peningkatan kualifikasi akademik guru-guru agama Kristen.

Sementara itu, Bupati Taput Torang Lumbantobing yang dibacakan asisten II Parsoran Hutagalung berharap semua sarjana yang dikukuhkan bisa menjaga moralitas dan etika. Menurut dia, insan yang berpendidikan harus dilengkapi dengan moral yang baik. Sehingga bisa menyempurnakan ilmu yang didapat dibangku kuliah selama ini. “Berpendidikan perlu diimbangi dengan moral dan etika yang baik. Karena tanpa moral, ilmunya tidak akan bermanfaat,” katanya.

Para alumni STAKPN juga diharapkan mampu menciptakan lapangan kerja. Sehingga tidak terfokus mencari kerja dan melamar menjdi CPNS. “Alumni jangan mengharap jadi PNS semua. Sekarang bukan zamannya lagi. Mereka kuliah tidak hanya untuk jadi PNS, tapi diharapkan alumni menjadi insan yang komplit mampu menciptakan lapangan kerja,” tuturnya.

Bupati juga mendukung upaya STAKPN untuk meningkatkan status menjdi institut. Dengan begitu, secara langsung akan menunjang pembangunan Bonapsogit. “Pemkab Taput selalu membuka diri dengan STAKPN terkait upaya peningkatan status STAKPN menjadi IAKN. Sebab, itu akan menunjang kemajuan pembangunan Bonapsogit, khususnya Taput,” ujarnya. (cr-01/mua)